Jangan Terkubur dalam Derita, Bangkitlah!

Renungan Harian Misioner
Minggu, 29 Maret 2020
Hari Minggu Prapaskah V
Yeh. 37:12-14; Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; Rm. 8:8-11; Yoh. 11:1-45 (panjang) atau Yoh. 11:3-7,17,20-27,33b-45 (pendek)

Pembuangan di Babel menjadi ‘kematian nasional’ bangsa Israel (ay. 11). Israel kehilangan beberapa hal yang menjadi jati-diri mereka: Tanah, Bait Allah dan Raja. Krisis identitas sekaligus juga menjadi krisis iman yang parah dan mendalam. Mereka mulai meragukan TUHAN: di mana semua janji-Nya dahulu? Apakah firman-Nya masih dapat dipercaya? Masihkah Dia dapat kita andalkan? Bahkan, di benak kaum terbuang itu dapat timbul pertanyaan besar: koq TUHAN Allah kita kalah dari dewa-dewi Babilonia? Kesetiaan dan kekuasaan TUHAN mulai mereka ragukan. Pembuangan bagaikan pengalaman kematian: “Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang” (Yeh. 37:11). Itulah derita akut mereka sebagai bangsa: sakit dan lemah secara fisik, kehilangan harapan serta lenyapnya identitas. Israel sudah “mati luar-dalam”: mati fisik dan rohani. Seluruh hidup mereka mati, tanpa harapan sama-sekali. Mereka sudah “hilang” dalam kubur Pembuangan di Babel.

Di tengah bangsanya yang dilanda pesimisme akut itu, Yehezkiel justru membawa harapan!. Itulah pesan pertama buat kita: jadilah pewarta Kabar Gembira, bukan berita dukacita. Jadilah pembawa optimisme, bukan pesimisme. Jadilah bagian dari solusi, bukan tukang kritik atau penambah masalah! Tetapi Yehezkiel tidak menyampaikan resep dan khotbah murahan. Ia tidak mewartakan TUHAN yang membuat mukjizat instan. Ia mewartakan TUHAN yang sudah Israel kenal: Sang Pembebas dan Pencipta!.

Itu pesan kedua: beritakanlah TUHAN yang membebaskan! Yehezkiel memberitakan TUHAN yang akan: membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya, hai umat-Ku, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel (ay. 12). Janji ini membuat Israel mengenang perbuatan TUHAN dalam sejarah mereka. Mesir dahulu adalah “kuburan” mereka sebagai budak. Mereka sudah TUHAN bangkitkan dari tanah perbudakan itu. Kata “membangkitkan” dalam janji ini mengingatkan mereka pada tindakan TUHAN yang “mengeluarkan” mereka dari Mesir. Mereka sudah “diangkat”-Nya dari kubur perbudakan. Itulah yang segera Dia lakukan bagi umat-Nya di Pembuangan Babel. Iman akan TUHAN yang sudah mengasihi, membuat harapan kita menjadi pasti.

Ketiga, beritakan TUHAN yang menciptakan! Yehezkiel memberitakan TUHAN yang: “akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu.” Janji ini mengingatkan kita pada kisah penciptaan manusia pertama, yang menjadi hidup karena dihembusi Roh TUHAN (Kej. 2:7). Pembuangan adalah momen Penciptaan. Umat yang dibebaskan dari pembuangan bukanlah Israel yang lama, tetapi Israel yang diperbarui oleh Roh TUHAN. Jati-diri mereka diperbarui oleh TUHAN sendiri. Kita tengah diliputi kecemasan akut akan wabah yang mengancam dan merengut ribuan nyawa. Pelbagai doa yang kita serukan, mungkin terasa tidak terjawab. Kita mati dan terkubur dalam penderitaan, kesedihan, ketakutan dan putus asa. Bacaan hari ini memberikan pesan tegas: Justru dari kubur-kubur seperti itulah TUHAN akan membangkitkan dan menciptakan kita secara baru. Roh TUHAN pasti akan mengubah “Pembuangan Corona” ini menjadi momen penciptaan, pembebasan dan pembaruan.

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s