Paus Fransiskus menyampaikan undangannya kepada seluruh umat yang hadir di Lapangan Santo Petrus pada waktu Angelus Minggu pertama Adven, 1/12/19. Beliau menjelaskan, “agar kita tidak mengikuti jalan keegoisan diri yang dapat memicu peperangan dan konflik
Kota Vatikan – “Bangkitlah, bersiap-sedialah untuk menyambut kedatangan Yesus” demikian yang diungkapkan Paus Fransiskus dalam Angelus, 1/12. Beliau mengingatkan bahwa, “Adven adalah waktu yang istimewa” untuk menyambut Kristus, Sang Raja Damai yang akan menunjukkan jalan-jalan Tuhan.”
“Berjaga-jaga bukan berarti mengarahkan pandangan dengan mata terbuka ke segala arah, namun berjaga-jaga berarti mempunyai hati yang bebas, terbuka serta mengarahkan hati ke arah yang benar, bersedia memberi diri untuk melayani sesama. Itulah yang dimaksud dengan berjaga-jaga”, kata Paus Fransiskus. Selanjutnya beliau mengatakan, “Kita harus bangun dari tidur. Tidur dari ketidakpedulian, kesombongan, ketidakmampuan untuk membangun hubungan manusia yang sejati, ketidakmampuan untuk menghibur saudara yang kesepian, yang ditinggalkan atau yang sakit.”
“Kesiapsediaan itu pertama-tama “mengagumkan” di hadapan hadirat Tuhan. Hal ini memberikan keutamaan kepada Tuhan, dan secara konkret, membiarkan diri ditantang oleh kebutuhan orang lain, tanpa menunggu orang lain meminta bantuan. Kita belajar seperti yang Tuhan selalu lakukan, senantiasa siap menolong,” Paus Fransiskus menggarisbawahi kata-katanya.
Berjalan dengan penuh Iman menuju Kristus, sampai akhir
“Dalam empat pekan Liturgi ini kita mempersiapkan Natal,” tegas Paus Fransiskus. Beliau mengingatkan kita, bahwa Tuhan datang ke dalam hidup kita setiap hari dan kepada-Nya lah kita akan kembali: ini sebuah kepastian, yang menuntun kita untuk “melihat dengan percaya diri dan penuh harapan” seperti yang diungkapkan oleh nabi Yesaya dalam bacaan pertama Misa hari ini. Bahkan, Yesaya menubuatkan bahwa pada akhir zaman orang-orang akan berduyun-duyun naik ke Gunung Tuhan, Rumah Allah Yakub dan, setelah Inkarnasi, Yesus sendiri menyatakan dirinya sebagai “tempat persembahan sejati”, yang menarik semua orang untuk datang kepada diri-Nya sendiri. Karena itu, “visi yang luar biasa” Yesaya menuntun kita untuk memiliki “sikap ziarah”, sebuah perjalanan menuju Kristus, “makna dan akhir dari semua sejarah”.
Egoisme Menghasilkan Perang dan Konflik
Dalam Angelus, Paus Francis secara konkret menunjukkan jalan yang harus diambil:
Ada begitu banyak orang-orang yang lapar dan haus akan keadilan, mereka dapat menemukannya hanya dengan mengikuti jalan Tuhan; sementara kejahatan dan dosa datang dari fakta bahwa individualisme dan kelompok sosial lebih suka mengikuti jalan yang diarahkan oleh kepentingan pribadi (egoisme), yang menyebabkan konflik dan perang.
Mengakhiri Angelus, Paus Fransiskus mengarahkan hati dan pikiran kepada Bunda Maria katanya, “Bunda Kebijaksanaan dan Bunda Pengharapan, bantulah kami untuk mengarahkan hati kami kepada Yesus Putramu.”
Yohana Halimah, SRM
Sumber : Angelus, 1/12/2019.
