Tinggalkan Pelabuhan, Berlayar dan Tebarkan Jalamu!

Angelus: Sinode untuk Amazon “bertolaklah ke tempat yang dalam”
Paus Fransiskus merenungkan Sinode untuk Wilayah Pan-Amazon yang diakhiri dengan perayaan Misa Kudus di Basilika Santo Petrus pada hari Minggu pagi.

Sebelum mendaraskan doa Angelus hari Minggu ini, Paus Fransiskus berkomentar mengenai Bacaan Misa penutup untuk Sidang Khusus Sinode para Uskup untuk Wilayah Pan-Amazon, dan bagaimana hal itu berhubungan dengan Sinode itu sendiri.

Mendengarkan tangisan orang miskin
Bacaan pertama dari Kitab Sirakh, mengingatkan kita tentang titik awal perjalanan Sinode, Paus berkata: doa orang miskin, yang “akan mencapai awan” karena “Allah mendengarkan doa orang yang dianiaya”.

“Tangisan orang miskin, bersama dengan tangisan bumi, sampai kepada kita dari Amazon”. Setelah tiga minggu Sinode ini, “kita tidak dapat berpura-pura tidak mendengarnya”, dan kita tidak dapat tetap acuh tak acuh.

Bergerak maju bersama
Paus Fransiskus melanjutkan dengan menggambarkan Sinode itu sendiri sebagai “perjalanan bersama, dihibur oleh keberanian dan penghiburan yang datang dari Tuhan”. Waktu untuk mendengarkan dan melayani dengan tulus, “mengalami keindahan yang berasal dari bergerak maju bersama”.

Dalam bacaan kedua, Santo Paulus menyatakan keinginan terakhirnya: bukan sesuatu untuk dirinya sendiri tetapi untuk Injil, “sehingga dapat diberitakan kepada semua bangsa”. Ini yang terutama dan lebih penting dari segalanya.

Menjelajah ke tempat dalam
Sinode bertanya bagaimana membuka jalur baru untuk proklamasi Injil. Hanya apa yang kita jalani yang bisa kita nyatakan. Untuk hidup sesuai dengan Injil, “kita harus dapat melampaui diri kita sendiri”.

Sinode diinspirasi untuk menjelajah ke tempat dalam, “untuk meninggalkan pelabuhan kita yang aman”, dan memasuki “lautan terbuka di mana Roh mengundang kita untuk menebarkan jala kita”.

Bunda Kita Ratu Amazon
Paus Fransiskus mengakhiri dengan menyebut Bunda Maria sebagai Ratu Amazon. Dia “menginkulturasi” dirinya sendiri, dan dengan “keberanian rendah hati seorang Ibu, dia menjadi pelindung anak-anaknya, pembela kaum tertindas”.

Padanya, kita titipkan anak-anak yang paling miskin dan rumah kita bersama.

27 Oktober 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s