Hukum dan Perintah Allah Panduan Hidup Sejati

Renungan Harian Misioner
Rabu, 18 Maret 2020
P. S. Syrillus dr Yerusalem
Ul. 4:1,5-9; Mzm. 147:12-13,15-16,19-20; Mat. 5:17-19

MISI: Mempertegas identitas diri sebagai PENGIKUT KRISTUS dengan memercayakan diri pada kehendak Allah serta melaksanakan secara penuh semua hukum dan perintah Allah.

Kita sering digiring ke dalam kepicikan bernalar bahwa: hukum dan peraturan selalu menjadi penghalang, rantai pengikat yang membatasi ruang gerak serta membelenggu kebebasan kita.

Seruan Kitab Ulangan hari ini mengundang kita untuk menjadikan hukum dan peraturan sebagai “kompas” menuju hidup yang benar dan sejati. Ukuran kebijaksanaan, kemampuan bernalar sehat, kemurnian nurani bahkan standar kualitas iman kita sebagai Murid Kristus terbaca jelas dari kesetiaan melaksanakan setiap perintah dan hukum Allah; kecermatan menilai hukum dan peraturan manusia serta melaksanakannya secara bertanggung jawab.

Afirmasi Iman kita adalah “ALLAH memberikan hukum, peraturan dan perintah-NYA” agar manusia dituntun ke dalam rancangan dan kerajaan-NYA. Karena salah satu MISI YESUS terhadap hukum Taurat yang diberitakan Penginjil Matius hari ini, yakni Yesus tidak menghilangkan setitik pun, melainkan Yesus menyempurnakan hukum Taurat.

Yesus pun menegaskan bagi para pengikut-Nya agar setia melaksanakan hukum Taurat demi menempati Kerajaan ALLAH. Kita diminta untuk mengakui bahwa semua hukum dan peraturan ALLAH menjadi pedoman bagi berbagai aspek kehidupan manusia yakni: sosial-ekonomi dan politik, budaya dan adat-istiadat, moral dan religius.

Program YESUS menyempurnakan hukum Taurat dan perintah Musa, maka semua hukum berada di dalam dan mengacu pada hukum KRISTUS yakni hukum kasih. Hakekat dan martabat manusia menjadi tujuan utama hukum dijadikan. Kesempurnaan hukum yang terdapat dalam diri YESUS menegaskan bahwa hukum dan peraturan apapun harus memberi perlindungan hidup dan keselamatan; sehingga mereka yang dipandu oleh hukum dan peraturan boleh masuk dalam kebijaksanaan serta kehendak ALLAH yang menyelamatkan, boleh membangun kehidupan bersama yang nyaman dan tenteram.

Hukum kasih sebagai penyempurnaan atas hukum Taurat memiliki dua tujuan utama yakni: demi kemuliaan ALLAH dan Kerajaan Surga; dan demi kehidupan serta keselamatan manusia. Kita diminta untuk melaksanakan perintah dan hukum Allah secara sempurna sebagai ukuran pribadi yang mencintai dan mengakui Allah, Sumber Kehidupan.

Pesan bagi kita sebagai pengikut Kristus:

  • Bukan sekedar melaksanakan hukum dan peraturan, melainkan menemukan kekuatan, kasih, dan kemuliaan Tuhan di dalam setiap isi hukum; menempatkan harga diri, martabat manusia, perdamaian, kebenaran, kebaikan, kejujuran, keadilan di dalam semua isi hukum.
  • Menyadari bahwa kita pun dilibatkan Kristus sebagai penyempurna hukum dan peraturan sosial, ekonomi, politik, budaya, adat istiadat, moral dan religius, dengan menempatkan kekuatan kasih dan kemurahan hati Allah sebagai daya koreksi membangun yang dihasilkan oleh setiap hukum dan peraturan.
  • Terpanggil untuk menyempurnakan hukum dan peraturan kita dalam jenjang kemasyarakatan dan keagamaan mulai dari aturan keluarga, lingkungan, masyarakat, dan lembaga-lembaga dengan menempatkan martabat dan harkat manusia di atas segalanya. Tekanan utama hukum dan peraturan bukan pada penghakiman dan hukuman melainkan membangun kesadaran yang utuh, kebijaksanaan, menata kemampuan bernalar sehat dan progresif, nurani yang bercita rasa kasih, kemurahan hati, kebaikan bersama, kebenaran, keadilan, kejujuran, ketenteraman, dan perdamaian.
  • Melaksanakan hukum berarti sadar akan pentingnya tatanan sosial yang benar, baik, adil dan jujur untuk melindungi martabat dan hak asasi sesama manusia. Kita hendaknya memastikan bahwa hukum dan peraturan harus menjadi kekuatan kasih dan kemurahan hati untuk memberi kewaspadaan, peringatan serta arahan sehingga perbuatan kita selalu mengacu pada kasih.

Akhirnya tindakan bijak berkerangka iman sebagai Pengikut Kristus, untuk turut menyempurnakan hukum dan peraturan adalah “berani mengoreksi, menentang dan melantangkan suara profetis ketika muatan hukum dan peraturan tidak beropsi pada kebenaran, kejujuran, keadilan, kebaikan bersama; tidak berpihak kepada masyarakat kecil, menyingkirkan harkat manusia, terutama ketika hukum dan peraturan menjadi kekuatan para penguasa dan pengambil keputusan publik untuk menguasai dan menindas sesama.”

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s