Tanda Yunus yang Menyelamatkan

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XXVIII, 14 Oktober 2019
Peringatan S. Kallistus
Rm. 1:1-7; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Luk. 11:29-32

Tanda nabi Yunus yang dimaksudkan oleh Yesus salah satunya adalah bagian di mana Yunus tinggal di dalam perut ikan, tiga hari lamanya. Pengalaman yang menggambarkan peristiwa yang terjadi pada diri Yesus yang berada tiga hari lamanya di dalam makam sebelum Ia dibangkitkan oleh Allah. Kebangkitan-Nya yang mengalahkan maut ini merupakan pewartaan tentang Injil Yesus Kristus yang telah dijanjikan Allah dengan perantaraan nabi-nabi dan dalam kitab-kitab suci. Sebuah kesaksian secara sederhana dan langsung, mengenai Allah Bapa yang diwahyukan oleh Yesus Kristus, di dalam Roh Kudus. Dan di dalam Putera-Nya itu, Allah telah mengasihi dunia, sehingga dalam Yesus Kristus, Allah telah menciptakan semua hal dan telah memanggil umat manusia ke dalam hidup kekal (Evangelii Nuntiandi, 26; Rm. 1:2).

Penginjilan juga selalu harus memuat pokok pewartaan yang jelas bahwa dalam Yesus Kristus Putera Allah yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud (menjadi manusia), yang wafat dan bangkit dari kematian, yang menawarkan penebusan kepada segala manusia sebagai suatu karunia rahmat dan belas kasih Allah (EN, 27; Rm. 1:3-4). Pokok-pokok pewartaan ini adalah dasar pernyataan iman kita yang diungkapkan dalam Syahadat Para Rasul.

Lalu siapakah yang harus pergi mewartakan Injil itu? Menurut Rasul Paulus, kita semua telah dipanggil menjadi milik Kristus dan menjadi orang-orang kudus yaitu jemaat Allah yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus dan berkumpul bersama dalam nama-Nya dalam jemaat besar yang percaya kepada-Nya, yaitu Gereja. Seluruh Gereja adalah misioner, dan karya evangelisasi merupakan salah satu tugas mendasar dari Umat Allah (EN, 12; 59).

Tanda Yunus yang lainnya adalah: menghindar dari tugas mewartakan keselamatan kepada bangsanya. Masih banyak orang yang memilih tanda Yunus yang kedua ini dengan berbagai alasan. Mereka belum mau menjawab panggilan Tuhan untuk mewartakan Injil dan mengajak sesamanya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Sebab jika orang mengaku dengan mulutnya, bahwa Yesus adalah Tuhan, serta percaya dalam hatinya, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka mereka akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? (bdk. Rm. 10:9-14).

Hari ini, kita dihimbau untuk mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya kepada kita. Kita diajak bernyanyi mensyukuri perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya bagi kita. Kita bahkan diajak bersorak-sorai dan bermazmur atas keselamatan dan keadilan yang telah dikerjakan-Nya bagi kita. Mari kita lebih bersungguh-sungguh menjawab panggilan-Nya, sebab didasari oleh kasih karunia Allah, kita telah menerima jabatan rasul untuk mewartakan Injil serta menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya sampai segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita (Mzm. 98:1-4; Rm. 1:5).

Jadi, Tanda Yunus yang mana akan anda pilih? (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s