Percakapan yang Berdampak Keselamatan

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Adven II, 09 Desember 2019
HARI RAYA SP. MARIA DIKANDUNG TANPA NODA
Kej 3:9-15,20; Mzm 98:1, 2-3ab, 3c-4; Ef 1:3-6, 11-12; Luk 1:26-38

Saudari saudara yang terkasih di dalam Tuhan. Shalom. Hari ini Gereja memperingati hari raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Bacaan liturgi hari ini mengisahkan dua percakapan, pertama: seorang perempuan (Hawa) dengan binatang paling cerdik (ular) dan kedua: seorang dara, Maria, dengan malaikat Gabriel. Ada benang merah yang hendak diambil dari bacaan-bacaan tersebut sehingga Gereja memakainya sebagai bacaan-bacaan suci pada hari ini. Kata “percakapan” di sini mempunyai arti yang lebih mendalam daripada sekedar obrolan belaka. Percakapan ini berujung dengan sebuah keputusan yang berdampak besar di kemudian hari. Marilah kita kupas satu per satu agar kita memahami dampak dari percakapan-percakapan tersebut.

Percakapan Hawa dengan ular (Kej. 3:9-15, 20)
Dikisahkan Hawa terlibat percakapan dengan ular. Bermula dari pancingan ular membuka percakapan, “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” (ay. 1). Ular mempunyai sifat cerdik. Ia sebenarnya tahu bahwa tidak semua pohon dilarang oleh Tuhan. Hanya sebuah pohon yang dilarang. Tetapi ular ingin menggiring Hawa agar mengatakan semua buah di dalam taman ini boleh dimakan kecuali buah yang ada di tengah-tengah taman karena jika dimakan maka ia akan mati (ay. 3). Di titik inilah ular kemudian dapat mengatakan kepada Hawa bahwa ia tidak akan mati melainkan akan mengetahui tentang baik dan jahat (ay. 4, 5). Kata baik dan jahat adalah suatu istilah baru yang masih asing di telinga Hawa karena dia masih suci. Karena percakapan inilah perempuan itu jatuh ke dalam dosa dan menyebabkannya akan susah payah mengandung serta kesakitan saat melahirkan (ay. 16). Perempuan itu diberi nama Hawa sebab dialah yang menjadi ibu dari semua yang hidup (ay. 20). Bisa kita lihat, buah percakapan perempuan itu menyebabkan manusia jatuh dalam dosa dan putusnya hubungan dengan Allah (mati).

Percakapan Maria dan malaikat Gabriel (Luk 1:26-38)
Seorang dara bernama Maria terlibat percakapan dengan malaikat Gabriel, yang dibuka dengan, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (ay. 28). Maria heran dan bertanya-tanya di dalam hati (ay. 29). Apa artinya dikaruniai Tuhan dan Tuhan menyertai? Bagi orang Yahudi, kalau Tuhan menyertai itu sungguh anugerah yang luar biasa besar dan tentunya akan membuatnya bertanya, siapakah aku ini di mata Tuhan? Namun dalam ketidakmengertiannya Maria tetap diam mendengarkan perkataan Gabriel. Ia bertambah bingung ketika diberi tahu bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan anak Allah dan Bayi itu akan dikaruniai menjadi Raja atas bangsa-Nya (ay. 31-33). Alih-alih memikirkan apa akibatnya kalau ia mengandung tanpa suami, Maria malah bertanya, bagaimana mungkin ia mengandung padahal ia belum bersuami? (ay. 34). Gabriel menjelaskan bahwa Roh Kudus akan turun kepada Maria, dilanjutkan dengan sebuah informasi tidak masuk akal bahwa Elisabet yang disebut mandul itu juga sedang mengandung. Maria dengan ketaatan iman menanggapi dengan kalimat, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (ay. 38).

Buah dari percakapan Maria dan malaikat Gabriel adalah keselamatan manusia. Maria menjalani kodratnya sebagai Hawa dalam melahirkan Anaknya, ia mendapat sebutan ibu dari semua yang hidup, di mana Maria menyempurnakan kehidupan bukan dalam arti jasmani saja tetapi juga rohani. Hidup di dalam percaya kepada Yesus, Puteranya dan Putera Allah. Sebab barang siapa yang percaya kepada Yesus akan memperoleh hidup.

Dari bacaan pertama dan Injil, kita dapat melihat betapa sebuah percakapan dapat berdampak besar. Hawa jatuh dalam dosa karena percakapan dengan ular sehingga semua manusia pun berdosa, sebaliknya Maria membawa kehidupan kepada manusia karena Anak yang dikandungnya adalah Sang Juruselamat. Hawa menuruti ucapan ular dan memakan buah yang dilarang Tuhan sedangkan Maria menaati perkataan malaikat Gabriel. Yang satu berakibat dosa dan yang lain berakibat keselamatan. Maria adalah Hawa yang kedua dalam sejarah hidup manusia.

Saudari saudaraku yang dikasihi Tuhan. Marilah kita meneladani Bunda Maria meski kita semua tidaklah seistimewa Bunda Maria. Kita dapat meneladaninya dalam hal iman akan Tuhan, kesabaran dan ketenangannya dalam diam merenungkan semua misteri hidupnya, meskipun ia tidak mengerti ia berani mengambil keputusan demi kebaikan banyak orang. Terpujilah Tuhan sepanjang segala masa.

(Albertus Karel Wunardi – Fasilitator Spiritualitas Kitab Suci Emmaus Journey di Keuskupan Agung Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s