Dari Sampah Menjadi Mutiara di Hadapan Allah

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XXVIII, 17 Oktober 2019
Peringatan Santo Ignasius dari Antiokhia
Rm. 3:21-30; Mzm. 130:1-2,3- 4b,4c-6; Luk. 11:47-54

Shalom! Salam jumpa dalam Kamis yang diberkati ini. Benang merah bacaan Liturgi Harian pada hari ini hendak mengatakan bahwa semua orang terutama ahli-ahli Taurat yang nyata-nyatanya mengerti hukum Tuhan malah tidak menaati, bahkan menghalang-halangi orang lain untuk menaatinya. Maka, sesungguhnya kita harus berharap dan beriman kepada Tuhan Yesus yang karena kasih setia-Nya akan melupakan segala kesalahan kita. Bacaan hari ini seperti sebuah pisau yang menguliti sampai bersih kemunafikan kita dan memurnikan kita di hadapan Tuhan.

Saudari-saudara seiman dalam Tuhan Yesus Kristus, kita semua telah bersalah atau berdosa termasuk juga ahli-ahli Taurat. Siapakah yang dimaksud dengan ahli-ahli Taurat dalam konteks zaman sekarang? Tentu orang-orang yang sudah mengerti hukum-hukum Allah dan ajaran-ajaran Tuhan. Dan orang-orang ini dikatakan bersalah karena telah membaca dan merenungkan Kitab Suci tetapi tidak taat melakukan firman-Nya. Orang-orang yang adalah tipe pendengar dan perenung tetapi tidak menjadi pelaku firman, bahkan orang-orang lain pun dihalang-halanginya. Keberdosaan yang menurut akal manusiawi adalah keberdosaan rangkap dua. Dosa karena tidak melakukan firman-Nya dan dosa karena menghalang-halangi orang lain untuk melakukan firman-Nya.

Sungguh luar biasa kasih setia Tuhan kepada manusia yang berdosa ini. Hanya dengan “percaya” maka kita akan “dibenarkan”. Dibenarkan berarti dianggap benar. Yang salah sudah tidak dilihat-Nya lagi. Yang kelihatan sekarang hanyalah kebenaran. Bagaimana perasaan kita jika mendapatkan diri kita sudah bersih dari dosa? Alangkah sukacitanya kita semua mendapatkan hadiah yang tak ternilai ini. Keadaan seketika berbalik seratus delapan puluh derajat, dari terbuang seperti sampah yang tidak berguna menjadi sebuah mutiara yang diperhatikan dan dikagumi. Syaratnya hanya “percaya” kepada Tuhan Yesus Kristus.

Saudara-saudari yang disayang Tuhan Yesus, seiring dengan perayaan Santo Ignasius dari Antiokhia, kita dapat membaca bahwa Santo Ignasius dari Antiokhia adalah seorang kafir dan diduga turut menganiaya orang Kristen, tetapi di tengah perjalanan hidupnya beliau mengalami pertobatan dan akhirnya menjadi Uskup Antiokhia. Ketika Kaisar Trajanus datang ke kota itu, banyak orang Kristen termasuk Santo Ignasius ditangkap. Maka bertanyalah kaisar kepadanya, “Siapakah engkau, hai orang jahat yang tidak menaati titahku?” Dengan tenang Ignasius menjawab: “Janganlah menyebut jahat orang yang membawa Tuhan dalam dirinya. Akulah Ignasius, pemimpin orang-orang yang sekarang berdiri di hadapanmu. Kami semua pengikut Kristus yang telah disalibkan bagi keselamatan umat manusia. Kristus itulah Tuhan kami dan Ia tetap tinggal dalam hati kami dan menyertai kami. Santo Ignasius menjadi orang yang dibenarkan Tuhan karena dia percaya Tuhan Yesus tetap tinggal dalam hati dan menyertainya. Kalau Santo Ignasius dibenarkan maka kita pun akan dibenarkan karena kita percaya, Tuhan Yesus ada di dalam hati dan menyertai kita.

(Albertus Karel Wunardi – Fasilitator Spiritualitas Kitab Suci Emmaus Journey di Keuskupan Agung Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

One thought on “Dari Sampah Menjadi Mutiara di Hadapan Allah

  1. Bagus. .banyak terjadi dlm realita Sehari-hari.
    Semoga saya semakin yakin bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita sehingga kita bisa jd pembawa berkat bagi banyak orang.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s