Misionaris Melanjutkan Pewartaan Para Nabi & Pemazmur

Renungan Harian Misioner
Kamis Adven II, 12 Desember 2019
Peringatan SP. Maria Guadalupe
Yes. 41:13-20; Mzm. 145:1,9,10-11,12- 13ab; Mat. 11:11-15

Para sahabat misioner, Shalom! Sepanjang Masa Adven, Firman Tuhan selalu mengingatkan kita supaya mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan. Ia telah datang sebagai IMANUEL dalam wujud manusia. Untuk kedatangan ini, persiapan kita adalah untuk merayakan peringatan kelahiran-Nya. Ia juga akan datang kembali pada zaman akhir. Dan untuk ini, persiapan kita adalah untuk menyambut kedatangan-Nya, yang baru akan berlangsung pada hari-hari yang akan datang. Dan di antara itu, Tuhan kita Yesus Kristus juga datang dan menghadirkan diri kepada kita pada saat-saat sekarang ini. Inilah kedatangan yang antara lain terwujud lewat Firman-Nya, ketika dibacakan, dihayati dan diwartakan. Ia juga datang dalam wujud lain, yaitu Ekaristi, ketika Tubuh dan Darah-Nya Dia berikan demi hidup dan keselamatan kita. Kita telah merenungkan hal ini pada tgl 5 Desember 2019.

Ketika memasuki H/12 Tahun Liturgi A/II pada hari ini, Firman Tuhan menegaskan tentang apa yang dikerjakan Allah pada saat kedatangan-Nya, dan apa yang perlu dibuat oleh umat manusia untuk menyambut Allah yang akan datang dengan aneka tindakan-Nya itu.

1. Tindakan Allah bagi Umat-Nya
Nabi Yesaya membesarkan hati Umat Allah dengan wartanya, bahwa Tuhan Allah akan mendatangi umat-Nya sebagai penolong dan penebus, (Yes. 41:13-14). Israel akan dijadikan Tuhan sebagai “papan pengirik,” yang akan menampi bangsa-bangsa (Yes. 41:15-16a). Dan karena disertai oleh Allah, maka Israel akan bersorak-sorai, karena Allah menjamin bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka (Yes. 41:16b-17ab).

Kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menjamin terjadinya pembaruan ekologis. Padang gurun akan diubah-Nya menjadi telaga, dengan sungai yang memancarkan air. Lingkungan alam akan berubah dari gurun yang gersang menjadi hutan dengan aneka pohon serta air yang terus mengalir (Yes. 41:18-19). Semua perubahan dan perbaikan itu dimaksudkan sebagai perkenalan diri Allah supaya Dia dikenal oleh semua orang (Yes. 41:20).

2. Manusia menanggapi kedatangan Allah
Pewartaan Nabi Yesaya tentang kedatangan Tuhan dengan kuasa untuk menolong dan menghibur umat-Nya serta kuasa untuk memulihkan alam, lingkungan hidup manusia, digemakan kembali oleh Yohanes Pembaptis, yang tampil sebagai “suara yang berseru-seru di padang gurun (Mat. 3:3, 11:14). Seruan Yohanes itu juga mengangkat tema yang sama: Tuhan Allah sedang mendatangi umat-Nya. Dia menghadirkan diri-Nya sebagai Allah yang pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya (Bil. 14:18; Mzm. 103:8).

Terhadap Allah yang mendatangi umat-Nya dengan berbagai kuasa penyelamatan, tanggapan yang diharapkan dari umat adalah mendengarkan Firman-Nya itu (Mat. 11:15). Namun, tanggapan terhadap Firman yang menghadirkan Allah ini tidak berhenti pada tahap “mendengar” saja. Umat Allah diamanatkan untuk maju lebih jauh: menyambut kehadiran Allah ini, kemudian memuji dan mengagungkan Dia (Mzm. 145), bersyukur kpada Tuhan atas kasih dan kebaikan-Nya (Mzm. 145:10), mewartakan keperkasaan Tuhan dan kerajaan dan pemerintahan-Nya (Mzm. 145:11-13).

3. Misionaris melanjutkan pewataan para Nabi & Pemazmur
Melalui Nabi Yesaya, seorang misionaris mewarisi tema pewartaan bahwa Tuhan Allah akan mendatangi umat-Nya sebagai penolong dan penebus mereka. Bahwa sekali menghadirkan diri-Nya, Allah tidak akan lagi meninggalkan umat-Nya. Selanjutnya dari Pemazmur dan dari Yohanes Pembaptis, misionaris mewarisi sejumlah sikap dan tindakan yang penting untuk disampaikan kepada umat Allah, sebagai persiapan yang konkret untuk menyambut kedatangan dan kehadiran Allah. Dengan melakukan hal-hal ini, misionaris melanjutkan pewartaan para nabi. Semoga sikap dan tindakan yang direkomendasikan oleh Pemazmur dan Tuhan kita Yesus Kristus dalam Injil-Nya hari ini, menjadi sikap dan tindakan kita dalam mengisi Masa Adven ini. Amin!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s