Murnikan Hati – Cintai Tuhan dengan Tulus

Renungan Harian Misioner
Jumat, 17 Januari 2020
P. S. Antonius
1Sam. 8:4-7,10-22a; Mzm. 89:16-17,18-19; Mrk. 2:1-12

Ada 2 hal yang menarik untuk kita simak dalam peristiwa mukjizat yang dibuat oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Banyak orang mengetahui bahwa Yesus ada di Kapernaum dan mereka datang berkumpul sampai tidak ada lagi tempat bahkan di bagian depan pun tidak. Sebut saja mereka yang datang untuk menemui Yesus adalah kelompok pertama yang tertarik dengan pengajaran-Nya. Namun dalam peristiwa ini ada juga kelompok kedua yang datang kepada Yesus dengan membawa seorang lumpuh agar disembuhkan oleh-Nya. Dari dua kelompok ini manakah yang motivasinya paling tulus untuk berjumpa dengan Yesus? Keduanya, baik tergantung cara pandang kita.

Saya ingin memulainya dari cara pandang yang positif. Orang banyak mencari Yesus untuk mendengarkan Sabda-Nya yang menyejukkan karena mereka mencintai Yesus, mereka mau mendengar Yesus dan taat kepada-Nya. Dari kelompok kedua kita percaya bahwa mencari dan menemukan Tuhan bukanlah jalan yang mudah. Penuh perjuangan namun akan beroleh berkat yang melimpah-limpah, yaitu kesembuhan baik rohani maupun jasmani.

Namun saya juga ingin mencoba mengajak anda semua untuk melihat dari cara pandang negatif, mungkinkah motivasi kedua kelompok ini tidak tulus? Bukankah Yesus melakukan mukjizat penyembuhan itu karena melihat iman mereka? Yesus sangat terkenal sesudah DIA mengusir setan, mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan penyakit kusta bahkan membangkitkan orang mati. Karena kabar tentang-Nya tersebar begitu luas, banyak orang kemudian mau mencari-Nya dan mungkin saja dengan motivasi untuk melihat secara langsung “benarkah” berita tentang-Nya, sungguhkah DIA bisa melakukan mukjizat-mukjizat itu? Atau mungkin juga banyak orang hanya sekedar datang supaya beroleh kesembuhan fisik dari-Nya. Apakah ada yang datang kepada Yesus hanya dengan motivasi seperti itu? Ini adalah pertanyaan penting bagi kita masing-masing. Apa motivasi yang ada dalam diri kita? Benarkah saya sudah menjadi pendengar dan sekaligus pelaku sabda-Nya?

Pengalaman saya sebagai seorang pastor yang masih belia ini banyak menemukan peristiwa yang kemudian memperlihatkan motivasi iman seseorang melalui sikap dan keputusan yang diambil. Ada umat yang akhirnya mundur dari kepengurusan di Gereja, yang sebelumnya aktif di Gereja sebagai ini dan sebagai itu tiba-tiba kemudian menghilang begitu saja. Ketika ditanya mengapa tidak pernah lagi kelihatan, jawabannya beragam. “Percuma saya terlibat di Gereja, pada akhirnya saya merasa tidak dihargai sama sekali dengan hasil pekerjaan saya”. Ada juga yang mengatakan, “saya terlibat aktif dan giat menyumbang ke Gereja tapi kok saya dan keluarga saya terus dirundung oleh banyak masalah. Nampaknya saya tidak banyak mendapat apa-apa dari Tuhan padahal saya sudah berbuat banyak kepada Gereja-Nya”. Sangat miris mendengar jawaban-jawaban ini.

Selama motivasi kita melayani Tuhan hanya supaya mendapat kehormatan, privilese bahkan keuntungan maka rasa kecewalah yang akan menimpa kita. Bila kita menganggap perbuatan baik dan karya amal kita untuk Gereja itu sebagai hutang budi Tuhan terhadap kita maka tentu kita akan lebih kecewa lagi. Motivasi kita untuk datang kepada Tuhan haruslah terus dimurnikan. Bukan supaya kita mendapat ‘sesuatu’ tetapi lebih-lebih sebagai ungkapan cinta kita kepada-Nya yang terlebih dahulu mencintai dan mengasihi kita.

(RD. Hendrik Palimbo – Dosen STIKPAR Toraja, Keuskupan Agung Makassar)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s