Tanggapan & Kepedulian Kasih sebagai Pantulan Iman Sejati

Renungan Harian Misioner
Rabu, 19 Februari 2020
P. S. Marselus
Yak. 1:19-27; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Mrk. 8:22-26

MISI: Membangun Kesadaran Iman untuk Mendengarkan dan Melaksanakan Sabda Allah sebagai Butir-butir Ajaran Iman, Yang Terwujud dalam Tindakan Kasih.

Kebisingan dan kesibukan dunia sekarang menandakan bahwa kita sebagai penghuni planet ini sedang berjuang untuk menunjukkan bahwa kita mampu melakukan sesuatu yang terbaik menurut ukuran kita. Setiap orang bertarung untuk mengejar prestasi serta pencapaian target yang sudah dicanangkan. Namun di balik itu, ada dua hal yang bisa dicermati dari berbagai hingar-bingar dan kebisingan itu. Pertama: ada banyak kesusahan, kesulitan, penderitaan yang sedang ikut berkeliaran dan menimpa mereka yang kalah dan tak berdaya bergerak di tengah ganasnya pertarungan yang ada. Kedua: tidak sedikit orang yang sedang berteriak, menjerit dan menangis minta tolong.

Berhadapan dengan kenyataan ini, Yakobus si Penulis Surat Apostolik ini menegaskan beberapa hal yang sekaligus menggugat kualitas iman kita. Beriman bukan berarti hanya bertekun dalam mendengarkan. Sabda Tuhan serta ajaran-ajaran Iman lalu meningkatkan Ibadah melainkan melaksanakan isi Sabda Allah serta mewujudnyatakan semua ajaran iman melalui sikap tanggap dan peduli terhadap berbagai kesusahan, kesulitan dan penderitaan orang lain. Iman hendaknya berbicara nyaring bukan dalam ibadah saja melainkan dalam tindakan nyata yang memberi harapan hidup kepada orang lain. Ibadah seyogyanya merupakan kekuatan untuk melaksanakan Sabda Allah yang didengar dan menjadi dorongan yang berkekuatan kasih untuk membangun kepedulian kepada orang lain yang sedang menderita.

Hal yang sama disampaikan oleh Injil Markus, bahwa Yesus sungguh peduli terhadap si buta yang dibawa oleh kerabatnya kepada Yesus. Yesus segera memegang tangan orang itu, membawa ke luar kampung. Yesus meludahi mata orang itu, lalu bertanya kepada si buta mengenai perkembangan matanya, lalu Yesus melanjutkan tindakan berikutnya yang memberi penyembuhan sempurna. Yesus melalui tindakan yang berproses itu, ingin menegaskan kepada kita bahwa tindakan membantu sesama hendaknya dilakukan secara tuntas, bukan tindakan sambil lalu.

Yesus mampu secara cepat tanpa tindakan yang membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan si buta. Yesus mengajarkan nilai terdalam dari suatu tindakan kepedulian yang sejati. Kepedulian yang berdasarkan iman dan kasih hendaknya ditunjukkan melalui suatu tindakan yang lengkap dan tuntas serta membawa hasil yang maksimal, bukan sekedar melakukan sesuatu.

Maka sebagai kaum beriman – yang mau mendengarkan Sabda Yesus, yang mencintai ajaran-ajaran iman – kita dituntut untuk meningkatkan mutu serta standar Iman melalui kepedulian Kasih kepada sesama yang menjerit minta tolong. Untuk memiliki kepedulian itu hendaknya kita menyadari beberapa hal penting, yakni:
● Iman dan kasih menjadi kekuatan yang mendorong kita untuk hadir di tengah sesama dengan kepedulian sejati.
● Kepedulian dalam kasih dan iman mengajak kita untuk memiliki nalar dan nurani yang jernih dan tulus terhadap berbagai kesusahan dan derita sesama.
● Kemampuan mendengarkan dan menyimpan Sabda Allah berarti menyadari diri bahwa kita: memiliki telinga yang sanggup mendengarkan tangisan dan teriakan minta tolong dari orang lain; memiliki mata untuk melek terhadap berbagai jenis penderitaan sesama; memiliki tubuh yang digerakkan oleh denyutan kepedulian Kristus, berarti memiliki tangan yang siap diulurkan demi memapah yang terjatuh dan menjamah yang sakit; memiliki kaki yang bergerak cepat untuk berlari merangkul sesama yang hampir terjatuh karena ditimpa sengsara; memiliki pundak yang rela memikul beban derita sesama yang sudah tidak sanggup bangun dari kesusahannya.
● Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk berbela rasa membantu dan melayani sesama hingga tuntas dan lengkap. Tidak membiarkan sesama yang menderita pergi karena alasan saleh kita, semisalnya: karena ada ibadah, atau sekarang waktunya berdoa rosario atau sekarang jam doa kerahiman. Kualitas iman kita hendaknya dialami oleh sesama sehingga mereka juga mengalami kasih dan kebaikan Tuhan melalui kepedulian kita.

Marilah kita berjuang untuk menjadi pengikut KRISTUS yang sejati dengan tekun mendengarkan Sabda Allah, mewujudkannya dalam pikiran, bercita rasa, bertutur dan bertindak sehingga setiap orang yang berjumpa dengan kita mengalami pemulihan. Dan mereka boleh melek untuk melihat kepedulian, kasih dan kebaikan TUHAN. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mendengarkan jeritan para migran: Semoga tangis saudara-saudari kita para imigran, korban kejahatan perdagangan manusia didengarkan, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Panggilan hidup bakti: Semoga para imam dan kaum religius mampu menjadikan hidupnya inspirasi dan kesaksian bagi kaum muda agar mereka terdorong untuk berani mengikuti panggilan menjadi imam dan hidup membiara. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kesediaan para Pelayan Pastoral dan Kader awam di Keuskupan agar semakin bersikap dan bertindak adil, dan menjadi cermin Keadilan Ilahi. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s