Dipulihkan karena Iman yang Optimistis

Renungan Harian Misioner
Jumat Adven I, 06 Desember 2019
Peringatan S. Nikolaus dr Myra
Yes. 29:17-24; Mzm. 27:1,4,13-14; Mat. 9:27-31

MISI: Menghiasi Penantian Kita dengan Harapan Pasti dan Iman yang Kokoh di Hadapan Allah Pemberi Pengharapan yang Tak Terbatalkan Serta Kasih Tuhan Yang Menyembuhkan.

Ketika kita merenungkan seruan Yesaya, serta pertanyaan Yesus dalam Injil Matius hari ini, maka gerak Spiritualitas kita dituntun menuju dua kekuatan utama yakni Iman dan Harapan. Nabi Yesaya menegaskan bahwa Allah bukan saja mengecam kelaliman dan kecongkakan manusia melainkan juga memberi Harapan dan Optimisme kepada mereka yang rendah hati dan menderita serta terus merindukan kuasa, kasih dan kekuatan ALLAH. Sementara Yesus mau mengetahui dengan pasti apakah mereka yang menderita dan yang mengalami kesulitan – yang diwakilkan oleh kedua orang buta itu – betul percaya dan beriman pada-NYA atau berada dalam keraguan.

Yesaya bukan saja mengajak bangsa Israel untuk melihat tindakan ALLAH yang menyembuhkan dan menyelamatkan tetapi juga ALLAH yang menjamin kepercayaan bangsa Israel dengan memberi harapan yang tak terbatalkan. Bagi mereka yang lemah, menderita, miskin dan yang penuh penyerahan diri pada ALLAH dipulihkan, disembuhkan dan diselamatkan. Namun bagi mereka yang arogan, congkak dan perancang kejahatan akan dibinasakan.

Sementara YESUS hadir dengan sebuah tuntutan bahwa setiap orang yang memiliki harapan di hadapan Tuhan harus memiliki iman. Iman yang optimis merupakan tuntutan YESUS bagi para pengikut-NYA. Bagi mereka yang mau bersandar pada-Nya dan meminta pertolongan-NYA, hendaknya berpegang juga pada CREDO SINGKAT dari dua orang buta tadi: “Ya Tuhan, kami percaya”.

Di tengah dunia yang sedang dilanda gelombang penderitaan ini, tidak sedikit orang yang mengalami kelumpuhan iman dan cengkeraman pesimistis. Iman dan Optimisme disingkirkan oleh kecongkakan, kuasa dan harta. Sehingga semua pencapaian yang membutuhkan proses yang benar, baik, jujur dan berkekuatan kasih digeser oleh tindakan instan, yang tidak memberi kesempatan dan ruang bagi proses dan harapan, serta bagi Iman dan Kasih.

Saudara-saudariku sekalian, gaung seruan YESAYA dan gema pertanyaan YESUS pada hari ini mengajak kita untuk melakukan beberapa tindakan penting dalam Masa Adven ini, yakni:
Memperkokoh Harapan kita pada Tuhan karena DIA-lah Sumber Harapan Kita. Penantian kita semakin tidak berarti ketika kita dilanda erosi optimisme.

Kerinduan bersandar pada Tuhan. Hanya orang-orang sederhana, rendah hati, miskin dan memiliki masalah namun tetap ber-Iman akan mengalami Kebaikan, Pemulihan dan Keselamatan dari TUHAN. Menantikan Kedatangan TUHAN akan sungguh membawa pemulihan jika kita mau meletakkan semua persoalan hidup kita di dalam Telapak Tangan TUHAN yang setia menolong.

Mempertahankan iman dan kepercayaan. Menantikan Kedatangan Tuhan berarti memacu kecepatan denyutan iman dan kepercayaan kita. Oleh iman dan kepercayaan itu kita merindukan dan membutuhkan Kasih TUHAN. Maka Masa Penantian merupakan sebuah kesempatan terindah bagi kita untuk terus merefrein lantunan ini: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud, kasihanilah kami ya TUHAN”.

Dengan demikian Tugas dan Misi kita sebagai anggota Gereja KRISTUS adalah: memberi pengharapan bagi mereka yang pupus dan kerdil asa; berbagi pengalaman iman dengan mereka yang sedang ditimpa kebimbangan dan kegoncangan iman; menghadirkan kasih yang sejati bagi mereka yang sedang diterpa gelombang penderitaan dan merasa jauh dari kasih sesama serta kasih TUHAN. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s