Bapa Sangat Mengasihi Manusia Pendosa – Mendekatlah!

Renungan Harian Misioner
Rabu, 22 April 2020
P. S. Yosef Moscati
Kis. 5:17-26; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Yoh. 3:16-21

Titik pangkal pewartaan umat adalah syukur kepada Allah, sebab semua merupakan karya Allah. Kemudian kita mewartakan Nama Agung Allah kepada semua saudara kita. Bertumpu pada spirit yang ada dalam Kitab Mazmur, kita terdorong untuk berani mewartakan Karya Allah, yang mengagumkan.

Dalam Kisah para Rasul 5:17-26: sejak awal, pewartaan Kabar Gembira, yang dilakukan oleh Petrus dan kawan-kawannya tidaklah mudah. Mereka bukanlah orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi dan tidak pula tergolong orang-orang yang mengerti Kitab Suci, padahal mereka harus mewartakan dengan rujukan alkitabiah, yang ditantang oleh orang Yahudi. Mereka tetap saja mewarta, tanpa juga tahu dan sadar, bahwa Allah sungguh memberkati karya mereka, dengan cara-cara yang tidak terbayangkan sebelumnya. Baru sesudah terjadi beberapa peristiwa, dapatlah mereka perlahan-lahan menangkap, betapa mereka hanyalah mengambil bagian dalam Karya Allah, yang ukuran besarnya tidak terbayangkan. Peristiwanya sering kali benar-benar melampaui bayangan dan pengertian manusia: misalnya, bagaimana mungkin narapidana terkunci kok dapat terlepas dari genggaman ikatan manusia. Telah terjadi, apa nyang dipandang mustahil menurut perhitungan manusiawi. Oleh sebab itu, sesungguhnya Kisah Para Rasul bukanlah ‘Kisahnya Para Rasul’, melainkan Kisahnya Allah berkarya guna membuka mata manusia akan Penjelmaan dan Penebusan melalui Anak Manusia: pelaku manusiawinya adalah para Rasul. Pengalaman itu dari satu sisi menyebabkan iman mereka semakin teguh, dari sisi lain membuat mereka rendah hati, karena sandarannya bukanlah kekuatan mereka sendiri, melainkan Energeia Spiritual, Roh Kudus, dalam Karya Agungnya.

Nada dasar dalam Mazmur hari ini adalah bahwa rasul-rasul atau utusan-utusan Tuhan, dari satu sisi tertindas dan mengalami banyak hambatan dalam melaksanakan pengutusan mewartakan Kabar Gembira; dari sisi lain, mereka dikuatkan oleh iman mendalam, bahwa Tuhan mendengarkan seruan siapa pun yang percaya kepada-Nya; apalagi utusan-Nya.

Allah Bapa amat mengasihi manusia (pendosa), bahkan sampai rela menyerahkan Anak-Nya. Tujuannya, bukanlah sembarangan: arah tujuannya adalah agar setiap orang percaya kepada-Nya dan beroleh hidup kekal. Artinya bersatu dengan Allah.

Mari kita lihat Injil hari ini. Sebenarnya Nikodemus ‘termasuk dalam lingkungan lawan-lawan Yesus, yang menyangsikan pengutusan Guru Nasaret itu’. Namun, sebagai murid Musa yang tulus, ia pun berusaha untuk menangkap pesan dasar dari Yesus. Sebab ia mau menjadi murid Musa yang benar. Itulah sebabnya, mengapa ia diam-diam menemui Yesus untuk memperoleh kesempatan memahami Yesus secara lebih bersungguh-sungguh. Oleh sebab itu, Yesus memang menanggapinya dengan murah hati. Kepada Nikodemus, Yesus menguraikan pokok-pokok Kabar Gembira: yakni mengenai kasih Allah Bapa, pengutusan Allah Putera dan peran Roh Kudus. Gambar tentang kebinasaan umat manusia karena dosa, amat mencekam Nikodemus, tetapi lebih lagi lukisan tentang kasih Allah Bapa, yang mengirim Sang Putera melalui peran serta Roh Kudus. Percakapan Yesus dengan Nikodemus sampai pada inti pengutusan Sang Putera, yang dimaksudkan untuk membawa keselamatan bagi seluruh manusia, yang mengimani-Nya. Uraian itu memberi pesan kepada Nikodemus, yaitu, kalau mau selamat, ya mendekat kepada Allah, dengan pengantaraan Sang Putera.

PESAN BAGI KITA HARI INI: kita diundang untuk mendekat kepada Allah, melalui Yesus Kristus, dengan dijiwai Roh Kudus, yang berhembus di mana Dia mau.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s