Tuhan, Aku Juga Seorang Pendosa!

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 14 Maret 2020
Hari Biasa Pekan II Prapaskah
P. S. Matilda
Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12; Luk. 15:1-3,11-32

Orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tidak pernah suka pada Yesus. Mengapa? Yesus bukan contoh kesalehan yang baik. Yesus duduk dengan orang berdosa, sama juga dengan mempermalukan status sosial dan kesucian mereka. Bukan hanya sekedar duduk bersama, Yesus ini bahkan makan bersama mereka. Perjamuan adalah lambang perayaan, sukacita, kebersamaan. Bagaimana mungkin Ia bersukacita bersama para pendosa yang tak pernah taat pada hukum Taurat?

Tapi itulah diri Yesus. Diri yang sebenarnya tanpa topeng kemunafikan. Duduk bersama para pendosa tidak menyebabkan diri dan identitas-Nya menjadi tercemar. Sebaliknya Ia duduk dan makan bersama mereka, merayakan sukacita akan pengampunan dan keselamatan yang dibawa-Nya untuk setiap orang (semua orang itu berdosa!) – namun terlebih khusus kepada mereka yang secara terang-terangan dicap sebagai “pendosa publik”.

Berapa banyak dari kita yang masih juga memiliki mentalitas orang Farisi dan ahli Taurat? Atau mentalitas si Sulung dalam kisah yang lebih dikenal orang-orang dengan “Anak Hilang”? Kita berlaku saleh, menunaikan kewajiban ibadah kita, menjaga sikap dan perbuatan kita agar tak bercacat. Namun, ketika kita menemukan sesama yang kita berikan label “pendosa” tanpa sadar kita sebenarnya telah mencemarkan hati kita dengan kebencian, yang tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan akar dosa.

Pemazmur berkata, “Setinggi langit dari bumi, demikian besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takut akan Dia! Sejauh timur dari barat, demikian pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.” Hanya manusia yang membenci. Hanya manusia yang sulit mengampuni. Dan manusialah juga yang sering kali tampil lebih dulu di dunia untuk menghakimi, merampas hak Tuhan di pengadilan yang terakhir nanti. Sementara Tuhan? Ia membuang pelanggaran-pelanggaran manusia, kasih setia-Nya besar.

Semoga di masa tobat ini, kita bukan hanya sibuk menasihati dan mendoakan pendosa-pendosa yang kita kenal, namun juga mau mengajak diri kita sendiri untuk mentobatkan hati kita dari kesalehan palsu. Mari kita mohonkan rahmat pengampunan, agar hati kita pun dipenuhi belas kasih yang dimiliki Yesus, sehingga kita pun mau duduk dan makan bersama para pendosa, serta mengakui bahwa diri kita pun adalah pendosa. Duduk bersama dalam perjamuan, merayakan sukacita pengampunan dan keselamatan yang ditawarkan Tuhan kepada setiap orang.

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s