Karya dan Kuasa Allah Melampaui Status Sosial

Renungan Harian Misioner
Rabu, 5 Februari 2020
P. S. Agatha
2Sam. 24:2,9-17; Mzm. 32:1-2,5,6,7; Mrk. 6:1-6

MISI: Mewartakan Karya dan Keagungan Allah Berarti Menegaskan pada Dunia bahwa Allah Hadir dan Menerima Semua Orang Tanpa Mendirikan Sekat Status Sosial.

SABDA TUHAN hari ini menghantar kita pada pesan-pesan Keselamatan yang menembus ruang nalar dan cita rasa iman kita.

Seruan 2 Samuel hari ini membuka bilik iman kita agar menyadari bahwa dosa serta hukuman Allah tidak memilah-milah status sosial. Siapapun dia dalam tingkat status yang dipandang hormat sekalipun oleh masyarakat – jka tidak memiliki ketahanan dan ketangguhan IMAN pasti akan jatuh dalam dosa serta ditimpa hukuman.

Sementara dalam Injil Markus hari ini, kita digugat bersama orang-orang Yahudi di tempat Yesus ketika itu untuk mengakui bahwa Karya, Kuasa serta Keagungan Allah bukan mengalir dan berakar dari hulu dan akar Status Sosial, melainkan memancar dari kebersamaan dengan Tuhan serta penyerahan diri setiap orang pada Kuasa dan Kasih Allah.

Daud sekalipun Raja dan diurapi sebagai pilihan Allah namun karena tidak mengandalkan Perintah dan Kehendak ALLAH, akhirnya dia terjerembab dalam dosa dan tertimpa hukuman Allah. Sementara Yesus karena Kesetiaan, Kebersamaan, Kesatuan-Nya dengan ALLAH yang tanpa batas waktu dan ruang, maka sekalipun sebagai manusia dan dalam status sosial-Nya sebagai Anak tukang kayu, namun semua Ajaran, Perbuatan, Tutur Kata dan Pola Hidup-Nya selalu mengalahkan kuasa dosa dan tentu bebas dari Hukuman Allah.

Dunia kita sedang bertarung dalam perlombaan mengejar status sosial. Kita saling meremehkan, saling meyingkirkan, saling menghina, saling mengalahkan, menguasai bahkan saling membunuh. Kuasa, harta, status sosial menjadi tiga tembok raksasa untuk menyingkirkan mereka yang kecil, miskin, sederhana, dan tanpa jabatan.

Berhadapan dengan dunia persaingan dan pengejaran status sosial demikian, kita dipanggil sebagai Murid-murid Kristus untuk berjuang dalam kerangka IMAN agar kita boleh mengalami bahwa semua orang tanpa sekatan status sosial dipanggil Tuhan untuk mendengarkan sapaan ALLAH serta mengalami Karya Agung Allah, Kasih, Kuasa, Kebaikan dan Kemurahan Hati Allah.

Seruan serta gerakan IMAN kita hari ini hendaknya menegaskan beberapa gugatan Iman berikut ini:
● Semua kita dalam status sosial apapun harus bersikap rendah hati di hadapan Allah dan menghargai status sosial orang lain.
● Jabatan, kuasa, kehormatan serta harta harus menjadi fasilitas untuk mengandalkan Allah serta mengakui kelemahan dan keterbatasan diri bukan jaminan untuk bebas dari ancaman dosa serta hukuman Allah.
● Allah bukan hadir karena umat-Nya berada pada status sosial teratas melainkan DIA bersedia turun takhta dari status Allah menjadi manusia bahkan rela menderita dan mati diSALIB agar kita tidak melekatkan diri pada status sosial yang terhormat karena kuasa, harta dan jabatan melainkan karena dalam kerendahan hati dan kesederhanaan, kemiskinan dan dalam penderitaan itu kita setia berada bersama TUHAN sehingga kita boleh mengalami kuasa Tuhan, mengalami perubahan status dari pendosa menjadi anak-anak Allah.
● Denyutan Iman yang membawa sukacita, pengampunan dan keselamatan mengajak kita semua agar setiap orang yang dianugerahi status sosial yang mumpuni baik dalam harta, kuasa, jabatan dan kehormatan harus meningkatkan rasa takut akan Tuhan dan menjauhkan diri dari bujukan dosa. Sementara mereka yang tidak diperhitungkan karena rendahnya status sosial harus terus mengandalkan Tuhan, bersandar dan berharap pada kasih dan kuasa Tuhan.
● Kualitas IMAN kita sebagai pengikut Kristus akan ditakar dari sejauh mana kita mengakui kelebihan, keunggulan, bahkan anugerah serta kuasa ALLAH yg mengalir dan memancar dari setiap orang.
● Salah satu tugas dan amanah panggilan kita sebagai pengikut KRISTUS adalah berjuang mengangkat harkat dan martabat sesama, menghargai dan mengakui setiap pribadi, bukan menghina dan meragukan, menolak dan menyingkirkan.

Mari kita belajar dan mengingatkan diri untuk takut pada Tuhan seraya menjauhi dosa. Mari kita menggunakan mata batin serta mata mistis kita agar menemukan berbagai anugerah, kuasa, kasih ALLAH, keunggulan-keunggulan serta semua kelebihan yang dimiliki oleh sesama kita. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mendengarkan jeritan para migran: Semoga tangis saudara-saudari kita para imigran, korban kejahatan perdagangan manusia didengarkan, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Panggilan hidup bakti: Semoga para imam dan kaum religius mampu menjadikan hidupnya inspirasi dan kesaksian bagi kaum muda agar mereka terdorong untuk berani mengikuti panggilan menjadi imam dan hidup membiara. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kesediaan para Pelayan Pastoral dan Kader awam di Keuskupan agar semakin bersikap dan bertindak adil, dan menjadi cermin Keadilan Ilahi. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s