Berlari dalam Kerinduan – Bergegas Mencari Dia!

Renungan Harian Misioner
Minggu, 12 April 2020
HARI RAYA PASKAH
Kis. 10:34a,37-43; Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23; Kol. 3:1-4 atau 1Kor. 5:6b-8; Yoh. 20:1-9 atau Mat. 28:1-10

Cerita Paskah dimulai oleh seorang perempuan hebat. Maria Magdalena paling pertama pergi ke kubur Yesus. Hari pertama menjadi tanda harapan dan awal yang baru, seperti saat Allah menciptakan alam semesta. Akan tetapi, ternyata pagi yang “masih gelap” itu menjadi juga simbol kegelapan hatinya. Dia melihat kubur Yesus dari luar saja. Fokus perhatiannya masih pada kubur dan jenazah. Baginya, Yesus sudah wafat dan berstatus mayat. Maka, begitu melihat batu pintu kubur sudah diambil, kesimpulannya jelas: mayat Yesus sudah dipindahkan atau dicuri orang! Cara melihat yang dangkal, kesimpulan yang tergesa-gesa. Mengapa? Karena Maria berharap mengunjungi mayat, bukan berjumpa dengan Tuhan yang mulia.

Petrus dan Murid yang dikasihi Yesus berlari ke kuburan. Entah mengapa, Petrus kalah-cepat. Yang pasti, siapa yang lebih mengasihi, lebih cepat pula sampai dan menemukan sang Kekasih. Berbeda dengan Maria Magdalena yang hanya melihat dari luar, Murid yang dikasihi Yesus itu melihat ke dalam. Tetapi ia tidak mau terburu-buru masuk. Di hadapan misteri kubur kosong dan kain kafan, ia memilih untuk berhenti. Petrus pun akhirnya tiba dan langsung masuk ke dalam kubur. Itu gaya Petrus banget: cepat beraksi, kurang berefleksi! Ia melihat kain kafan dan kain peluh yang sudah tertata rapi. Ia menjadi saksi bahwa mayat Yesus tidak mungkin dipindahkan atau dicuri. Maling tidak mungkin berlama-lama membuka dan melipat kain kafan serta kain peluh sebelum membawa mayat Yesus. Konon, ada banyak rumor dan tuduhan bahwa mayat Yesus dicuri atau dipindahkan oleh para pengikut-Nya sendiri. Kesaksian Petrus, seorang “saksi mata” utama, sangat penting untuk menepis “kampanye hitam” seperti itu.

Murid yang dikasihi Yesus akhirnya masuk ke dalam kubur. Setelah merenung di luar kubur, kini ia siap untuk melihat dan percaya. Jelas, imannya menjadi pemuncak cerita. Relasi kasihnya dengan Yesus memampukan dia untuk melihat secara lebih mendalam. Ia mampu “melihat tembus” dan membaca misteri. Setiap hal menjadi isyarat dari sang Kekasih. Kubur kosong, kain kafan dan kain peluh, bukan lagi tanda bahwa mayat Yesus sudah dicuri atau tidak, melainkan bukti bahwa Sang Kekasih sudah bangkit.

Mengimani Kristus yang bangkit itu sulit. Mudah sekali saya hanya berhenti pada liturgi. Pokoknya upacara dan pesta. Padahal, kubur kosong menantang saya untuk berlari bersama Murid yang Dikasihi Yesus. Rindu dan bergegas mencari Dia. Berhenti dan merenung di hadapan misteri kubur-Nya. Melihat dan percaya bahwa Dia sungguh hadir secara baru dalam hidupku, dalam sesamaku, dalam aneka ciptaan, peristiwa dan pengalamanku. Itulah ‘ideal’ iman Paskah. Syukurlah, si Murid itu tidak pernah diberi nama. Mengapa? Supaya saya dan Anda dapat terus berupaya menjadi seperti dia: Murid yang Dikasihi Yesus. Pertanyaannya: sudahkah saya mengasihi, melihat dan percaya seperti dia? Selamat PASKAH!

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s