Pertobatan & Pengampunan Tersimpul dalam Kasih Bukan karena Tanda

Renungan Harian Misioner
Rabu, 4 Maret 2020
Hari Biasa Pekan I Prapaskah
P. S. Kasimirus
Yun. 3:1-10; Mzm. 51:3-4,12-13,18-19; Luk. 11:29-32

MISI: Sepantasnya kita senantiasa menyerukan kasih Allah yang tidak pernah menghendaki umat-Nya berada dalam kungkungan dosa, melainkan harus luput dari dosa karena kesadaran untuk bertobat.

Kita sedang bergerak di tengah dunia yang kelebihan tanda, sehingga setiap orang dipaksa untuk bisa mengenal makna terdalam dari sebuah tanda. Bahkan kita seolah hanya bisa memperbaiki diri atau mengalami kemajuan ketika kita bisa menerjemahkan semua tanda yang berkeliaran di sekitar kita. Pada tataran ini, daya batin dan kemampuan nalar yang sesungguhnya menjadi energi internal di dalam diri kita tidak diaktifkan untuk membawa perubahan dan perbaikan.

Berhadapan dengan kenyataan demikian Yesus justru menegaskan pada kita prinsip lain yakni tidak ada lagi tanda untuk menghantar kita pada sebuah perubahan hidup atau pertobatan selain dorongan hati nurani yang tulus untuk mengadakan suatu tindakan perbaikan atau pertobatan, setelah berjumpa dengan DIA sendiri sebagai tanda awal dan akhir. YESUS melalui penginjil Lukas hari ini, mengajak kita untuk membangun dan memperkuat kesadaran batin dan nalar tentang pertobatan bukan menuntut tanda. Iman memang harus memiliki kemampuan untuk membaca tanda-tanda yang terjadi namun Iman tidak bertumbuh karena tanda apalagi menuntut tanda. Dengan demikian pertobatan untuk menerima pengampunan Tuhan bukan bermula dari adanya tanda-tanda yang mengancam, melainkan terjadinya kesadaran akan bahaya dosa, serta betapa besar kasih Allah yang membatalkan hukuman lalu memberikan pengampunan karena pertobatan para pendosa.

Yesus melalui Injil hari ini mau mengajak kita untuk menghayati serta menghidupi iman kita berdasarkan pengalaman iman yang tidak sama, dan bukan bertolak pada tanda-tanda yang mengancam dan menakutkan melainkan karena keyakinan dan kesadaran akan kasih ALLAH yang mengampuni bagi mereka yang bertobat.

Yesus mengajak kita untuk memperbaiki pemahaman dan kesadaran iman kita bahwa Keagungan, Kebesaran, Karya, Kasih dan Pengampunan ALLAH bukan tergantung pada tanda-tanda, melainkan pada Iman yang kokoh pada DIA yang melampaui segala tanda, yang hadir bersama kita.

Sementara pada Bacaan Pertama Kitab Yunus, terkisahkan bahwa Allah membatalkan Rencana-Nya untuk menjatuhkan hukuman atas penduduk Niniwe. Yunus menyerukan Rencana Allah untuk menghancurkan penduduk kota Niniwe. Seruan Yunus disikapi oleh penduduk Niniwe dengan melaksanakan pertobatan raya, baik manusia maupun hewan, berselubungkan Kain Kabung, dan pertobatan. Seluruh isi kota Niniwe tidak membutuhkan tanda dari Allah melainkan menerima seruan. Yunus lalu melakukan pertobatan raya dan Allah dalam kasih yang tiada batas mengampuni penduduk Niniwe dan membatalkan murka serta hukuman-Nya.

Allah membatalkan hukuman serta murka-Nya lalu memberikan pengampunan kepada kita bukan karena ketakutan kita pada hukuman-Nya, melainkan karena pertobatan kita yang dilandaskan pada kasih Allah serta pengampunan Allah yang lebih dahsyat dari pada dosa kita.

Allah lebih mengedepankan kasih dan pengampunan-Nya dari pada kematian orang berdosa.
Dengan membatalkan murka-Nya, Allah menunjukkan kehendak luhur-Nya, yakni umat-Nya harus luput dari himpitan dan kuasa dosa. Dengan demikian pertobatan kita hendaknya diletakkan pada kasih Allah yang senantiasa diberikan pada kita, bukan pada tanda-tanda lahiriah.

Maka untuk memperkokoh dan meningkatkan spiritualitas pertobatan kita, ada beberapa hal yang hendaknya kita perhatikan, yakni:

  1. Beriman dengan tanggap dan kreatif berarti mengembangkan kemampuan untuk mengenal tanda-tanda Allah dalam berbagai hal mulai dari yang sederhana hingga kompleks.
  2. Beriman secara dewasa berarti tidak menuntut tanda karena setiap peristiwa hidup merupakan tanda Allah yang sedang berbicara dan bertindak demi keselamatan kita.
    Pertobatan sejati bukan ditumpukan pada tanda-tanda yang mengancam dan menakutkan melainkan karena kerinduan yang mendalam untuk mengalami kasih Tuhan melalui pengampunan-Nya.
  3. Pertobatan sejati bergerak dari suatu keyakinan Iman yang pasti bahwa Allah tidak pernah menghendaki kebinasaan manusia melainkan kehidupan dan keselamatan.
  4. Kepastian iman kita hendaknya ditunjukkan melalui pengakuan tanpa ragu bahwa YESUS KRISTUS adalah presensi Allah yang melampaui segala tanda, Dia yang terus hadir dari awal hingga akhir.

Marilah kita menata pertobatan kita karena kasih Allah melampaui dosa kita, karena Allah menanggapi tobat hati kita melalui pengampunan-Nya. Kehendak Allah adalah kita terluputkan dari kuasa dosa, sementara kerinduan kita adalah keluar dari dosa melalui pertobatan kita untuk mengalami pengampunan Allah karena kasih-Nya. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s