Menjadi Saksi Sang Terang

Renungan Harian Misioner
Selasa, 31 Desember 2019
Peringatan S. Silvester I
1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18

Hari ini akhir tahun 2019. Bacaan pertama berbicara mengenai waktu yang terakhir. Dalam surat Rasul Yohanes, diperingatkan mengenai kebangkitan anti Kristus, mereka yang berasal dari kita namun tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita, karena mereka tidak akan tetap bersama-sama kita. Kita semua diingatkan mengenai kebenaran yang sudah kita ketahui bersama. Kebenaran yang tidak mengandung dusta. Kebenaran itu adalah Firman.

Akhir tidak selalu berarti selesai. Akhir juga berarti awal dari sesuatu yang baru. Untuk memulai kebaruan, kita harus melewati proses dan titik akhir. Menutup tahun 2019, bukan berarti kita kemudian boleh berhenti, sebaliknya kita bersiap menyambut tahun yang baru, 2020. Setelah sebelumnya kita dibawa dalam perenungan mengenai waktu yang terakhir oleh Rasul Yohanes, kita pun kemudian dihantar kembali pada awal penciptaan, oleh Penginjil Yohanes.

“Pada awal mula adalah Firman. Firman itu ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia.”

Menyambut tahun yang baru, kita masuk kepada perenungan yang menyebabkan awal mula kehidupan. Firman: Allah. Kita dijadikan-Nya ada, kita hidup karena Dia menerangi kita. Penting untuk selalu mengingat asal dan akar diri serta kehidupan kita. Secara biologis kita akan berkata kita berasal dari ayah dan ibu manusia kita. Dari sperma dan sel telur yang kemudian menjadi embrio lalu lahir ke dunia sebagai manusia. Namun, dalam iman, kita semua mengetahui bahwa ada kuasa yang lebih besar yang mengatur segala penciptaan di dunia ini. Termasuk keberadaan kita.

Kita adalah anak-anak Allah, namun bukan anak-anak yang diperanakkan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Dan kita mendapatkan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah karena menerima dan percaya pada Dia, Firman yang telah menjadi manusia itu. Iman kitalah, yang memberikan tempat pada kita, bukan lagi hanya sebagai anak-anak manusia, namun juga anak-anak Allah.

Yohanes datang dengan tugas menjadi saksi mengenai Sang Terang, namun ia bukanlah terang itu sendiri. Ia membutuhkan Terang itu. Ia hidup dari Terang itu. Ia kemudian menjalankan tugas sebagai saksi Terang itu. Meneladani Yohanes, kita pun dipanggil untuk menjadi saksi Terang, bukan merasa diri kita yang menjadi terang atau mengklaim terang itu berasal dari kita. Selamanya kita harus mengingat bahwa setiap dari kita, siapa pun itu membutuhkan Terang itu, tanpa terkecuali. Dan hanya ada satu Terang, sang Kebenaran, yang kita sebut sebagai Firman, yang tidak lain adalah Allah sendiri.

Mari kita ikuti jejak langkah Yohanes, menjadi saksi dan pendahulu yang membuka jalan bagi kedatangan Dia, yang telah dahulu datang, dan akan datang lagi kemudian. Bersiap menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali dan bersiap menyambut tahun yang baru dengan sikap iman yang baru.

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s