Yusuf Si Tukang Kayu – Teladan Iman Kita

Renungan Harian Misioner
Kamis, 19 Maret 2020
HARI RAYA St. Yusuf Suami SP. Maria
2Sam. 7:4-5a,12-14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 4:13,16-18,22; Mat. 1:16,18-21,24a atau Luk. 2:41-51a

Pada Pesta St. Yusuf ini, ingatan para umat dibawa kepada Daud, yang memang mempunyai peran penting dalam pembangunan Kerajaan, yang diberkati Allah, di tengah anak-cucu Abraham, namun, ia tidaklah ditugasi membangun ‘Rumah Allah’. Kita diajak sadar, bahwa posisi politis dan kemasyarakatan Daud, memang menampakkan betapa keturunan Isai ini dilimpahi berkat Allah. Namun bacaan ini sekaligus juga memperlihatkan, bahwa “Rumah Allah” adalah sesuatu yang amat agung, dan bukan Daud-lah yang dipercaya untuk membangunnya. Sekaligus, dalam Samuel ini diperlihatkan adanya lingkup iman, yang dari satu sisi mencakup keturunan manusiawi Daud, dari sisi lain, jauh melampauinya. Pembangunan Kerajaan Daud, memang menjadi pengutusan besar, namun muaranya jauh lebih luhur: keturunan Daud memang akan membangun Kerajaan Allah. Hal ini menyiratkan juga, peran St. Yusuf, yakni keturunan Daud, dalam pelayanan penebusan seluruh umat manusia.

Pandarasan Mazmur hari ini menempatkan isi dari bacaan Samuel ke dalam bentuk doa. Dan Doa melampaui rumusan atau lagu yang indah: di dalamnya dilanggamkan kesetiaan Allah kepada keturunan Daud, untuk membangun ‘Kerajaan”, yang menunjukkan betapa Allah memenuhi janji-Nya menyelamatkan umat manusia. Dalam syair-syair yang indah ini, diperlihatkan, bagaimana dalam Keluarga Daud terhampar jalan keselamatan manusia, tanpa batas. Oleh sebab itu, jangkauannya tanpa batas.

Rasul Paulus mau mengajak orang keturunan Abraham-Ishak-Yakub, agar dari satu sisi mensyukuri keterpilihannya. Sementara dari sisi lain harus diakui bahwa bukanlah kenyataan bahwa mereka itu keturunan jasmaniah Abraham, yang menyelamatkan mereka. Kasih karunia (= chesed) dari Allah merupakan dasar penyelamatan, mengatasi: ketaatan pada hukum tertulis (Taurat), keturunan (jasmani), kerajaan Daud (politis) tetapi Pilihan Allah. Relasi karena Dikasihi Allah adalah sumber keselamatan. Adapun ‘jangkauannya’ malah sampai kepada segala bangsa.

Secara budaya kemasyarakatan, Yusuf menjadi Pemimpin Keluarga Kudus, tempat Sang Putera dihadirkan dan dibesarkan. Namun, seluruhnya menjadi ‘kudus, karena iman Yusuf’. Dalam iman itulah Yusuf mengambil bagian dalam penebusan, bukan hanya secara administratif karena dialah keturunan Daud serta dialah pendidik resmi Yesus. Dengan dasar itu, seluruh pengalaman Yusuf dalam mimpi maupun dalam pelayanan hidup sehari-hari adalah mengungkapkan imannya; bersama dengan Maria, yang juga penuh iman mengatakan ‘ya’. Kesediaan Yusuf menyambut tugas mendampingi Maria, mengandung, melahirkan, membesarkan Kanak-Kanak Yesus, adalah ‘wujud “ya” dari Tukang Kayu’. Itulah sebabnya pula, sebutan ‘Anak Tukang Kayu’ mempunyai bobot iman; bukan sekedar ungkapan sosial profesional atau afektif kultural, melainkan partisipasi Yusuf yang penuh iman.

Artinya bagi kita: Yusuf memang secara administratif dan sosial kemasyarakatan, sangat penting, tetapi hari ini kita sambut, sebagai rekan iman Bunda Maria, serta teladan iman kita semua, yang menjadi murid Kristus. Maria, memang sudah lama kita sebut sebagai Bunda Gereja. Tidaklah berlebih-lebihan kalau Yusuf kita sebut sebagai Pandu Gereja dalam mengimani Anak Manusia.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s