Berdialog untuk Sebuah Kedamaian

Paus mendesak warga Irak untuk melakukan dialog, ketika ratusan orang tewas dalam protes
Paus Fransiskus menyerukan kepada semua warga Irak untuk mengejar jalan dialog dan rekonsiliasi dalam mencari solusi, setelah hampir satu minggu terjadi protes anti-pemerintah baru, yang telah menewaskan ratusan orang.

Setidaknya 250 orang tewas di seluruh Irak sehubungan dengan protes anti-pemerintah besar-besaran selama bulan Oktober.

Pada hari Senin, orang-orang bersenjata bertopeng membunuh 18 pengunjuk rasa dan melukai lebih dari 800 lainnya di kota suci Syiah Karbala. Para pengunjuk rasa mengatakan mereka tidak yakin apakah orang-orang bersenjata itu pasukan khusus, polisi anti huru hara, atau milisi yang didukung oleh Iran.

Dialog dan rekonsiliasi
Paus Fransiskus mengirimkan pemikirannya kepada semua warga Irak pada hari Rabu dan mengimbau pemerintah dan pengunjuk rasa untuk menempuh jalur dialog. Paus berbicara di akhir Audiensi Umum mingguan.

“Ketika saya menyatakan belasungkawa saya untuk para korban dan kedekatan saya dengan keluarga mereka dan mereka yang terluka, saya mengundang para pihak berwenang untuk mendengarkan seruan orang-orang yang memohon kehidupan yang bermartabat dan damai.”

“Saya mendesak semua warga Irak, dengan dukungan dari komunitas internasional, untuk mengejar jalur dialog dan rekonsiliasi dan untuk mencari solusi yang tepat bagi tantangan dan masalah negara.”

Paus Fransiskus juga meyakinkan orang-orang di negara itu akan doanya yang berkelanjutan agar mereka “dapat menemukan kedamaian dan stabilitas setelah bertahun-tahun mengalami perang dan kekerasan, yang telah membuat mereka sangat menderita.”

“Di mana kekayaan Irak?”
Uskup Shelmon Warduni, Presiden Caritas Irak, menyuarakan penghargaannya untuk permohonan Paus, dalam sebuah wawancara dengan Radio Vatikan.

Uskup auksilier emeritus Baghdad meminta para pemimpin Irak untuk berhenti melindungi kepentingan mereka sendiri dan “kantong mereka sendiri” dan memikirkan nasib warga negara mereka yang diperlakukan dengan buruk.

Paus mendesak masyarakat internasional untuk memperhatikan orang-orang miskin “yang telah belajar dengan sungguh-sungguh namun tidak dapat menemukan pekerjaan.”

Uskup Warduni mengatakan rakyat Irak memprotes untuk menuntut hak-hak mereka dihormati oleh “pemerintah yang mengeksploitasi rakyatnya sendiri.”

“Bagaimana mungkin Irak bisa menjadi begitu kaya – sangat kaya – tetapi orang-orang masih dipaksa untuk menangis karena pekerjaan?”

“Di mana uang Irak? Di mana kekayaan Irak? “

Korupsi melahirkan ketidakpuasan
Ketidakpuasan yang meluas atas kesulitan ekonomi dan korupsi memicu gelombang pertama protes pada awal Oktober, di mana 149 orang tewas. Gelombang kedua demonstrasi anti-pemerintah dimulai pada hari Jumat. Setidaknya 73 orang telah meninggal sejak itu.

Kerusuhan berpusat di daerah mayoritas Syiah, dan sebagian besar kemarahan tampaknya ditujukan pada partai-partai politik dan milisi Syiah, yang sering didukung oleh negara tetangga Iran.

30 Oktober 2019
Oleh: Devin Watkins
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s