Karya Allah Akan Selalu Nyata Bagi Orang Beriman

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XXX, 29 Oktober 2019
Peringatan Beato Mikael Rua, Im
Rm.8:18-25; Mzm.126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Luk.13:18-21

Yesus kembali mengatakan sebuah perumpamaan, kali ini tentang biji sesawi dan ragi. Pernah melihat biji sesawi? Sangat amat kecil, taburlah di tanah yang baik maka biji yang kecil ini akan bertumbuh menjadi pohon yang besar. Menjadi tempat burung-burung bersarang dan menjadi tempat berteduh bagi makhluk hidup lainnya.

Ragi jika dicampurkan ke dalam tepung terigu, akan mengembang, kemudian diolah, dimatangkan dan bisa disajikan menjadi roti yang lezat. Orang yang menjadi ragi dalam masyarakat/lingkungan, diapun mampu menumbuhkan hal baik, mengubah dan mengembangkan suasana baru yang baik dan berguna bagi masyarakat/lingkungan di sekitarnya.

Biji sesawi dan ragi, meskipun kecil, ada kekuatan yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan secara luar biasa. Kekuatan apa? Dari mana kekuatan itu datang? Dari Allah, kekuatan itu adalah karya Allah. Allah berkarya, meski tak tampak tetapi hasilnya nyata. Perumpamaan ini menjadi gambaran Kerajaan Allah yang hadir di tengah dunia, kuasa Allah turun ke dunia.

Bahkan kuasa Allah turun atas kita semua, orang beriman. Pernahkah kita mengalami peristiwa hidup di mana kita merasa lonely mungkin usaha bangkrut, teman-teman hang-out satu persatu pergi meninggalkan, hobby travelling pun harus ditinggalkan, dsb, dsb. Orang beriman janganlah putus-asa jika harus kehilangan semua hal duniawi. Biarkan kuasa Allah turun menumbuhkan hidup beriman kita, seperti si pemungut cukai yang dibenarkan Allah dan seperti orang-orang yang terus berusaha menjamah Dia untuk dapat menerima kuasa-Nya.

Yesus pernah berkata: “…sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini…” [Luk. 17:6]; “…sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini…” [Mat. 17:20].

Belajar melihat segala peristiwa hidup dalam kacamata iman. Mungkin bukan mau-ku, tetapi percaya semua yang terjadi adalah mau-MU. Belajar menyadari dibalik sebuah kesuksesan tidak semata karena kehebatanku, tapi ada kuasa-MU yang bekerja. Dalam hidup kita selalu harus terbuka pada karya Allah, biarkan campur tangan Tuhan selalu hadir dalam hidup kita.

Zaman now, kehidupan dunia modern, generasi milenial mungkin lebih banyak orang mengabaikan campur tangan Tuhan. Prestasi di sekolah, dunia karir sering dirasakan sebagai hasil usaha/jerih payahnya sendiri. Kemajuan teknologi menjadi salah satu pendukung, orang tidak lagi merasakan karya Allah dalam kehidupannya. Semua serba cepat, praktis, instan dan akurat.

Hari ini Gereja memperingati Beato Mikael Rua yang lahir pada 9 Juni 1837 di Voldocco. Turino. Sejak usia 8 tahun, ayahnya meninggal, dia mengikuti Don Bosco hingga ditahbiskan sebagai imam pada tanggal 29 Juli 1860 di Caselle, kemudian menjadi Vikaris membantu Don Bosco. Setelah kematian Don Bosco, Don Rua melanjutkan memimpin serikat Salesian Don Bosco yang berkembang dengan baik selama kepemimpinannya. Meskipun dalam keadaan sakit, dia tetap melayani dengan penuh semangat sampai pada hari kematiannya tanggal 6 April 1910. Don Rua dinyatakan oleh Gereja sebagai Hamba Tuhan, hidupnya senantiasa bergantung kepada Tuhan, membiarkan karya Allah yang memimpin dirinya.

Tetaplah membuka hati, mohonlah rahmat Allah senantiasa hadir dalam diri, keluarga, karya dan pelayanan kita. Lakukanlah hal yang dibenarkan Allah agar Kerajaan Allah hadir selama hidup kita dan kelak kita pun dikaruniai mahkota kebenaran di surga.

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s