Misionaris dalam Pertarungan yang Baik Melawan yang Jahat

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XXVII, 10 Oktober 2019
Peringatan S. Daniel dkk, S. Paulinus dr York, S. Gregorios Penerang
Mal. 3:13-4:2a; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 11:5-13

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo

Para sahabat missioner yang terkasih: Shalom!
Firman Tuhan pada H10 Bulan Oktober ini baik di dalam bacaan pertama maupun di dalam Injil mengundang kita untuk merenungkan tema mengenai pertarungan antara yang baik melawan yang jahat. Kita ditantang untuk menentukan pilihan: berpihak kepada yang baik atau berpihak kepada yang jahat? Pemazmur muncul dengan pewartaan plus pilihan hidup yang diambilnya sebagai bantuan bagi kita untuk membuat pilihan bijak, “Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan!

1. Orang Fasik vs Orang Takwa
Pertarungan antara yang baik melawan yang jahat, dalam nubuat Maleakhi (Mal. 3:13-4:2a) membentuk pribadi manusia yang dikategorikan sebagai “orang-orang takwa/baik,” di satu sisi, melawan “orang-orang fasik/jahat,” di sisi yang lainnya. Oleh karena keberpihakannya kepada nilai yang berbeda, maka nasib yang menanti masing-masing juga berbeda:
• Orang-orang fasik menganggap ibadah kepada Allah sebagai sesuatu yang sia-sia, tidak memberikan keuntungan kepada mereka. Mereka terjebak melihat para pembuat kejahatan hidup makmur, karena itu mereka beralasan bahwa ibadah tidak membawa manfaat ekonomis bagi mereka (Mal. 3:14-14). Orang-orang fasik ini adalah orang-orang tidak beribadah kepada Allah (Mal. 3:18).
• Sementara orang-orang takwa mengalami Tuhan Allah memperhatikan dan mendengarkan doa-doa mereka. Kepada orang-orang takwa ini Tuhan mewariskan sebuah Kitab untuk mereka gunakan sebagai pedoman dalam penghormatan bagi Nama-Nya (Mal. 3:16). Orang-orang takwa ini adalah orang-orang yang taat beribadah kepada Allah (Mal. 3:18).

Pilihan yang berbeda dalam menghayati hubungan dengan Tuhan Allah ini, membuat nasib yang menanti orang-orang inipun berbeda pada akhirnya:
• Orang-orang jahat akan bernasib seperti jerami, dibakar habis sampai ke akar-akarnya dan cabangnya (Mal. 4:1).
• Sementara, bagi orang-orang takwa, Tuhan Allah akan menerbitkan “surya kebenaran, yang sayapnya membawa kesembuhan” (Mal. 4:2).

2. Pemberian Allah vs Pemberian Orang-orang Jahat
Tema tentang pertarungan antara yang baik melawan yang jahat dalam Bacaan Injil hari ini dikemas dalam kisah tentang kepedulian antara dua sahabat. Oleh karena kentalnya persahabatan mereka, maka ketika ada kesulitan di antara mereka, mereka tidak malu-malu untuk meminta pertolongan, dan membantunya dengan ikhlas (Luk. 11:5-8).

Karakter para sahabat yang saling meminta tolong tanpa rasa sungkan, plus saling memberi dengan tulus-ikhlas, kemudian dikenakan kepada karakter Tuhan Allah, dengan nasehat kepada anak-anak Allah supaya juga tidak sungkan atau malu-malu meminta pertolongan kepada Allah. Nasihat untuk memohon pertolongan Allah ini disertai dengan jaminan, dengan dua macam kepastian:
Kepastian experiensial-manusiawi yang mengalir dari hubungan antar manusia , “Karena setiap orang yang meminta, akan menerima, setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu” (Luk. 11:10).
Kepastian providensial-rohaniah, yang mengalir dari karakter atau jati-diri Allah yang murah hati dan penuh kerahiman, “Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, begitu pula Bapamu yang di surga. Ia akan memberikan Roh Kudus kepada yang meminta kepada-Nya” (Luk. 11:12).

Lebih jauh tentang pemberian ini, kita menemukan bahwa sebaik-baiknya pemberian manusia, yang diberikan adalah sesuatu yang lain, yang fisik-material sifatnya. Sementara pemberian dari Allah jauh lebih agung dan mulia. Kepada anak-anak-Nya yang lari mencari pertolongan kepada-Nya, Allah memberikan Roh-Nya sendiri. Jadi, Allah berbagi hidup-Nya, berbagi Roh-Nya kepada orang-orang yang takwa dan taat kepada-Nya!

Permenungan tentang kedua kelompok orang dengan keberpihakan yang berbeda ini, dan tentang wujud pemberian yang datang dari manusia dan yang datang dari Allah ini, kita ditantang untuk menentukan pilihan kita: Berpihak kepada Allah dan menjadi orang yang takwa atau berpihak kepada hal yang duniawi dan menjadi orang yang fasik?

3. Pilihan Pemazmur: “Mengandalkan Allah”
Pemazmur mengawali pujiannya dengan “menganggungkan” kebahagiaan yang diperoleh orang-orang yang taat kepada Allah, dan menegaskan pilihannya “menolak” mengikuti nasihat orang-orang fasik, menolak mengikuti kaum pencemooh dan orang berdosa (Mzm. 1:1). Para sahabat adalah orang-orang yang punya pengaruh kuat terhadap kita. Jikalau kita bersikeras mengikuti mereka, kita bisa saja jatuh ke dalam dosa melawan Allah. Karena itu, terhadap para sahabat, kita juga perlu kritis: apakah relasi dengan mereka menguntungkan atau merugikan iman kita? Sahabat sejati pasti akan berada pada posisi mendukung penghayatan iman kita, bukan menghalanginya!

Seperti Pemazmur, kita dapat memilih untuk mengikuti dengan merenungkan Firman-Nya. Kata “merenung” (meditasi) mengandung makna bahwa sungguh meluangkan waktu untuk membaca, dan merenungkan apa yang kita baca, dan kemudian memohon bimbingan Tuhan tentang bagaimana kita dapat mengatur hidup kita sesuai dengan Firman-Nya.

Langkah Pemazmur untuk mengandalkan Allah dengan mulai dengan membaca, merenungkan Firman-Nya serta menerapkan Firman itu di dalam kehidupan sehari-hari. Semakin seseorang menyukai hadirat Allah, semakin hidupnya akan bermakna. Semakin seseorang mengenal Firman dan hukum-hukum Allah secara lengkap, semakin banyak pedoman hidup yang diperolehnya untuk hidupnya, dan dengan demikian semakin mudah untuk mengambil keputusan untuk berpihak kepada Allah!

Semoga doa-doa para tokoh iman hari ini memampukan kita untuk senantiasa mengandalkan Allah & menjauhi semua bentuk tindak kejahatan, di dalam seluruh kehidupan kita. Amin! (RMG)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s