Misi Berarti Keluar dari ke-AKU-an untuk Mengasihi

Renungan Harian Misioner
Rabu Biasa XXXI, 06 November 2019
Peringatan S. Nuno Pereira, S. Leonardus dr Noblac
Rm. 13:8-10; Mzm. 112:1-2,4-5,9; Luk. 14:25-33

Dalam Injil hari ini, Tuhan mengingatkan bagaimana caranya agar kita semua dapat menjadi murid Yesus yang sesuai dengan kehendak-Nya. Jalannya antara lain adalah dengan memikul salib, mengikuti-Nya dan melepaskan diri dari segala milik kita, bahkan membenci ayah-ibu dan saudara-saudari kita (Luk. 14:2-33). Hmm, apakah semua itu harus dilakukan secara harafiah apa adanya? Tentu tidak, maksud Yesus adalah agar kita belajar menyangkal keinginan diri sendiri dan melepaskan segala hal yang menghalangi kita dalam melaksanakan kehendak Tuhan dan hukum-hukum-Nya. Dengan mengikuti ajaran-Nya kita akan membuktikan bahwa kita adalah murid-Nya.

Seorang murid yang baik, akan menaati perintah Gurunya. Dan Yesus juga mengajarkan bahwa yang baik, hanya Allah saja (bdk. Luk. 18:18-19). Maka menjadi murid atau orang yang baik adalah menjadi orang yang memiliki kualitas yang dimiliki Allah, Dialah ukuran kebaikan kita. Sebagaimana Allah yang adalah Kasih, maka ciri-ciri orang yang baik ialah mereka yang menaruh belas kasih kepada sesamanya, yang melakukan segala urusan dengan sewajarnya, dan yang sangat suka kepada segala perintah Tuhan, karena ia sungguh-sungguh orang yang takut akan Tuhan (Mzm. 112:1,5).

Salah satu tugas utama seorang murid ialah: menghadirkan Kristus kepada sesamanya. Suatu ajakan untuk pro-aktif dalam kegiatan misi mewartakan Kristus, yang sesuai dengan perintah, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku!” Yesus sendiri memberi teladan dengan mengajarkan segala yang baik kepada kita, sekalipun kita belum berbuat apa-apa demi kemuliaan-Nya. Mewartakan Kristus kepada sesama harus berdasarkan belas kasih yang timbul dari dalam diri setiap murid yang telah lebih dulu merasakan kasih karunia Allah melimpah dalam hidupnya. Suatu perbuatan karena kerinduan agar mereka juga merasakan kebaikan Allah yang menyelamatkan, bukan karena kita berhutang kepada mereka atau karena ingin membalas kebaikan mereka. Kasih Allah yang melimpah dalam diri kitalah yang memampukan kita untuk mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Kasih yang menghantar kita memenuhi kehendak dan hukum-hukum-Nya (Rm. 13:8-10).

Dom Helder Camara, seorang Uskup Agung dari Brasil, adalah salah satu tokoh Katolik yang berpengaruh pada abad ke-20. Dalam sebuah tulisannya tentang Misi ada beberapa kalimat yang mengingatkan kita akan bacaan-bacaan hari ini, khususnya dalam melaksanakan misi mewartakan Kristus kepada sesama kita: “Misi berarti meninggalkan, pergi, melepas segala sesuatu, keluar dari diri sendiri; Misi berarti berhenti berkisar pada diri sendiri; Di atas semua itu, Misi berarti membuka diri sendiri bagi sesama, sebagai saudara dan saudari, menemukan mereka, menjumpai mereka. Dan jika, untuk menemukan mereka dan mencintai mereka perlu menyeberangi lautan dan terbang mengarungi cakrawala, maka Misi berarti pergi sampai ke ujung dunia.”

Sudahkah kita memecah dinding keegoisan yang memenjarakan kita dalam ke-AKU-an kita? (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dialog dan Rekonsiliasi di Timur Tengah: Semoga semangat berdialog, bekerjasama dan rekonsiliasi tumbuh di wilayah Timur Tengah, di mana beragam komunitas agama dapat saling membagikan hidup dalam kebersamaan mereka. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Doa para lansia: Semoga para lansia tetap mampu memaknai hidupnya dan menjadi teladan karena mau berdoa dan terus belajar berdoa bagi kebutuhan Gereja dan Masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami semakin menghayati Kristus sebagai Raja mereka serta mengikuti jejak-Nya bertindak bijaksana dalam mewartakan Kabar Gembira dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s