Sebuah Pesan dari Makam Yesus yang Kosong!

Renungan Harian Misioner
Selasa, 14 April 2020
P. S. Tiburtius, Valerianus, Maximus
Kis. 2:36-41; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; Yoh. 20:11-18

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo,

Para sahabat misioner yang terkasih di dalam Tuhan kita Yesus Kristus: Selamat Paskah dan Shalom untuk kita semua!

Perayaan Kebangkitan Kristus pada tahun 2020 ini sungguh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena merebaknya Covid-19, umat terpaksa mengikuti Ibadah Pekan Suci dan ibadah pada hari-hari sebelumnya serta setelah HR Paskah ini secara online. Untuk pertama kalinya kita berpindah lokasi dan cara perayaan dari dunia nyata ke dunia maya. Betapa hati seperti merindukan perayaan Paskah konvensional itu di dalam kehidupan nyata. Hati dan hidup rohani kita sepertinya “kosong” tanpa perayaan Perjamuan Tuhan yang mengalir dari misteri Paskah Tuhan kita Yesus Kristus.

Melalui khotbah Petrus dan perjumpaan Yesus dengan Maria Magdalena dalam Injil hari ini, Tuhan kita Yesus Kristus menunjukkan bahwa Dia tidak menghendaki kita hidup di dalam kekosongan. Dengan kebangkitan-Nya, berikut perjumpaan-Nya dengan Maria, Dia memberikan diri-Nya untuk mengisi kekosongan hidup kita!

1. Kekosongan hidup seorang Maria Magdalena
Sosoknya telah kita kenal dengan baik. Dia adalah perempuan yang pernah dibebaskan oleh Tuhan Yesus dari tujuh roh jahat (Luk. 8:2). Dialah juga perempuan yang mencuci kaki Tuhan Yesus dengan airmatanya, meminyakinya dan lalu menyekanya dengan rambutnya (Mat. 26:6-7), dan karena tindakannya itu, ia mendapatkan pengampunan dari Tuhan Yesus atas semua dosa-dosanya (Luk. 7:44-48). Maria ini jugalah yang duduk dekat kaki Yesus dan berkonsentrasi penuh mendengarkan Firman-Nya, dan ia dipuji Yesus sebagai “telah melakukan pilihan yang terbaik (Luk. 10:39. 42).

Poin pentingnya adalah bahwa Maria Magdalena dan adiknya Martha serta saudaranya Lazarus adalah orang-orang yang mempunyai hubungan yang dekat dengan Yesus. Karena itu, kematian Yesus merupakan kehilangan besar bagi mereka. Maria mengalami semacam kekosongan, karena kehilangan Yesus. Maka setelah wafat-Nya, Maria Magdalena ini bersama dengan Maria yang lain selalu berziarah ke makam Yesus.

Dari perjumpaannya dengan Yesus dalam Injil hari ini, Maria ternyata mengalami beberapa kekosongan. Bukan hanya kekosongan karena ditinggal pribadi Yesus, tetapi juga kekosongan karena melihat kubur Yesus dari sudut pandang yang salah. Sebelum wafat-Nya, Yesus telah memberitahukan tentang kebangkitan-Nya, (Mat. 12:40; 16:21; 17:23), namun tragisnya sengsara dan wafat Yesus membuat Maria bersama para murid Yesus lupa akan pesan Yesus tentang kebangkitan-Nya itu. Dengan mengatakan, bahwa jenazah Yesus dicuri orang, hati Maria Magdalena masih “kosong”. Firman Tuhan tentang kebangkitan-Nya, belum mempunyai tempat dalam dirinya. Ia mengalami kekosongan Firman dan iman!

2. Kekosongan hidup orang-orang Yahudi
Orang-orang Yahudi juga mengalami kekosongan. Reaksi mereka saat mendengarkan khotbah Petrus pada hari Pentekosta, dan ajakan Petrus menjawabi permintaan mereka (Kis. 2:36-41), menunjukkan bahwa sebagai bangsa pilihan Allah, mestinya ada tempat khusus bagi Allah dalam hidup mereka. Namun Kisah ini menunjukkan bahwa mereka justru mengalami kekosongan. Kekosongan hidup yang terjadi, oleh karena manusia tidak memberi tempat kepada Allah di dalam agenda kehidupan mereka!

3. Kebangkutan Yesus mengisi kekosongan hidup kita!
Dari pengalaman Maria Magdalena maupun pengalaman orang-orang Yahudi, kita menemukan bahwa kebangkitan Yesus menjadi satu-satunya cara untuk mengisi kekosongan hidup manusia, termasuk kekosongan hidup saudara dan saya.

Banyak kali kehidupan kita seperti sebuah kubur yang kosong, karena Yesus yang mendiaminya diambil dari kehidupan kita. Maria Magdalena mengalami kekosongan, karena Yesus yang dia kenal, dia layani, Yesus yang mengampuni dosa-dosanya, Yesus yang membangkitkan Lazarus saudaranya, hanya dalam tempo tiga hari “hilang” dari kehidupannya. Orang-orang Yahudi mengalami kekosongan hidup, karena sebagai bangsa pilihan Allah, Tuhan dan Kristus belum mendapatkan tempat di dalam hati mereka.

Untuk mengisi kekosongan hidup itulah, Yesus yang bangkit itu datang menjumpai Maria Magdalena. Pandangannya yang salah tentang Yesus, bahwa jenazah-Nya diambil orang, kini berubah setelah menjumpai Yesus yang telah mengalahkan maut dengan kebangkitan-Nya. Yesus yang hilang secara jasmani dari hidup Maria Magdalena, kini hadir kembali sebagai pemenang atas maut. Perjumpaan dengan Yesus yang bangkit mengubah Maria, dari seorang yang menangisi kematian Yesus menjadi seorang pewarta yang memberi kesaksian tentang kebangkitan Yesus (Yoh. 20:17-18).

Begitu juga, berdasarkan arahan Rasul Petrus, banyak orang Yahudi memberikan diri untuk dibaptis dalam nama Yesus dan selanjutnya hidup kembali sebagai pewaris janji keselamatan Allah. Demikian, suatu kehidupan yang dijalani tanpa Yesus membuat orang-orang Yahudi seperti sebuah makam kosong, karena kehilangan janji keselamatan Allah. Tetapi dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Kristus, orang-orang Yahudi itu kembali menjadi pewaris janji keselamatan Allah bagi mereka.

Maria Magaalena memberi tempat khusus bagi Yesus dalam dirinya sehingga berbahagia menjadi orang pertama yang mewartakan kebangkitan Yesus. Orang-orang Yahudi, yang kehilangan warisan janji keselamatan karena tidak memberi tempat bagi Yesus, Putera Allah, kini mendapatkan kembali warisan itu karena menerima Yesus sebagai Tuhan dan Kristus. Nah, adakah tempat untuk Yesus yang adalah Tuhan dan Kristus ini salam hidup saudara dan saya? Kalau jawabannya “Ya!” maka dengan ini, kami sampaikan Selamat Paskah bagi saudara-saudari sekeluarga. Dengan memberi tempat bagi Yesus Kristus, kita semua menjadi pewaris janji keselamatan Allah seperti Maria Magdalena dan orang-orang Yahudi itu. Amin! (RMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

One thought on “Sebuah Pesan dari Makam Yesus yang Kosong!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s