Audiensi Paus: Roh Kudus dan kuasa Injil yang tidak dibelenggu
Paus Fransiskus selama Audiensi Umum mengatakan bahwa Roh Kudus adalah protagonis dari misi Gereja.
Meskipun para peziarah dan turis memiliki payung saat menantikan Audiensi Umum hari Rabu, gerimis singkat yang turun di Lapangan Santo Petrus kemudian berhenti digantikan langit yang cerah ketika Paus Fransiskus merenungkan katekese yang berkelanjutan mengenai Kisah Para Rasul.
Paus mengatakan pada orang-orang yang berkumpul bahwa dalam kisah ini, kita dapat melihat bagaimana “Roh Kudus merupakan protagonis misi Gereja: Dialah yang membimbing perjalanan para penginjil, yang menunjukkan kepada mereka jalan yang harus diikuti.”
Perjalanan misionaris St. Paulus
Paus mencatat bahwa hal ini dapat dilihat dengan jelas ketika Rasul Paulus, setelah datang ke Troas, menerima sebuah visi yang memintanya untuk pergi ke Makedonia dan membantu orang-orang di sana.
Rasul, tidak ragu-ragu; ia pergi ke Makedonia, yakin bahwa Allah sendirilah yang mengutusnya, dan ia tiba di Filipi.
Peralihan Lidia
Paus menjelaskan kepada mereka yang hadir bahwa kuasa Injil terutama ditujukan kepada para perempuan Filipi, khususnya Lidia, seorang pedagang yang menjual pewarna ungu, dan yang beriman kepada Tuhan, yang Tuhan buka hatinya “untuk mematuhi kata-kata Paulus”.
Lidia dalam kenyataannya, “menyambut Kristus dengan menerima Baptisan bersama keluarganya dan menyambut mereka yang menjadi milik Kristus, menampung Paulus dan Silas di rumahnya. Di sini kita memiliki saksi tentang kedatangan agama Kristiani di Eropa: mulai dari proses inkulturasi yang masih berlangsung sampai sekarang.”
Paus kemudian menjelaskan bagaimana, setelah mendapatkan keramahtamahan di rumah Lidia, Paulus dan Silas kemudian harus berhadapan dengan kerasnya penjara. Mereka beralih dari penghiburan akibat pertobatan Lidia serta keluarganya, ke desolasi penjara yang terkunci, karena mereka telah menyembuhkan seorang budak perempuan dalam nama Yesus.
Berbicara tentang belenggu, Paus mengatakan bahwa tuan dari budak ini menghasilkan banyak uang dengan membuatnya meramalkan keberuntungan orang-orang.
Bahkan hari ini, “ada orang-orang yang mau membayar untuk ini” Paus mengenang di keuskupannya dulu, di sebuah taman yang sangat besar, ada lebih dari 60 meja tempat para peramal membaca telapak tangan dan orang-orang percaya serta mau membayar untuk itu.
Penjara dan pembaptisan tahanan
Dengan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, “Paulus dan Silas dibebaskan dari rantai mereka karena gempa bumi yang tiba-tiba. Hal ini mendorong kepala penjara mereka bertanya bagaimana agar diapun dapat diselamatkan, dan setelah mendengar firman Tuhan, diapun menerima baptisan bersama-sama dengan keluarganya.”
Mengakhiri katekesenya, Paus menggarisbawahi bagaimana “dalam peristiwa-peristiwa ini kita melihat pekerjaan Roh Kudus dan kuasa Injil yang tidak dibelenggu.
30 Oktober 2019
Oleh: Lydia O’Kane
Sumber: Vatican News
