Jangan Kehilangan Harapan!

Renungan Harian Misioner
Kamis, 26 Maret 2020
P. S. Ireneus dr Sirmium & S.Ludgerus
Kel.32:7-14; Mzm. 106:19-20,21-22,23 ; Yoh.5:31-47

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus semakin mempertegas relasi satu kesatuan diri-Nya dengan Bapa. Yesus dan Bapa adalah satu tak terpisahkan. Tugas perutusan Yesus berasal dari Bapa. Ia mendapat kuasa dari Bapa sendiri. Maka Ia mempunyai kasih dan kuasa seperti Bapa.

Yohanes mengajak kita untuk mengingat bahwa tugas perutusan Yesus berasal dari Bapa. Ketika Ia dibaptis Yohanes pembaptis, ada suara keluar dari dalam awan, dan Roh Tuhan yang dilambangkan dengan burung merpati hinggap di atas Yesus. Saat di Gunung Tabor, suara Bapa semakin memperkuat keputraan Yesus. Pesan Bapa adalah supaya kita mendengarkan Yesus. Kesaksian Bapa itulah yang dijadikan Yohanes dalam bab 5 injilnya ini sebagai bentuk yang dapat dipertanggungjawabkan berkaitan dengan kesatuan Yesus dan Bapa. Yesus tidak memberi kesaksian tentang diri-Nya sendiri seorang diri, namun Bapa juga meneguhkan kesaksian Yesus tentang diri-Nya.

Yesus menampilkan Musa dalam kesaksian-Nya. Musa sebagai ‘pencipta’ hukum Taurat mendapat tempat yang istimewa dalam umat Yahudi. Musa yang sudah hidup jauh dari zaman Yesus, mempunyai hubungan yang tak terpisahkan dengan Yesus. Dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Abraham pun tidak lebih besar dari Putera Manusia. Dengan demikian, Musa juga dalam pengertian yang sederhana tidak lebih besar dari Putera Manusia.

Relasi Yesus dan Musa tidak terputuskan. Yesus mempunyai kaitan yang erat dalam sejarah keselamatan dari mulai masa lampau hingga saat ini. Musa ‘menciptakan’ hukum taurat, namun Yesus adalah sumber hukum itu sendiri. Taurat penuh dengan ‘pendakwaan’, dan orang Yahudi mempunyai sumber hidupnya dari Taurat. Pengharapan mereka baru sampai pada Musa dengan Tauratnya.

Namun Yesus membawa pengharapan baru, Ia datang dengan menawarkan ‘Taurat’ baru, yakni diri-Nya sendiri. Di dalam Dia ada pengharapan akan pengajaran baru, yakni ‘Taurat kasih’ yang berasal dari Bapa. Hukum dan pengharapan baru diberikan Bapa dalam Putera-Nya yang tunggal.

Di zaman ‘now’, bagi kita hukum dan pengharapan baru itu menjadi sumber hidup kita. Hukum dan pengharapan baru berasal dari Yesus dengan seluruh sabda dan karya-Nya. Membaca dan merenungkan sabda-Nya adalah jalan yang paling bisa dimengerti yang bisa kita tempuh. Pengharapan baru senantiasa ada dalam nama Yesus. Seringkali pengharapan itu tidak mudah kita lihat, karena kita kurang merenungkan sabda-sabda-Nya. Tidak jarang dalam berbagai persoalan hidup kita kehilangan harapan.

Harapan adalah sebuah jalan keluar yang berharga bagai siapa saja yang sedang dalam kesusahan. Harapan itulah yang menjadikan kita mampu untuk bertahan dan berkembang. Harapan itulah yang ada dalam Yesus. Senantiasa membaca dan merenungkan sabda-sabda Tuhan memampukan kita untuk senantiasa mempunyai sumber pengharapan yang tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Bersama Yesus, di dalam Yesus, dan bagi Yesuslah harapan keselamatan kita perjuangkan dan kita persembahkan.

Marilah kita mengikuti teladan hidup S. Ludgerus yang menobatkan orang-orang Jerman yang masih kafir dan berani mewartakan kepada orang lain bahwa Yesus Kristus adalah anak Allah. Semoga sebagai misioner, kita pun memiliki perasaan yang sama seperti perasaan Allah Bapa bahwa Yesus Kristus adalah Pribadi yang sangat dikasihi. Jadilah kitab yang hidup untuk Yesus Kristus, agar lewat kesaksian kita orang tahu bahwa Yesus hidup dalam diri kita.

Mari kita berdoa agar Tuhan selalu meneguhkan iman dan menggerakkan hati kita agar kita selalu menjadi saksi Kristus yang setia. (HGR)

(Helen Romli – Ketua Komisi Penyebaran & Pemasaran Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s