Apa Tujuan Hidup Manusia Versi Yesus?

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XXVI, 05 Oktober 2019
Peringatan B. Raymundus dr Kapua, B. Albertus Marcelli
Bar. 4:5-12,27-29; Mzm. 69:33-35,36-37; Luk. 10:17-24

Sahabat-Sahabat Tuhan Ytk!
Salam jumpa lagi di akhir pekan pertama di bulan Oktober 2019. Pertemuan berhikmah kali ini diawali dengan kisah singkat tentang Jose Maurinho karena pesannya membantu kita memahami inti pesan berhikmah Tuhan melalui Injil hari ini. Sebagai pelatih bola kaki, Maurinho bukan bermula dari pemain bola kaki hebat seperti Maradona, dll. Tetapi dia salah satu pelatih tersukses dalam dunia sepak bola sepanjang zaman karena hampir di setiap klub yang ‘ditanganinya’ pasti meraih paling kurang satu trofi.

Ketika ditanya wartawan tentang rahasia di balik kesuksesannya itu, dia mengungkapkan bahwa sebagai pelatih, dia berjuang membawa timnya bukan hanya untuk meraih kemenangan tetapi untuk mengangkat trofi juara kompetisi yang mereka ikuti. Baginya, klub yang menang tak selamanya akan mengangkat trofi juara karena klub itu bisa menang di babak awal tetapi kalah di babak selanjutnya bahkan di final. Tetapi klub yang mengangkat trofi juara sudah pasti berpihak pada klub yang memenangkan semua pertandingan di kompetisi itu. Maka sebagai pelatih, fokus perhatiannya pada tujuan akhir kompetisi yakni juara kompetisi.

Membaca biografinya, kita menemukan satu kebenaran di sana bahwa untuk memperoleh sukses dan kebahagiaan sejati ternyata bukan hanya berkaitan dengan keuletan dan kerja keras, tetapi berkaitan erat juga dengan tujuan yang hendak dicapai. Maurinho membuktikan hal itu dalam kariernya bahwa kalau orang memiliki tujuan yang jelas dan mulia, serta dibarengi dengan kerja keras, keterbukaan belajar dari kelebihan orang lain serta ketabahan menghadapi badai kehidupan akan membuat orang itu bisa meraih impiannya. Maka tak mengherankan dia adalah salah satu pelatih yang paling sering memenangkan trofi dalam sejarah sepak bola karena visi misi dan karakter sukses yang dimilikinya.

Prinsip dan arah perjuangan Maurinho ini menjadi suatu kesaksian yang sinkron dengan ajaran Tuhan melalui Injil hari ini. Ketika para murid-Nya kembali dari karya misi dengan rasa bangga ala dunia mereka karena bisa melakukan hal ajaib bahkan setan-setan pun takluk kepada mereka, Yesus – Sang Guru Kebijaksaan menghantar mereka ke satu titik tujuan yang lebih tinggi dan lebih luhur yakni kebahagiaan kekal di Surga: “Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga” (Luk. 10:20).

Artinya sebagai Sang Jalan, Kebenaran Sejati yang mau menuntun manusia kepada kehidupan dan sukacita kekal, Yesus mau supaya para murid-Nya mengarahkan fokus perhatian mereka pada hal terpenting dan terluhur dalam hidup dan kiprah manusia yakni kebahagiaan kekal. Karena orang bisa saja meraih sukses dan tujuan yang diupayakannya tetapi tidak akan memberikan kebahagiaan sejati kalau itu bukan tujuan sejati yang sesungguhnya.

Francois de la Rochefoucauld, penulis tersohor asal Prancis pada abad ke-17 mengatakan: However brilliant an action may be, it should not be account great when it is not the result of a great purpose (suatu aksi-karya hebat apapun, tak akan terhitung sebagai karya besar bila tidak berlandaskan pada suatu tujuan besar-luhur).

Maka melalui kisah Injil ini, Yesus mengajak kita juga untuk mengarahkan hidup dan kiprah kita pada hal-hal sejati bukan hanya pada tujuan lahiriah duniawi. Senada dengan kebijaksanaan tersebut, Si Jenius Eisntein menasihati kita: if you want to live a happy life, tie it to a goal, not to people or things (kalau mau menghidupi sebuah kehidupan yang membahagiakan maka perlu diarahkan ke suatu tujuan – sejati – bukan pada manusia atau hal materi duniawi.

Tentu perjuangan ini butuh proses sepanjang hidup maka Tuhan memberikan kita juga tips jitu melalui Injil hari ini yakni perlunya mengaktifkan kemampuan indra audio-visual spiritual kita dengan mendengarkan Sabda-Nya dan kepekaan melihat karya Tuhan dalam keseharian hidup kita. Karena ketekunan mengaktifkan dua indera tersebut, kita makin diasah dan perhatian kita semakin diarahkan pada hal-hal luhur sebagai dirancangkan Tuhan demi kebahagiaan kita: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Luk. 10:23-24).

Maka mari kita merenungkan pertanyaan reflektif berikut: ke mana arah tujuan hidup, karya, atau jabatan yang sedang dipercayakan kepada saya ini dan sedang kujalani ini? Hal apa saja yang perlu kulakukan sehingga membantu mengarahkan hidup saya pada tujuan sejati?

Selamat merenung, Tuhan Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup sejati senantiasa menyertai dan membimbing serta memberkati kita selalau dengan anugerah-anugerah-Nya.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

One thought on “Apa Tujuan Hidup Manusia Versi Yesus?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s