Meneladani Yohanes “Pewarta Sang Mesias”

Renungan Harian Misioner
Kamis Masa Natal, 2 Januari 2020
Pw. St. Basilius Agung & Gregorius dari Nanzianze, Uskup & Pujangga Gereja
1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28

Ini hari kedua di tahun baru 2020. Sabda Tuhan hari ini menyampaikan kesaksian Yohanes Pembaptis. Ia adalah tokoh besar yang menjadi jembatan pengantar antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sehingga tokoh-tokoh Yahudi – beberapa imam, orang-orang Lewi dan Farisi – datang dan bertanya kepadanya. Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang siapa dia sebenarnya, tetapi lebih dari itu ia memberi kesaksian tentang Yesus Sang Mesias.

Inilah pokok pewartaan tentang Yesus Sang Mesias yang baru saja kita rayakan kelahiran-Nya. Yohanes menuntun kita untuk mengenal lebih dalam dan mengimani lebih kuat Yesus sebagai Mesias Penyelamat umat manusia. Marilah kita arahkan pikiran, hati dan hidup kita pada-Nya.

Pertama-tama, Yohanes mengatakan siapa dirinya. Ia berjiwa besar dan rendah hati, bahkan merendahkan dirinya. Ia jujur tentang dirinya. Ia tidak menganggap dirinya hebat, nabi atau bahkan mesias, meskipun banyak orang menduga-duga bahwa Yohanes adalah mesias atau nabi bahkan sekelas nabi Elia. Dalam kisah Injil hari ini, Yohanes bersaksi, “Aku bukan Mesias.” Bukan juga Elia atau nabi yang akan datang. Meski Yohanes adalah tokoh spiritual, tokoh besar, tapi ia tidak sombong dan mengaku-ngaku sebagai yang besar agung. Tanpa menyebut nama identitas, ia justru menyatakan diri sebagai “suara orang yang berseru-seru di padang gurun: luruskanlah jalan Tuhan.”

Demikianlah orang yang mau mengenal Yesus lebih mendalam dan mengimani-Nya lebih kuat, ia perlu jujur akan dirinya sendiri dan rendah hati. Tidak perlu malu, ia mengakui diri sebagai orang berdosa, bahkan pendosa. Ia perlu mengosongkan dirinya dari berbagai bentuk ketamakan dan kesombongan. Biar diri dan hidupnya diisi dan dipenuhi oleh Yesus sendiri. Bagai sebuah gelas, kalau penuh tentu tidak bisa diisi lagi. Kalau diisi, pasti tumpah. Sebaliknya, gelas harus dikosongkan dulu supaya bisa diisi dengan yang baru.

Kedua, Yohanes memberi kesaksian tentang Yesus Sang Mesias itu sebagai pribadi yang sangat agung, yang tidak begitu saja mudah dikenali. Yohanes bersaksi, “di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Yohanes sudah dikenali sebagai tokoh besar, ini sekarang yang ia wartakan jauh lebih besar dari padanya. Ia adalah Mesias Sang Penyelamat. Pada akhir bacaan Injil hari ini dikatakan bahwa kesaksian Yohanes itu terjadi di Betania. Nama tempat “Betania” ini penting. Dengan nama “Betania”, Pembaca Injil Yohanes diingatkan akan peristiwa Yesus membangkitkan Lazarus yang sudah mati dan dikubur 4 hari. Menjadi jelas bahwa Yesus yang diwartakan oleh Yohanes adalah Penyelamat manusia. Dari kesaksian ini, kita dituntun dan diyakinkan bahwa Yesus yang kita ikuti dan imani adalah Sang Mesias Penyelamat umat manusia. Melalui dan dalam Yesus itulah keselamatan dianugerahkan kepada kita. Yesus itulah jaminan keselamatan. Maka, sudah tepatlah kita yang memilih, mengikuti dan mengimani-Nya. Kalau kita sudah mengimani-Nya dan bangga terhadap-Nya, sudah sepatutnyalah hal ini tidak untuk disimpan sendiri. Kita harus mewartakan-Nya, bersaksi tentang-Nya, sehingga semakin banyak orang mengenal Yesus Sang Mesias Penyelamat, menyambut-Nya dalam hidup dan mengimani-Nya dengan kuat. ***(NW)

(RD. M. Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s