Jangan Sangsikan Tuhanmu – Percayalah seperti Maria

Renungan Harian Misioner
Rabu, 25 Maret 2020
HARI RAYA KABAR SUKACITA
Yes. 7:10-14; 8:10; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,11; Ibr. 10:4-10; Luk. 1:26-38

Pangkal dari bagian yang kelak akan dibawa ke dalam Perjanjian Baru, adalah ‘kesangsian iman’ beberapa orang di sekitar Yesaya. Mereka sangsi akan Tuhan dan karena itu tergoda untuk ‘mencobai Tuhan’. Kalau demikian, Yesaya di sini, sebelum nubuat mengenai ‘perawan yang mengandung’, sungguh menunjukkan perlunya iman akan penyelamatan Allah. Hal ini meliputi seluruh nubuat ‘perawan yang mengandung’, yakni “Allah menyertai kami”, yang membayangkan “Sang Emmanuel”. Jadi bukan kegembiraan dan kekaguman kepada ‘si perawan’, melainkan pada ‘iman akan Kemurahan Hati Allah’.

Mazmur yang dipilih hari ini adalah kepingan-kepingan sikap batin Israel yang beriman kepada Allah: menembus ketaatan kepada Taurat. Selanjutnya, ketaatan dan iman kepada Allah di balik Taurat itu, nampak dalam Keadilan Allah. Barangkali di sini tampak sekali kaitan antara iman dengan Allah yang adil. Hati seluruh umat bergairah, karena keadilan Allah, yang diwartakan di mana-mana.

Surat Ibrani dikutip pada hari ini dalam arah untuk mengangkat bakti kepada Allah mengatasi korban bakaran: isi barunya adalah “persembahan tubuh” yang mulia. Dengan demikian, tradisi Perjanjian Lama dibarui: Pelaksanaan Kehendak Allah menjadi Korban sejati, karena dilakukan dengan Korban Tubuh, Yesus Kristus. Bacaan ini menyiratkan ajakan untuk mengarahkan hati umat kepada Korban Salib yang merupakan cara terutuh, bagaimana Kehendak Bapa dilaksanakan secara seutuh-utuhnya. Bakti Prapaskah menuju pada Minggu Suci, dalam hormat-bakti kepada Sang Tersalib. Dalam hal ini, Kabar Sukacita, merangkum seluruh Kabar Gembira Sang Putera. Maka Pesta Hari ini melampaui hari ini sebagai “Pesta Kabar Sukacita”, yang biasanya menunjuk pada ‘Bagaimana Maria menerima Kabar Sukacita”.

Kabar Sukacita yang diberikan kepada Maria, dikaitkan erat dengan Kabar Sukacita kepada Elisabet, ketika menyambut dikaruniakannya Yohanes Pembaptis. Dalam kisah Lukas pun dapat kita temukan, bagaimana suasana kasih (“yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf”), melengkapi Kabar Gembira kepada Maria. Jawaban “ya” dari Maria merupakan ungkapan “iman kepada Allah Abraham-Ishak-Yakub”. Dalam penjelasan Malaikat nampak, bagaimana nubuat Perjanjian Lama terwujudkan dan sekaligus kelihatan kompleks sosial dalam Kisahnya. Rasanya penting sekali kita renungkan, betapa “Kabar kepada Maria” ini bukanlah peristiwa ‘individualistis’, melainkan secara hakiki merupakan “peristiwa sosial”.

Makna dasar dari Pesta Kabar Sukacita adalah bahwa Kabar Gembira, sejak disampaikannya merupakan perpaduan antara ‘sikap rohani Maria’, ‘kesiapan Yusuf untuk mengawal peristiwa rohani itu’, ‘kesadaran Maria akan hadirnya keluarga Elisabet dan Zakharia dalam peristiwa itu’ dan ‘Kerahiman Allah dalam seluruhnya’.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s