Hancurkan Monumen dan Menara Ketegaran Hati!

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Biasa XXVI, 04 Oktober 2019
Peringatan S. Fransiskus Asisi
Bar. 1:15-22; Mzm. 79:1-2,3-5,8-9; Luk. 10:13-16

Misi: Ketegaran Hati Akar Kehancuran, Kejujuran dan Pertobatan Akar Keselamatan

Kitab Barukh dan Penginjil Lukas menghadirkan dua afirmasi iman yang memiliki muatan pesan Keselamatan yang sama. Barukh pada hari ini menyediakan suatu kisah pengakuan dan kejujuran bangsa Israel atas segala kelemahan dan dosa mereka yang mengalir dari ketegaran hati dan kearoganan mereka. Sementara Injil Lukas mengemukakan teguran Yesus yang begitu keras kepada penduduk kota Khorazim dan Kapernaum agar jangan memperhatikan dosa orang lain lalu lupa bertobat atas dosa sendiri.

Pesan Barukh kini bergaung bukan saja pada sejarah bangsa Israel namun hingga perjalanan iman kita pada era sekarang ini. Tidak sedikit yang begitu gampang mengalpakan Tuhan, tidak mendengarkan seruan, sapaan, ajakan, ajaran, nasihat dan petunjuk, bahkan dengan begitu mudah kita mengatakan lelah dan bosan mendengarkan Sabda dan bisikan Kasih Allah. Kita justru terperangkap pada semua janji dan iklan dunia, yang menyajikan segala hal dalam gerak serba instan, menyingkirkan serta melupakan proses; menghantar kita mendaki sebuah monumen dan menara tinggi di mana dunia dan kita semakin mengandalkan kemampuan dan kepandaian, kecerdasan dan keahlian namun kehilangan keinsafan bahwa justru semua kelebihan, kehebatan, kecerdasan, kepandaian dan keahlian itu adalah Anugerah Allah yang begitu cuma-cuma diberikan kepada kita. Monumen dan Menara itu adalah KETEGARAN HATI.

DOSA MANUSIA sangat tidak terlepas dari MONUMEN dan MENARA KETEGARAN HATI yang kita dibangun di dalam hati kita, dan memiliki kekuatan ekstra besar sehingga memengaruhi kita dalam cara berpikir, bertutur, bercita rasa dan bertindak. Ketegaran hati telah menggiring dunia dan kita pada pengakuan atas diri yang berlebihan sementara melupakan kebesaran dan keagungan Tuhan yang sungguh melampaui kehebatan manusia.

Kitab Barukh pada hari ini mengajak kita untuk menata dan membangun kembali perjalanan iman kita yang sempat dihimpit oleh monumen dan menara ketegaran hati. Kita hendaknya bukan memandang tingginya monumen dan menara itu, melainkan membangun landasan iman yang kokoh yakni KERENDAHAN HATI yang memiliki daya dorong yang kuat bagi kita untuk menghadirkan KEJUJURAN DAN PERTOBATAN.

YESUS SANG GURU KITA, dengan teguran-Nya yang begitu keras kepada penduduk kota Khorazim dan Kapernaum, menghentakkan kita untuk memperhatikan bahwa dunia kita juga sedang mengalami kelumpuhan kejujuran sehingga setiap orang tidak mampu berdiri untuk bertobat. PERTOBATAN hanya bisa bertumbuh di dalam diri yang memiliki kerendahan hati dan kejujuran. Kerendahan hati dan kejujuran menjadi kekuatan bagi yang berkehendak baik untuk mengakui kesalahan dan dosa di hadapan Allah dan sesama. PERTOBATAN merupakan buah kejujuran di hadapan Tuhan dan sesama sedangkan kerendahan hati adalah energi hidup yang memampukan kita untuk membuka telinga mistis kita agar bisa mendengarkan SABDA ALLAH, menyesali dan menangisi segala dosa dan kesalahan, untuk membuka diri pada KASIH dan Kemurahan Hati Tuhan; sementara KEJUJURAN DAN PERTOBATAN merupakan kekuatan untuk berlari pada Tuhan dan merangkul Pengamanan Allah YANG PENUH KASIH.

Maka Kita sebagai Murid-murid Kristus, sebagai pewarta Berita Gembira TUHAN hendaknya mendengarkan sapaan Allah, sehingga kita boleh mewarnai hidup kita dengan ornamen iman yakni kerendahan hati, kejujuran, dan PERTOBATAN. Di tengah dunia yang menghalalkan semua cara untuk menggapai segala sesuatu tanpa peduli pada seruan iman, kita diutus untuk membangun Semangat PERTOBATAN, yang mengajak sesama untuk kembali saling mencintai, menghormati dan menghargai, memelihara dan melestarikan alam dan bumi tempat kita berziarah dan pada akhirnya menyembah dan memuliakan Allah. KERENDAHAN HATI, KEJUJURAN DAN PERTOBATAN yang menjadi muatan utama misi kita bertujuan agar: martabat manusia diakui dan dihargai, alam dan bumi dipelihara dan dirawat, Allah semakin dikenal, dicintai, dan dimuliakan.

Sebagai Pengikut Kristus, marilah kita membentengi diri dengan kerendahan hati, kejujuran dan pertobatan agar kita mampu membawa pembaruan dan pertobatan bagi sesama serta lingkungan – masyarakat di mana kita berada. Karena kerendahan hati tak pernah akan dipisahkan dari kemuliaan Salib Kristus, kejujuran adalah jalan menuju kebenaran dan hidup, Pertobatan adalah pilihan utama yang tak tergantikan untuk mencapai keselamatan kekal.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s