Ia Ditinggikan & Dimuliakan Justru di Atas Salib!

Renungan Harian Misioner
Jumat, 10 April 2020
JUMAT AGUNG
Yes. 52:13 – 53:12; Mzm. 31:2,6,12-13,15-16,17,25; Ibr. 4:14-16; 5:7-9; Yoh. 18:1 – 19:42

Hari Jumat Agung Gereja merenungkan penderitaan Tuhan Yesus, namun suasana perayaan di tengah wabah pandemi ini sungguh berbeda. Tidak ada umat yang berbondong-bondong napak tilas Jalan Salib Kristus, atau berebut mendekati aktor-aktris dadakan yang memerankan Sang Anak Manusia. Kisah sengsara Yesus seperti yang kita temukan di Yes. 52:14-15, juga tidak dapat kita saksikan secara langsung kali ini.

Sebuah tantangan bagi kita, juga untuk diri kita sendiri: dapatkah kita percaya akan Tuhan yang penuh kuasa itu, yang seperti dikatakan Nabi Yesaya, “… begitu buruk rupanya, bukan seperti anak manusia lagi…” Dalam sengsara-Nya, Tuhan hadir dengan muka yang tidak tampan tanpa semarak, sehingga mungkin membuat kita tidak tertarik memandang Dia, apalagi menginginkan-Nya sebagai milik kita. Dia yang dihina dan dihindari orang, tenggelam dalam kesengsaraan dan kesakitan luar biasa, semakin membuat kita menutup muka dan tidak memperhitungkan-Nya sebagai seorang Juruselamat. Padahal penyakit dan kesengsaraan kitalah yang dipikul-Nya, Dia tertikam karena pemberontakan kita; diremukkan kejahatan kita yang sesat, karena kita bertingkah laku sesuka hati di jalan yang kita pilih sendiri. Dan ganjaran kita, Ia justru menyelamatkan kita, karena oleh bilur-bilur luka-Nya kita disembuhkan, dan setelah segala kesusahan serta penghukuman yang dilalui-Nya itu Yesus membawa kita untuk melihat terang; dan sebagai orang benar Dia akan membenarkan banyak orang oleh hikmat-Nya, sebaliknya kejahatan mereka dipikul-Nya (bdk. Yes 53:1-12).

Inilah saatnya, ketika kita berada di dalam karantina dan tidak dalam keadaan tergesa-gesa untuk hadir di Gereja dua jam sebelumnya hanya untuk ‘berebut’ tempat duduk. Fokus kita arahkan untuk sungguh-sungguh merenungkan bagaimana Kristus yang dalam sosok manusia, telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama dan di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan sebab keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia. Inilah yang harus kita ajarkan kepada anak-anak kita, sesama kita dan bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah, bahwa apa yang dilakukan Yesus itu berhasil, Ia ditinggikan, disanjung dan dimuliakan, justru di atas Salib! (bdk. Flp. 2:8-9; Kis. 4:12; Yes. 52:13).

Hari ini, titik sentral perayaan penyembahan dan penghormatan Salib Kristus hanya bisa kita lakukan di tempat tinggal kita masing-masing sambil mengingat pesan Paus Fransiskus: “Dua hal yang harus kita letakkan di tangan kita hari ini, yaitu Salib untuk kita pandang dan Firman Allah untuk kita baca! Inilah tindakan liturgi terbesar yang saat ini dapat kita lakukan karena tidak dapat hadir di Gereja.” Lihatlah kayu salib tempat Penyelamat dunia bergantung, marilah kita sembah, sebab kepada-Nya kita berlindung dan diluputkan karena keadilan-Nya. Ke dalam tangan-Nya kita serahkan nyawa kita sebab masa hidup kita ada dalam tangan-Nya, Dia akan membebaskan kita dari tangan musuh-musuh yang mengejar kita karena Ia setia. Kepada-Nya kita percaya dan berkata “Engkaulah Allahku! Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu dan selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!” (bdk. Mzm. 31:2,6,15-17)

Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia dan teguh berpegang pada pengakuan iman kita pada Yesus, Anak Allah, persembahkanlah doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (bdk. Ibr. 4:14-15; 5:7). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s