“Tutuplah Pintu dan Berdoalah kepada Bapamu”

Renungan Harian Misioner
Jumat, 20 Maret 2020
P. S. Sebastianus dr Torino
Hos. 14:2-10; Mzm. 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14,17; Mrk. 12:28b-34

Pengalaman jatuh sakit seringkali menyadarkan seseorang akan dosa-dosanya dan tidak jarang setelah sembuh dari kedosaan, seseorang akan menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti pengalaman yang sering kali saya jumpai pada orang-orang yang sakit, saat saya mendoakan mereka. Dalam sharing tidak jarang mereka bercerita tentang kisah hidup mereka yang penuh dosa. Mereka memiliki niat, jika mereka sembuh nanti, mereka ingin memperbaiki hidup, dengan memperlakukan tubuh mereka dengan lebih semestinya serta juga memperlakukan orang lain dengan lebih baik lagi. Saya juga sering mengalami hal itu ketika sedang jatuh sakit. Mungkin anda juga. Ketika sakit, doa-doa dan niat baik menjadi semakin besar intensitasnya. Seperti pada saat ini, kita bersama seluruh dunia sadang menghadapi pandemi global terhadap virus baru jenis Corona yaitu Covid-19 yang menginfeksi banyak orang di lebih dari 174 Negara dan telah membunuh setidaknya 8.000 orang sampai saat ini.

Banyak negara yang memberlakukan Lockdown (karantina wilayah) untuk lebih memilih tinggal di rumah dan menerapkan Social Distancing untuk sementara waktu. Situasi ini seolah-olah memaksa kita merefleksikan arti hidup kita yang ternyata sangat rentan dan rapuh, bahkan kita tidak berdaya pada sesuatu yang kecil dan tak kasat mata, yang berpotensi mematikan. Kita “dipaksa” untuk tetap tinggal di rumah sambil terus berdoa. Apakah ini sebenarnya saat di mana kita diajak lebih dalam merefleksikan dosa-dosa kita terhadap alam dan sesama? Dengan tinggal di rumah dan berdoa di rumah kita juga disadarkan bahwa Tuhan ada di setiap keheningan kita dan tidak hanya ada pada keramaian, ritual-ritual dan kebersamaan saja. Benar kata Tuhan, “Jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Mat. 6:6). Dalam situasi yang penuh dengan kecemasan ini, dalam keheningan kita masing-masing, mari sejenak kita kembali melihat arti hidup kita dalam hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama seperti sabda-Nya hari ini.

Pesan Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk melihat hubungan kita dengan Allah, Tuhan kita yang Esa yang selalu rusak akibat dosa-dosa yang telah kita perbuat. Dan kalau mau jujur, dosa yang terbanyak yang sering kita lakukan adalah dosa terhadap sesama. Bagi Yesus, hanya ada dua hukum yang paling utama dan tidak ada perintah yang lebih utama dari kedua hukum ini yaitu, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatanmu dan kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mrk. 12:30). Kita semua diajak mengasihi Tuhan tidak setengah-setengah tapi sepenuh hati. Kita diajak agar doa-doa, derma dan puasa benar-benar tulus karena dilakukan dengan segenap jiwa. Kita diajak menggunakan akal budi kita untuk mencintai-Nya melalui sesama yang benar-benar membutuhkan pertolongan kita. Kita diajak mengerahkan seluruh kekuatan dan daya upaya kita untuk memberikan kesaksian di tengah situasi dunia yang sedang dilanda duka dan kecemasan.

Yesus menegaskan bahwa IA datang bukan untuk meniadakan HUKUM TAURAT melainkan menggenapinya. Itulah sebabnya, Yesus merangkum seluruh HUKUM TAURAT tersebut dengan dua perintah baru yang luar biasa ini. Yesus ingin kembali mengingatkan kepada kita, bahwa perintah pertama sampai ketiga dalam sepuluh Perintah Allah tidak lain menyangkut hubungan kita dengan Allah yaitu mengasihi-Nya. Sedangkan perintah keempat sampai kesepuluh tidak lain menyangkut hubungan kita dengan sesama. Tetapi perlu diingat mengasihi Allah hanya bisa terwujud jikalau tujuh perintah setelahnya telah kita jalani.

Inilah pokok permenungan kita bersama: di tengah situasi yang memberi kita waktu untuk menyendiri dalam keheningan, mari kita kembali melihat seberapa besar kasih kita terhadap sesama yang sekaligus menjadi tolak ukur kasih kita kepada-Nya. Jika kita mengatakan mengasihi-Nya tetapi kita membenci dan tidak mempedulikan sesama kita, itu berarti kasih kita hanyalah merupakan kasih yang kosong dan tidak bernilai. Diam di rumah juga menjadi contoh nyata kita peduli dengan orang lain, agar kita tidak menjadi sarana penyebar virus. Kita juga membantu para medis untuk meringankan beban pekerjaan mereka sambil mengirimkan pesan-pesan moral yang membangun dan bukan sebaliknya menebarkan ancama dan ketakutan. Semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungi kita.

(RD. Hendrik Palimbo – Dosen STIKPAR Toraja, Keuskupan Agung Makassar)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s