Jika Beriman – Wartakanlah! Jangan Berdiam Diri!

Renungan Harian Misioner
Senin, 13 April 2020
P. S. Margaretha dr Metola, S. Martinus I
Kis. 2:14,22-32; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Mat. 28:8-15

Kitab Keluaran mengajak umat untuk tetap mengingat, bahwa Paskah erat berkaitan dengan pembebasan anak cucu Abraham untuk memasuki Tanah Terjanji. Dengan demikian, Kehendak Allah, erat juga berkaitan dengan kerahiman Allah yang mengatasi dosa manusia serta membawa Penebusan.

Dalam Kisah para Rasul 2:14,22-32, perikop ini mengingatkan kita akan Pewartaan Kabar Gembira perdana, yang diucapkan oleh Petrus, yang beberapa waktu sebelumnya telah gagal membela Tuhannya, dan malah juga tiga kali mengingkari-Nya. Roh Kuduslah yang memungkinkan Petrus mewartakan, bagaimana Sang Guru, yang telah berbuat banyak bagi orang Yahudi serta jelas mengasihi mereka, ternyata telah mereka bantai dan bunuh. Padahal jelas pula, bahwa Yesus itu telah melakukan segala perbuatan itu dalam nama Allah. Namun Petrus lalu mewartakan, bahwa Korban Kebengisan orang Yahudi itu telah dimahkotai Allah dengan Kebangkitan Badan. Peristiwa itu memberi-Nya Kemuliaan yang tidak ada bandingannya serta menghantarkan-Nya duduk di sisi kanan Allah di surga. Kedudukan tinggi itu sudah dinubuatkan para Nabi, khususnya Daud, Bapa-Nya. Dengan demikian, pewartaan utama-Nya benar: yakni, bahwa Allah mau merangkul kembali semua orang berdosa,- siapa pun. Petrus dan para Rasul lain menampilkan diri sebagai saksi Kebangkitan Guru dari Nasaret, yakni Sang Mesias. Pewartaan itu bukan karena kemampuan dan keberanian mereka sendiri, bukan karena kekuatan Gereja, yang masih amat muda, juga bukan atas pesona manusiawi, melainkan karena penjiwaan Roh Kristus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Karena pewartaan perdana Petrus itu, maka Gereja, sebagai Paguyuban Umat Beriman memandang Paskah, sebagai “hari yang dijadikan Allah, yang menjadi alasan kegirangan penuh gairah semua murid-Nya”. Paskah menjadi Pusat Kabar Gembira bagi semua yang mengakui iman kepada-Nya.

Di dalam Matius 28:8-15 dapat kita temukan, berbeda dengan kebudayaan Yahudi, Paskah Yesus Kristus, telah mengutus para perempuan sebagai Rasul Perdana-Nya. Merekalah yang pertama kali menyaksikan ‘kubur kosong’ dan mengalami perjumpaan penuh kegembiraan dengan Tuhan Yesus, Sang Terbangkitkan. Kristus, yang bangkit itulah yang mengutus perempuan-perempuan itu untuk menjadi Saksi Perdana Kebangkitan kepada para Rasul. Bekal mereka adalah perjumpaan dengan Sang Terbangkitkan: yang dapat mereka raba dan rasa dalam “memeluk kaki Tuhan”. Lukisan itu serupa dengan pelbagai penampakan lain, ingin menunjukkan bahwa yang mendatangi mereka sungguh Guru, yang bangkit dari wafat, berikut segala kesengsaraan-Nya, yang Nampak dalam luka-luka-Nya. Hambatan dari ‘utusan lawan-lawan Yesus’ tidaklah menghalangi pewartaan Kabar Gembira selanjutnya, sampai zaman sekarang.

Pada zaman sekarang, tidak terbilang hambatan sekitar Wafat dan Kebangkitan Tuhan, dikemukakan oleh orang-orang, yang tidak mengimani-Nya. Dalam waktu yang sama, tidak terbilang juga jumlah orang yang semakin percaya kepada Tuhan Yesus, dari Penjelmaan sampai Sengsara dan Wafat hingga Kebangkitan-Nya. Sang Roh Kudus menganugerahkan kekuatan iman kepada semua Umat Beriman. Sejak saat perdana ini, iman kepada Yesus Kristus, dijiwai Roh, bertumpu pada peristiwa iman dalam menyambut Sang Kristus, menjadi kekuatan dasar Paguyuban Umat Beriman.

Pesan bagi kita hari ini: kita senantiasa dalam berkah Allah dan diutus untuk mewartakan Kabar Gembira, tentang Tuhan Yesus Kristus, yang menjelma, menderita, Wafat di Salib serta dibangkitkan di Hari Paskah, apa pun hambatan yang ada di jalan. Kita melakukan pewartaan, bukan karena kita suci atau cakap atau fasih, melainkan karena Roh dikaruniakan oleh Kristus, yang dibangkitkan dari Wafat.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s