Berbuat Baik Itu Sederhana Saja

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XXVII, 07 Oktober 2019
Peringatan SP. Maria, Ratu Rosario
Yun. 1:1-17; 2:10; MT Yun. 2:2,3,4,5,8; Luk. 10:25-37

Dalam perjalanan menuju ke kota dengan menggunakan mobil, kerap kali saya menjumpai pengalaman yang sama. Di tengah-tengah perjalanan saat berada di persimpangan jalan saya sering ditahan oleh seseorang bahkan beberapa orang, yang memberikan tanda/isyarat bahwa mereka hendak meminta tumpangan ke kota. Maklumlah di daerah tempat saya bertugas, angkutan umum yang menuju ke kota hanya ada tiga buah saja. Ada kalanya saya dapat mengenali orang-orang yang meminta tumpangan ini namun seringkali pula saya tidak mengenali mereka sama sekali. Mereka yang kenal pada saya terkadang spontan terlihat malu ketika saya membuka jendela mobil dan mereka menyadari saya (pastor) yang ada di dalam mobil. Biasanya mereka langsung tertawa, meminta maaf karena sudah ‘menghadang’ mobil pastor.

Lain lagi halnya dengan mereka yang tidak mengenal saya. Di dalam mobil mereka biasanya memulai percakapan, mencoba mencari tahu siapa identitas orang yang telah memberi mereka tumpangan. Namun reaksi yang muncul kemudian biasanya sama saja ketika mereka akhirnya mengetahui bahwa yang memberi mereka tumpangan adalah seorang pastor. Mereka merasa segan dan meminta maaf. Pengalaman ini membuat saya diteguhkan untuk berbuat baik dimulai dari hal yang sederhana namun memberi arti pada makna persaudaraan. Apakah saya pernah tergoda untuk menolak memberi tumpangan? Tentu saja. Terkadang saya tergoda untuk menolak memberi mereka tumpangan karena bermacam alasan: takut terlambat menghadiri satu acara, khawatir pada orang yang belum dikenali, atau takut mobil akan kotor ditumpangi oleh orang-orang yang tidak memakai alas kaki dan membawa begitu banyak hasil bumi; dan tak jarang pula orang-orang tersebut membawa ternak berupa ayam yang seringkali bukan hanya membuat mobil kotor tetapi juga bau. Pernah sekali saya menolak memberi tumpangan karena mobil sudah penuh dan tidak ada lagi tempat untuk duduk.

Banyak hal sederhana dalam pengalaman hidup kita yang justru menjadi ujian bagi kita untuk melihat siapakah sesama kita manusia? Sesama kita bukan hanya mereka yang seiman dengan kita, satu paroki dengan kita, keluarga kita atau teman kantor kita. Tetapi sesama kita adalah mereka yang tidak kita kenali sekalipun.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang seorang ahli Kitab datang kepada Yesus untuk mencobai-Nya dan bertanya, “Apa yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” Yesus balik bertanya karena mengetahui orang ini adalah seorang ahli kitab, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kamu baca di sana?” Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Yesus kemudian berpesan, yang juga diperuntukkan bagi kita semua: “Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup”. Tidak berhenti sampai di situ, ahli kitab tersebut masih melanjutkan mencobai Yesus. Lalu, Yesus memberikan sebuah jawaban yang indah dalam perumpamaan tentang Orang Samaria yang murah hati.

Dalam hidup ini, kita kadang berpikir bahwa berbuat baik adalah melakukan hal yang besar, perlu mengorbankan waktu yang banyak, butuh biaya yang besar dan tenaga yang prima. Alhasil perbuatan baik kita hanya terbatas pada mengunjungi orang-orang miskin di daerah pedalaman, mengunjungi mereka di tempat pengungsian karena bencana alam atau sekali setahun memberikan sedekah pada anak yatim piatu di panti asuhan. Semua itu adalah perbuatan baik yang luar biasa besar. Namun kita diingatkan bahwa berbuat baik juga bisa dengan hal yang paling sederhana yang bisa terjadi setiap hari dan bisa kita lakukan setiap saat. Tidak perlu menunggu ada bencana datang baru kita mulai mengumpulkan bantuan. Kita harus belajar menjadi sesama bagi sekitar kita setiap hari, setiap saat, mulai dari hal-hal yang paling sederhana dan kecil.

Kita dapat mulai belajar menjadi sesama bagi lingkungan keluarga kita. Kita dapat mengambil air minum untuk saudara atau orang tua kita yang baru pulang kerja dan terlihat kelelahan, dan memberikan waktu kita untuk mendengar pergumulan hidupnya. Begitupun di lingkungan kerja kita, kita dapat memberi tumpangan bagi mereka yang kesulitan kembali ke rumah; membagikan bekal makanan yang mungkin lebih untuk diri kita sendiri kepada orang lain. Hal-hal yang sederhana ini akan menjadi kebiasaan yang memberi kita energi besar dan penuh sukacita untuk dapat melakukan hal yang lebih besar lagi, misalnya mengunjungi saudara-saudari kita di pedalaman, di tempat pengungsian, di panti asuhan, dan sebagainya. Yesus mengutus kita semua, “Pergilah dan perbuatlah demikian!” (Luk. 10:37).

(RD. Hendrik Palimbo – Pastor Paroki Deri-Toraja, KAMS)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s