Misionaris: Menemukan & Mengantarkan Manusia kepada Anak Domba Allah

Renungan Harian Misioner
Jumat Masa Natal, 3 Januari 2020
Pfak Nama Yesus Yang Tersuci
1Yoh. 2:29 – 3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34

Renungan Misioner dari Yung-Fo,
Para sahabat misioner yang terkasih: Shalom!
Kita telah berada pada hari ketiga dalam Tahun Baru 2020. Dan Firman Tuhan menegaskan kepada kita tentang kasih-karunia Allah, sekaligus mengingatkan kita tentang kondisi hidup di dunia tempat kita hidup. Sekalipun kondisi hidup itu tidak selalu bersahabat dengan kita, namun kabar gembira bagi kita ialah bahwa Dia, Sang Juruselamat utusan Allah telah ada di dalam dunia, Dia telah hadir di tengah-tengah kita (Yoh. 1:14, 26).

1. Situasi dan kondisi hidup di dunia
Tentang hal ini Yohanes mengingatkan kita, baik di dalam Injilnya maupun di dalam suratnya, yaitu bahwa “dunia tidak mengenal Allah” (Yoh. 1:10; 1 Yoh. 3:1).

Sekalipun dunia dengan manusianya berada dalam kondisi yang demikian, namun dunia tidak ditolak oleh Allah. Allah kita yang penun kasih itu tetap menerima dunia sebagai milik kepunyaan-Nya (Yoh. 1:11). Dan kepada milik kepunyaan-Nya inilah Allah menunjukkan kasih-Nya, yaitu dengan menghadirkan Firman-Nya yang terwujud dalam Sang Bayi Natal itu (Yoh. 1:14).

2. Panggilan untuk menjadi anak Allah
Selanjutnya, melalui Sang Firman yang telah menjadi manusia ini, Allah memanggil dan memberi kesempatan kepada orang-orang di dunia ini, untuk “menjadi anak-anak Allah” (Yoh. 1:12-13; 1 Yoh. 3:1).

Panggilan ini, ketika diterima, mengantarkan manusia ke dalam proses adopsi Ilahi (Yoh. 1:13), yang selanjutnya memberi kesempatan kepada manusia untuk “menjadi serupa dengan Kristus” (1 Yoh. 3:2). Dan keserupaan dengan Kristus ini, harus menjadi nyata di dalam hidup yang ditandai oleh: adanya pengharapan kepada Kristus; upaya untuk mengatur dan menjalani hidup dengan suci; tidak berbuat dosa (1 Yoh. 3:3, 6).

3. Tugas mulia para misionaris
Kasih Allah kepada dunia milik kepunyaan-Nya itu, dengan menghadirkan Firman-Nya yang berwujud seorang manusia, untuk memanggil dan memberi kesempatan kepada manusia supaya dapat menjadi anak Allah, di sinilah kita menemukan dasar untuk tugas-perutusan seorang misionaris. Panggilan untuk hidup sebagai anak Allah ini mulanya ditawarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus, tetapi selanjutnya secara terus-menerus ditawarkan lagi dan lagi, melalui para murid Yesus dan pengikut-pengikut-Nya (1 Yoh. 3:2b. Yoh. 17:18-21). Melalui Yesus Kristus dan kemudian lewat para murid-Nya, ada rancangan besar Allah untuk dunia, yang tidak mengenal-Nya itu, supaya memperoleh kesempatan, untuk “melihat keselamatan yang datang dari Allah” (Mzm. 98:3). Dan bukan hanya untuk melihatnya saja, tetapi juga menerima keselamatan yang dikerjakan Allah itu, dengan memberi diri untuk menjadi anak Allah (Yoh. 1:12-13).

Keselamatan yang ditawarkan Allah, atau dengan kata lain panggilan untuk hidup sebagai anak Allah ini, merupakan tujuan dari Firman yang menjadi manusia itu sendiri, ketika Dia menegaskan bahwa, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10:10).

Penginjil dan rasul Yohanes, setelah pergumulan yang panjang dengan bertanya langsung, akhirnya menemukan Firman yang menjadi manusia ini, dan lalu memperkenalkan Dia kepada para murid-Nya sebagai “Anak Domba Allah” (Mat. 11:2-6; Yoh. 1:29).

Kata-kata Yohanes ketika dia memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah inilah, yang menjadi tugas-perutusan setiap misionaris. Mereka melanjutkan tugas Yohanes ini, yakni “memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah,” dan “membawa orang-orang kepada-Nya.” Salah seorang murid Yohanes yang mendengar arahan dan petunjuknya tentang Anak Domba Allah ini adalah Andreas, yang lalu kemudian menjadi murid Yesus. Andreas lalu membawa saudaranya Petrus kepada Yesus, yang kemudian diyakininya sebagai Mesias (Yoh. 1:29, 36, 40-42).

Demikianlah, seorang misionaris adalah seperti Rasul dan Penginjil Yohanes, orang yang memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba Allah, dan seperti Andreas yang membawa orang-orang kepada Sang Anak Domba ini. Semoga di Tahun Baru 2020 ini, semakin banyak orang dapat menemukan keselamatan yang ada dalam Anak Domba Allah ini, lewat perjumpaan dengan kita yang sudah menerima-Nya sebagai Mesias. Amin. (RMG)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s