Jadi Saksi Bijak & Berbudi – Usirlah Kebutaan & Ketulian!

Renungan Harian Misioner
Senin, 24 Februari 2020
P. S. Montanus & Lucius, dkk
Yak. 3:13-18; Mzm. 19:8,9,10,15; Mrk. 9:14-29

Ketika Yesus bersama Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali berkumpul dengan para murid lainnya setelah Ia dimuliakan di atas gunung, kelihatanlah bahwa orang banyak tercengang melihat kemuliaan-Nya. Tak heran kalau semakin banyak orang menanti-nantikan Dia melakukan mujizat pengusiran setan dari tubuh anak yang bisu dan tuli itu. Rupanya orang-orang itu sudah meminta para murid melakukan pengusiran tersebut, tetapi mereka tidak dapat melakukannya, dan kini mereka menunggu keajaiban apa yang akan diperbuat oleh Yesus.

Pengikut Kristus sering terlihat seperti anak yang kerasukan setan, yang bisu dan tuli, mereka tidak mau mendengarkan Firman Tuhan apalagi memberitakan Firman-Nya lewat kesaksian. Sehingga mereka terkungkung di dalam kebanggaan semu yang membuat mereka merasa yakin bahwa kepercayaan mereka akan Yesus sudah lebih benar daripada orang-orang lainnya. Sebagian dari mereka yang mencoba membagikan pengalaman akan kemuliaan Tuhan pun ada yang merasa bahwa dirinya punya hikmat; padahal hikmat mereka berasal dari dunia, dari nafsu dan setan-setan yang menguasai mereka, karena mementingkan diri mereka sendiri. Tak jarang mereka berdusta akan kebenaran yang belum tentu sungguh terjadi dalam hidup mereka karena mereka iri hati melihat orang-orang yang bijak dan berbudi. Akibatnya mereka menimbulkan kekacauan dan macam-macam perbuatan jahat yang mengikutinya (Yak. 3:14-16).

Kita harus menjadi orang bijak dan berbudi lewat Injil dan perbuatan serta cara hidup yang baik. Dengan demikian kita akan beroleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan Allah sendiri. Hikmat yang dari atas, yang murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasih, tidak memihak dan tidak munafik. Hikmat yang berasal dari Allah juga akan berbuah baik, berlimpah dengan kebenaran yang ditaburkan dalam damai untuk membawa damai kepada sesama (Yak. 3:13,17-18).

Jangan pernah bertanya: apakah aku bisa? Sebab tidak ada yang mustahil bagi kita yang percaya. Dengan terus memberitakan Firman Tuhan lewat kesaksian nyata yang berisi kebenaran yang berasal dari Allah, akan banyak orang menjadi percaya dan menyerahkan diri untuk menerima keselamatan dari Allah lewat pewartaan kita. Bila hal ini terjadi jangan berpuas hati, jangan memegahkan diri, sebab hal itu hanya dapat terjadi karena kemuliaan Tuhan yang tinggal di dalam diri kita, semuanya karena kasih karunia pemberian Allah (bdk. Mrk. 9:23; Ef. 2:8-9).

Sesungguhnya hanya Tuhanlah, Gunung Batu dan Penebus kita. Dialah yang membinasakan maut dan menerangi hidup kita dengan Injil (2Tim. 1:10b). Sebab apa yang diajarkan Taurat-Nya itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan-Nya teguh, memberi hikmat kepada orang yang bersahaja; titah-Nya selalu tepat dan menyukakan hati; perintah-Nya murni membuat mata ceria; serta hukum-hukum-Nya itu benar, selalu adil; demikianlah hendaknya kita takut akan Tuhan, sebab hal ini suci, kudus dan kekal selamanya. Ingat, permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya akan menjadi bijak dan berbudi. (Mzm. 19: 8-10; 111:10). Marilah kita usir kebutaan dan tuli kita dengan lebih banyak berdoa agar kita menjadi saksi Kristus yang bijak dan berbudi. (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mendengarkan jeritan para migran: Semoga tangis saudara-saudari kita para imigran, korban kejahatan perdagangan manusia didengarkan, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Panggilan hidup bakti: Semoga para imam dan kaum religius mampu menjadikan hidupnya inspirasi dan kesaksian bagi kaum muda agar mereka terdorong untuk berani mengikuti panggilan menjadi imam dan hidup membiara. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kesediaan para Pelayan Pastoral dan Kader awam di Keuskupan agar semakin bersikap dan bertindak adil, dan menjadi cermin Keadilan Ilahi. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s