Tuhan Kita Maharahim, Tak Tuntut Balas!

Renungan Harian Misioner
Hari Senin, 30 Maret 2020
P. S. Yohanes Klimakus, S. Roswita
Dan. 13:1-9,15-17,19-30,33-62 (panjang) atau Dan. 13:41c-62 (pendek); Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Yoh. 8:1-11

Dalam bacaan pertama mengisahkan tentang Susana isteri Yoyakim dari Babel. Susana yang berparas cantik dan takut akan Tuhan, tidak bersedia melayani keinginan kedua orang tua-tua itu. Maka keduanya merancang rencana jahat untuk membunuh Susana. Mereka berdua memberikan kesaksian palsu, menuntut balas atas penolakan Susana. Susana berseru sambil mengadu kepada Tuhan atas hukuman mati yang dijatuhkan kepadanya. Tuhan mendengar doa Susana dan menggerakkan roh seorang anak muda bernama Daniel, yang tampil menjadi penegak keadilan. Allah menyelamatkan hidup Susana melalui keberanian Daniel.

Praktik kotor semacam ini pun masih terus terjadi sampai kini. Biasanya orang-orang kecil/bawahan seringkali berakhir menjadi korban ketidakadilan. Tokoh utama/penguasa dibalik peristiwa tetap bebas berkeliaran alias kebal hukum. Di mana keadilan yang sering dikumandangkan?

Dalam Tahun Keadilan 2020 – Gereja mengajak umat agar tergerak dan terpanggil berbuat sesuatu bagi sesama, agar keadilan tercipta di bumi ini.

Mari kita belajar dari Yesus dalam bacaan Injil. Apa yang Yesus perbuat terhadap seorang perempuan pezinah, yang dibawa oleh ahli Taurat dan orang-orang Farisi kepada-Nya. Dalam hukum Taurat pada zaman Musa, hukuman bagi seorang pezinah adalah harus dilempari batu. Bagaimana sikap Yesus menanggapinya? Yesus hanya berkata: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”. Akhirnya mereka satu persatu pergi meninggalkan Yesus dan perempuan itu. Kata Yesus kepada perempuan itu: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yoh. 8:11)

Sampai saat ini, pengampunan Bapa masih terus kita terima. Khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang merebak di seluruh dunia, Yesus tetap hadir bagi umat-Nya. Umat Katolik di seluruh dunia, tetap dapat merasakan kehadiran Yesus secara spiritual melalui Komuni Batin saat mengikuti misa online, meski misa online tidak dapat menggantikan Sakramen Ekaristi tetapi dapat menjadi bantuan spiritual di saat darurat seperti saat ini.

Rahmat Kerahiman Allah tetap hadir bagi umat-Nya di tengah situasi pandemi Covid-19. Jumat 27 Maret lalu, secara khusus Bapa Paus Fransiskus memberikan berkat Urbi et Orbi, untuk kota Roma dan dunia yang belum pernah terjadi selama ini di luar perayaan Paskah, Natal dan pada saat seorang Paus terpilih sebagai penerus takhta Petrus.

Berkat Urbi et Orbi memberikan indulgensi penuh, pengampunan atas hukuman sementara dari dosa-dosa yang telah diampuni. Dengan sikap batin dan niat yang sungguh kita mau meninggalkan semua dosa, mengakuinya dalam Sakramen Tobat serta menerima Komuni Kudus jika situasi physical distancing ini sudah berlalu.

Pesan Paus Fransiskus di masa pencobaan ini, saatnya kita memilih apa yang utama yang harus kita perbuat, bukannya mencaci atau mencari kesalahan orang lain. Mari kita merefleksikan diri bagaimana hidup kita selama ini, apakah kita seperti kedua orang tua-tua yang hidup dalam kedengkian dan pembalasan dendam atau seperti perempuan pezinah meski hidupnya berlumur dosa tetap mau bertobat dari kedosaannya. Pertama, kita harus mampu memilah perbuatan kita, mana yang baik yang berkenan kepada Bapa, kita lanjutkan hidup berjalan menuju kekudusan. Perbuatan dosa wajib kita tinggalkan. Kedua, belajarlah dari Yesus untuk tidak menghakimi dosa orang tetapi ampunilah seperti yang diajarkan-Nya dalam doa Bapa Kami. Ketiga, percayalah, maka mohonlah pertolongan dan rahmat kekuatan di tengah badai pandemi ini dengan iman. Apapun yang Tuhan izinkan terjadi, percayalah semua itu yang terbaik bagi keselamatan kita. Badai pasti berlalu.

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s