Para Imam pun Butuh Berbagi Beban

Pesan Paus kepada para imam: Ubah kepahitan menjadi air segar bagi umat
Untuk menandai awal masa Prapaskah, liturgi tobat tradisional diadakan untuk para klerus Keuskupan Roma pada hari Kamis. Upacara berlangsung di Archbasilica St. Yohanes Lateran, Katedral Keuskupan.

Setelah meditasi yang dipimpin oleh Vikaris Kardinal Roma, Angelo De Donatis, para imam di keuskupan diberikan kesempatan untuk menerima sakramen Rekonsiliasi selama liturgi tobat di St. Yohanes Lateran. Biasanya, Paus Fransiskus, sebagai Uskup Roma, hadir untuk acara tersebut, dan secara pribadi mendengar pengakuan beberapa imam. Akan tetapi, tahun ini, karena “kondisi kesehatan yang sedikit kurang baik”, Paus “memilih tetap berada di sekitar Santa Marta”, info dari Direktur Kantor Pers Takhta Suci. Pesan yang dipersiapkan oleh Bapa Suci kemudian dibacakan kepada para imam Roma oleh Kardinal De Donatis.

Dalam pesannya, Paus Fransiskus merenungkan mengenai “kepahitan” yang dialami beberapa imam, seraya mengungkapkan harapan bahwa hal tersebut mungkin mau “menunjukkan kepada para klerus jalan menuju penyembahan yang lebih besar kepada Bapa, sehingga membantu para klerus untuk dapat kembali mendapatkan kekuatan dari pengurapan belas kasih-Nya.”

Sumber kepahitan
Paus menemukan tiga penyebab kepahitan yang terfokus di seputar kehidupan para imam: berkaitan dengan iman, uskup, dan para imam lainnya.

Berkenaan dengan iman, Bapa Paus mengatakan kepahitan berakar pada kekecewaan, yang muncul dari harapan kita sendiri yang salah arah, bukan dari kegagalan di pihak Tuhan. Untuk beralih dari kekecewaan ke harapan, kita harus bergerak melampaui diri kita sendiri, percaya pada Tuhan.

“Kelalaian” para uskup juga dapat menjadi sumber kepahitan bagi para imam, yang kadang-kadang melihat dengan semacam “otoritarianisme lunak”, ketika orang-orang yang berpandangan berbeda dari uskup kemudian disingkirkan, atau ketika kesetiaan dirasakan hanya dihargai dengan kompetensi. Meskipun uskup yang harus membuat keputusan akhir, Paus Fransiskus mengatakan bahwa otoritarianisme bukanlah jawabannya; sebaliknya, uskup harus berkonsultasi dengan kebutuhan semua, dan melibatkan semua orang dalam keputusan yang menyangkut kebaikan bersama.

Hubungan antara para imam, telah dipengaruhi oleh skandal, terutama skandal seksual dan keuangan. Ini dapat mengarah pada visi “Donatis” tentang Gereja yang memisahkan mereka yang “tanpa cela” dari mereka yang berdosa, yang pada gilirannya mengarah pada semacam puritanisme eklesiologis. Sebagai tanggapan, kita harus ingat bahwa dalam kehidupan ini, “gandum dan sekam”, orang baik dan jahat, akan selalu ditemukan bersama di dalam Gereja.

Bahaya “isolasi”
Semua hal ini lebih menyulitkan untuk membentuk hubungan. Paus menambahkan bahwa pertanyaannya bukan hanya mengenai kesepian saja, tetapi mengenai “isolasi”: isolasi sehubungan dengan rahmat, perasaan jauh dari dunia spiritual; pengucilan dari sejarah, berfokus pada saat ini dan sekarang bukan pada gambaran yang lebih besar tentang sejarah keselamatan; pengucilan dari orang lain merupakan, “ketidakmampuan untuk membangun hubungan kepercayaan yang berarti dan berbagi injil”.

Untuk mengatasi hal ini, penting bagi para imam untuk memiliki bapa spiritual yang bijaksana, untuk dapat membagikan beban mereka, agar mereka tidak mendekat pada diri mereka sendiri, dan menjauh dari yang lain.

Persekutuan dengan umat Allah
Paus Fransiskus menutup renungannya dengan mengingatkan para klerus bahwa umat Allah mengenal gembala mereka lebih baik daripada siapa pun; umat menghormati mereka, menemani mereka, dan berdoa untuk mereka. “Kita menambahkan doa kita sendiri pada doa mereka, dan memohon pada Tuhan untuk mengubah kepahitan kita menjadi air segar bagi umat-Nya. Mari kita memohon pada Tuhan untuk memberi kita kemampuan untuk mengenali apa yang menyebabkan kepahitan dalam diri kita, dan dengan demikian membiarkan diri kita menjadi orang yang didamaikan dan yang berdamai; orang yang damai yang membawa kedamaian, orang yang penuh harapan yang menanamkan harapan.”

27 Februari 2020
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s