Yesus Juru Selamat

Renungan Harian Misioner
Selasa Biasa IV, 4 Februari 2020
P. S. Yohanes de Britto
2Sam. 18:9-10,14b,24-25a,30-19:3; Mrk. 5:21-43

Ada dua kisah dalam bacaan Injil hari ini, Markus 5:21-43, yang bercerita tentang perempuan-perempuan yang menderita dan mati, namun disembuhkan dan dibangkitkan Yesus. Kisah pertama adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan. Harta kepunyaannya sudah habis semua untuk pengobatan, dan tidak sembuh, malah semakin memburuk. Namun dengan keyakinan penuh, ia pergi menjamah jubah Yesus dan sembuh. Kisah kedua adalah seorang anak perempuan, anak Yairus kepala rumah ibadat, yang sakit keras, hampir mati. Anak ini kemudian dikabarkan telah mati. Kepada anak perempuan inilah, Yesus berkata, “Talita kum,” yang artinya, “Hai anak perempuan, bangunlah!”

Yesus Juru Selamat!
Dua kisah tersebut menunjukkan dengan terang benderang dan menuntun kita pada: “Yesus Juru Selamat.” Perempuan-perempuan menderita tersebut tertuju kepada Yesus dengan penuh iman keyakinan. Yesus memperhatikan, menjamah, menyembuhkan, melindungi dan membebaskan yang datang kepada-Nya dengan sepenuh hati. “Talita kum, bangunlah!” Itulah yang dikatakan Yesus kepada anak Yairus kepala rumah ibadat. Yesus membangkitkan dan menyelamatkan anak perempuan itu dari kematian. Tuhan Yesus menyempurnakan iman perempuan yang pendarahan. Ia katakan, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” Tuhan Yesus menyembuhkan dan membebaskan mereka dari penyakit dan maut. Nyatalah: Yesus Juru Selamat!

Tentang perempuan pendarahan dikisahkan pula bahwa “Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Maka, di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.” Kita pun telah mendengar berita-berita tentang Yesus Juru Selamat. Dari pewartaan, katekese, pengajaran-pengajaran secara umum kita mengetahui Yesus penyelamat. Sekarang melalui kisah Injil hari ini, kita dituntun secara pribadi untuk melihat dan mengalami sendiri Yesus Juru Selamat itu. Peristiwa dan pengalaman mana dalam hidupku yang menyatakan sungguh Yesus Juru Selamatku? Adakah pengalaman disembuhkan dari suatu penyakit atau dibangkitkan Tuhan Yesus dari keterpurukan dan keputusasaan?

Demikian, permenungan dan ajakan misioner Injil hari ini konkret dan jelas. Pertama, dalam melakukan segala sesuatu kita harus senantiasa tertuju kepada Yesus. Dalam berpikir, bertindak, berkata-kata, semuanya harus kita latih tertuju pada Yesus. Ini semua bertujuan untuk mendidik mata batin dan perilaku hidup kita. Kedua, mendatangi Yesus lebih dekat, membuka hati dan membiarkan diri dijamah oleh-Nya untuk mengalami daya penyelamatan-Nya. Salah satu caranya, dengan meneliti saat-saat kapan dan pada peristiwa mana saja aku sungguh merasakan dan mengalami Yesus yang hadir. Ketiga, membiasakan diri untuk “talita kum,” yakni menyemangati, menghibur, melindungi, dan membangkitkan; bukan justru sebaliknya mengerdilkan, menghambat, mengacau, menghujat, mencemooh, menghakimi, bahkan mematikan (potensi-potensi baik) orang lain.*** (NW)

(RD. M. Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mendengarkan jeritan para migran: Semoga tangis saudara-saudari kita para imigran, korban kejahatan perdagangan manusia didengarkan, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Panggilan hidup bakti: Semoga para imam dan kaum religius mampu menjadikan hidupnya inspirasi dan kesaksian bagi kaum muda agar mereka terdorong untuk berani mengikuti panggilan menjadi imam dan hidup membiara. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kesediaan para Pelayan Pastoral dan Kader awam di Keuskupan agar semakin bersikap dan bertindak adil, dan menjadi cermin Keadilan Ilahi. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s