Arti dan Peran “Harapan” Bagi Seorang Pengiman Tuhan

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XXVIII, 19 Oktober 2019
Peringatan S. Yohanes de Brebeuf dkk, S. Paulus dr Salib
Rm. 4:13,16-18; Mzm. 105:6-7,8-9,42-43; Luk. 12:8-12

Sahabat-sahabat Tuhan ytk! Kita berjumpa lagi di pekan ke-3 di Bulan Oktober 2019 ini. Kita dituntun Sabda Allah di pertemuan berhikmah ini untuk mendalami topik HARAPAN sebagai satu hal penting yang dibutuhkan dan perlu dimiliki oleh siapa saja dalam mengarungi ziarah hidup ini menuju akhirat nan membahagiakan. MENGAPA TOPIK HARAPAN PERLU DIDALAMI?

Karena hidup adalah sebuah proses menggapai HARAPAN ATAU IMPIAN yang didambakan. Dan siapa saja tentu punya harapan dalam hidupnya akan sesuatu yang hendak diraihnya. Sejarah hidup manusia di atas pentas kehidupan dunia menyadarkan kita bahwa dalam hal perwujudan harapan butuh perjuangan tersendiri karena ada harapan yang bisa kita rancangkan secara baik dan mudah didapatkan dalam perjuangan kita. Tetapi ada harapan yang perwujudannya di luar kendali dan kemampuan manusia.

Petrus sebagai seorang nelayan hebat mengharapkan bisa menangkap ikan yang banyak, namun toh tak bisa menangkap satu ekor pun sekalipun sudah berjuang semalam suntuk. Wanita yang sakit pendarahan mengharapkan kesembuhan namun hanya kesia-kesiaan yang dapatkan meskipun dia sudah mendatangi banyak tabib hebat dan sudah banyak biaya yang harus dikeluarkan. Zakaria dan Elisabet mengharapkan kehadiran anak dalam keluarga mereka namun segala daya-upaya tak membuahkan hasil hingga Tuhan ‘turun tangan’.

Kisah-kisah nyata itu menghantar kita menyadari dan mengakui bahwa ada harapan yang berada di luar daya kotrol dan kemampuan kita. Merenungkan kisah kehidupan kita sendiri, kita menemukan bahwa kita juga kadang bahkan sering mengalami hal-hal tersebut. Karena itu amatlah bijak bila Gereja mengajak kita melalui Sabda Tuhan hari ini untuk mendalami APA ARTI HARAPAN BAGI ORANG SEORANG PENGIMAN TUHAN sebagai garansi keyakinan demi perwujudan IMPIAN atau HARAPANNYA. Dan sangatlah tepat Santo Paulus dalam bacaan I hari ini memilih menampilkan sosok Abraham sebagai contoh bagaimana menaruh HARAPAN PADA TUHAN.

Membaca kisah hidup Abraham di Kitab Kejadian khususnya di bab 11-25, di sana kita temukan banyak kebenaran yang meyakinkan kita mengapa beliau dinobatkan BAPAK ORANG BERIMAN. Ada beberapa alasan mengapa Abraham begitu kokoh dalam menaruh HARAPAN pada penyelenggaraan Tuhan termasuk dalam hal-hal yang berada di luar kemampuan kodrati manusia:

Pertama, Abraham lahir dari satu rumpun keluarga yang mengalami langsung bagaimana Allah membuktikan kebenaran janji keturunan kepada mereka sekalipun dari segi biologis hal itu tidak mungkin lagi terjadi karena faktor usia (Kej. 11:10-26). Sem leluhur mereka mendapatkan Arpakhsad anaknya ketika Sem berusia 100 tahun. Terah ayah Abraham mulai mendapatkan keturunan saat dia berusia 70 tahun. Jadi dari pengalaman sejarah keluarganya, Abraham diyakinkan dan yakin bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Atas dasar inilah beliau menaruh harapannya yang kokoh pada Allah yang sanggup menjadikan dan melalukan segala sesuatu. “Kepada Allah itulah Abraham percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang dengan Sabda-Nya menciptakan yang tidak ada menjadi ada” (Rom. 4:17).

Kedua, Abraham memiliki relasi yang mendalam dengan Tuhan. Dari teks biblis di Kejadian 12-25 tentang dialog-dialognya dengan Tuhan, kita bisa menemukan kedalaman relasi dengan Allah sehingga dia dituntun oleh Roh Allah dalam segala situasi yang dialaminya. Kedalaman relasi dengan Tuhan dan kesediaan memberi ruang bagi tuntunan dan karya Roh Allah dalam diri serta pengalaman-pengalaman hidupnya membentuk Abraham sebagai orang bijak dalam menghadapi situasi hidup yang dialaminya.

Langkah-langkah bijak Abraham: saat para gembalanya berkelahi dengan para gembala Lot; atau terhadap Hagar dan Sara istrinya; juga keteguhan iman akan terpenuhinya janji keturunan dari Allah, menunjukkan bagaimana Abraham seorang sosok yang hidup dalam bimbingan Roh Kebijaksanaan Allah. Kebenaran kata-kata peneguhan Yesus dalam Injil hari ini sungguh terbukti dalam hidup Abraham khususnya di saat-saat dia mengalami situasi sulit dalam hidupnya: Sebab pada saat itu Roh Kudus akan mengajarkan kepadamu apa yang harus kamu katakan.

Hal-hal inilah yang semakin membentuk diri dan kepribadiannya sebagai seorang yang beriman teguh pada Tuhan, menaruh harapan kokoh pada Allah sebagai garansi asa baginya baik pada hal-hal kondrati maupun adikodrati. Dia juga menjadi sosok yang baik hati, murah hati, penuh belas kasih dan perhatian kepada sesama sebagai ekspresi kasih dari hatinya yang mengalami karya kasih Allah dalam hidupnya.

Mari kita renungkan dua hal tersebut dalam konteks hidup kita. Kiranya semangat hidup Abraham ini menginspirasi kita juga untuk senantiasa menaruh harapan pada Allah yang Mahakuasa dan mengambil sikap mau mengikuti bimbingan Roh Allah dalam diri dan hidup kita. Tuhan yang telah memberkati Abraham pasti memberkati kita juga karena kita pun mengimani Tuhan yang satu dan sama. Amin.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s