Para Murid Yesus “Pewarta Kelahiran Baru Bagi Manusia”

Renungan Harian Misioner
Selasa, 21 April 2020
Hari Biasa Pekan Paskah II
P. S. Anselmus
Kis. 4:32-37; Mzm. 93:1ab,1c-2,5; Yoh. 3:7-15

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo,

Para sahabat misionaris yang terkasih, Shalom!!!
Para murid Yesus, setelah diteguhkan oleh kebangkitan-Nya pada hari Minggu Paskah, mulai dengan gagah berani dan terang-terangan memberitakan tentang Yesus sebagai pokok keselamatan. Pewartaan itu ditanggapi secara positif-kooperatif oleh jemaat yang meminta nasihat tentang apa yang harus dibuat. Petrus dalam khotbahnya pada hari Pentekosta, mengarahkan mereka supaya memberi diri untuk dibaptis. Tuhan kita Yesus Kristus dalam dialog-Nya dengan Nikodemus, menggunakan ungkapan “kelahiran baru.” Kita akan merenungkan dua macam kelahiran dan bagaimana mengelola keduanya sehingga saling mendukung untuk memperoleh hidup yang kekal.

1. Kelahiran “lama” vs kelahiran “baru”
Dari dialog Yesus dengan Nikodemus, kita akhirnya tahu tentang kedua cara kelahiran ini. Melalui kelahiran “lama”, manusia memperoleh hidup secara fisik-jasmaniah. Melalui kelahiran “baru”, yang berlaku bagi manusia adalah kehidupan rohaniah.

2. Kehidupan fisik-jasmaniah vs kehidupan rohaniah
Kehidupan jasmaniah yang terjadi melalui kelahiran “lama” terikat dengan dunia fisik sebagai asal-usulnya, sementara kehidupan rohaniah yang terjadi melalui kelahiran “baru” terikat dengan dunia rohani (Yoh. 3:11-13).

3. Bersinergi atau bertentangan?
Sekalipun berbeda asal-usulnya, kehidupan yang terjadi melalui kedua kelahiran ini sesungguhnya bisa bersinergi, walaupun banyak orang dalam penghayatannya menempatkan keduanya secara bertentangan. Semua orang yang lahir dari cara yang lama bisa lahir kembali secara baru. Kehidupan yang terjadi lewat kelahiran yang lama, terikat erat dengan dunia, sehingga memiliki awal dan akhirnya. Berbeda dengan kehidupan yang diberikan oleh kelahiran yang baru, yang terjadi dari air dan Roh Kudus (Yoh. 3:8). Oleh karena sumber dan asal-usulnya adalah roh yang kekal, maka kehidupan yang rohani itu tidak mengenal akhir, bersifat kekal. Sinergi antara kedua kehidupan ini dapat terjadi, ketika manusia yang hidup oleh kelahiran yang lama membuka diri untuk lahir secara baru dari air dan Roh Kudus. Dan inilah undangan yang dibuka oleh Tuhan kita Yesus Kristus lewat kebangkitan-Nya: semua orang diberi kesempatan untuk mendapatkan hidup yang kekal ini!

4. Para Rasul: Pewarta Kehidupan Kekal
Pada Hari Pentekosta, Rasul Petrus menawarkan kelahiran ke alam hidup baru di dalam Yesus ini lewat khotbahnya. Ketika para pendengar pewartaannya bertanya tentang apa yang harus mereka lakukan untuk menyikapi undangan itu, Petrus mengatakan, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (Kis. 2:38). Jadi, Petrus mengikuti Yesus, Gurunya, menawarkan cara kelahiran baru, kelahiran dari air dan Roh Kudus, persis seperti Yesus menawarkan cara kelahiran ke dalam hidup yang baru itu kepada Nikodemus (Yoh. 3:3. 8b).

5. Sebuah pewartaan melalui cara hidup
Kesempatan untuk dilahirkan kembali ke dalam alam hidup kekal yang mengalir dari kuasa kebangkitan Yesus ditawarkan kepada dunia dan umat manusia. Alam hidup yang baru itu, dapat kita saksikan semangat dan modelnya melalui cara hidup jemaat perdana (Kis. 2:32-37).

Nuansa dari cara hidup baru di dalam Kristus ini adalah bahwa semua yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, membangun hidup sebagai satu keluarga dengan: hidup sehati-sejiwa; saling berbagi milik dan kepunyaan; hidup dalam kasih karunia yang berlimpah; tidak ada yang berkekurangan karena semua saling memerhatikan keperluan sesamanya.

6. Cara hidup jemaat: kesaksian hidup di masa sulit Covid-19
Saat ini, bertepatan dengan Masa Prapaskah hingga Paskah, dunia dilanda masa sulit karena wabah Covid-19. Namun, cara hidup jemaat perdana seperti dalam bacaan pertama itu, justru muncul dalam berbagai posko peduli korban Covid-19 yang didirikan oleh anak-anak Tuhan di berbagai pelosok NKRI. Anak-anak Tuhan menyambut dan mengelola situasi sulit ini sebagai medan kerasulan dan panggung kesaksian iman dan cinta-kasih. Dan, percaya atau tidak, sesungguhnya Tuhan telah mempersiapkan situasi ini untuk menjadi medan kerasulan dan panggung kesaksian iman plus posko peduli kasih tersebut. Mari kita kembali kepada Firman Tuhan yang disampaikan kepada kita dalam Injil Hari Minggu tanggal 28 Maret 2020. Tuhan Yesus telah meminta kita semua untuk mengelola situasi sulit akibat Covid-19 ini, sebagai “kesempatan untuk belajar percaya” (Yoh. 11:15), plus “kesempatan untuk mewujudkan kasih kepada sesama kita dan kepada Tuhan” (Mrk. 12:30-31), dan juga sebagai “kesempatan untuk memuliakan Allah” (Yoh. 11:4).

DOA: Terima kasih Tuhan Yesus, karena telah mengajar kami untuk menghadirkan kasih-Mu justru di saat-saat sulit karena Covid-19 ini. Semoga oleh kekuatan kasih dan kuasa kebangkitan-Mu, kami boleh mampu mengatasi wabah ini, dan orang-orang boleh mendapatkan anugerah kelahiran baru untuk hidup sebagai putera-puteri-Mu. Amin! (RMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s