Aku Tidak Akan Selalu Ada Pada Kamu

Renungan Harian Misioner
Senin, 06 April 2020
P. S. Selestinus
Yes. 42:1-7; Mzm. 27:1,2,3,13-14; Yoh. 12:1-11

Pekan Suci merupakan perayaan istimewa, karena kita masuk ke dalam perayaan puncak dari rahasia agung tentang iman kita di mana Putera Tunggal Allah memberikan diri-Nya untuk seluruh bangsa, sesuai dengan nubuat imam besar Kayafas (Yoh. 11:49-52). Melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus yang menjadi inti perayaan kita pada hari-hari dalam Pekan Suci ini, Allah menggenapi apa yang telah dijanjikan kepada umat-Nya lewat Nabi Yehezkiel (Yeh. 37:21-28).

Renungan kita pada hari ini akan berfokus pada kata-kata Yesus kepada Yudas, “… Aku tidak selalu ada pada kamu”, (Yoh. 12:8). Terasa ada nuansa kesedihan yang mendalam pada kata-kata Yesus ini. Dia telah datang ke dunia sebagai “Imanuel, yang berarti Allah beserta kita”, (Mat. 1:23; Yes. 7:14). Kata-kata itu terasa sedih, karena bagi Yudas nampaknya tidak berarti apa-apa. Pilihan hidup Yudas malah bertolak-belakang dengan makna nama Yesus sebagai Imanuel tersebut!

1. Pilihan hidup Yudas
Dari kata-kata Yesus kepada Yudas, terlihat bahwa sekalipun Yudas adalah murid Yesus, namun Yudas “tidak selalu ada atau tidak selalu punya waktu untuk Yesus.” Pilihan hidup yang demikian menjadi kontra-produktif dengan maksud kedatangan Yesus. Bahwa melalui Yesus ini, Allah ingin hadir secara dekat dengan umat-Nya, namun penyertaan Allah yang tersedia melalui nama Imanuel itu tidak mendapatkan tanggapan, atau tidak mendapatkan kerja-sama yang semestinya. Karena itulah, Yesus berkata kepada Yudas, “Aku tidak selalu ada pada kamu!”

Pilihan untuk tidak memberi tempat dan kesempatan kepada Yesus untuk masuk lebih jauh ke dalam hidup Yudas, ternyata bukan hanya pilihan personal seorang Yudas sendirian. Pilihan untuk tidak memberi ruang dan tempat bagi Allah di dalam hidup, berkali-kali menjadi pilihan komunal, pilihan Israel sebagai bangsa. Mereka mendapat kedudukan terhormat sebagai Umat Pilihan, namun mereka tidak hidup sejalan dengan status istimewa mereka ini. Kitab Nabi Yesaya yang kita bacakan sebagai Bacaan Pertama melukiskan situasi penolakan umat terhadap Allah ini dengan berbagai gambaran seperti bangsa-bangsa yang hidup dalam kegelapan, dan karena itu menjadi buta dan terpenjara, (Yes. 42:6-7).

Dalam Injil, ketika menyikapi penggunaan minyak narwastu untuk meminyaki kaki Yesus, pilihan Yudas terungkap seolah-olah mengandung maksud yang sangat mulia yakni perhatian dan kepedulian kepada orang miskin. Namun itu hanyalah topeng, untuk menyembunyikan maksud jahat Yudas yang sering mencuri uang dari kas (Yoh. 12:5-6). Dari Yudas kita belajar bahwa sesuatu yang terungkap secara baik dan mulia nampaknya, bisa saja hanyalah kedok untuk menyembunyikan niat dan tindakan jahat.

2. Pilihan hidup Yesus
Pilihan hidup Yesus, dalam konteks Yesaya ditegaskan dengan ungkapan “untuk maksud penyelamatan (Yes. 42:6). Pilihan hidup secara komunal sebagai bangsa yang menolak Yahweh maupun secara personal seperti Yudas yang menutup dirinya terhadap penyertaan Allah, membawa manusia dan hidupnya ke dalam dosa, ke dalam hukuman dan tahanan, ke dalam kebutaan dan kegelapan (Yes. 4:6-7). Dan Tuhan Allah tidak menghendaki umat-Nya terus-menerus terbelenggu di dalam dosa dan kejahatan tersebut, karena itulah Yesus Kristus dipilih dan diutus-Nya untuk menyelamatkan umat milik-Nya (Yes. 42:1-4).

3. Pilihan kita
Memasuki Pekan Suci ini, Firman Tuhan menghadirkan Yudas yang tidak selalu punya tempat untuk Yesus, dan Yesus yang datang sebagai Imanuel, maka selalu akan punya waktu dan tempat untuk kita. Nah, siapakah yang akan kita pilih berikut sikap dan tindakannya? Apakah Yesus? Ataukah Yudas?

Secara sakramental, terutama melalui baptisan yang telah kita terima, kita tentu memilih untuk ikut Yesus berikut sikap dan tindakan-tindakan-Nya. Namun, pilihan itu belum bisa menjamin bahwa Allah selalu punya waktu dan tempat untuk bersama atau menyertai kita. Sebab Yudas pun termasuk di dalam kelompok para murid Yesus, namun ia tidak selalu punya waktu untuk Yesus.

Dalam situasi sulit karena merebaknya wabah Covid-19 ini, di mana kita hanya bisa merayakan Pekan Suci hingga Paskah secara online, menyediakan waktu dan tempat untuk Yesus secara online di rumah kita masing-masing, sungguh bukanlah sebuah pilihan yang gampang. Menyediakan waktu serta mempersiapkan tempat di rumah dan di ruang batin, tidak selalu dapat kita lakukan dengan mudah. Maka kita mohon, semoga Tuhan Yesus sendirilah yang menolong kita, supaya mampu menyediakan waktu untuk ada bersama Dia. Amin. (RMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s