Tanggalkan Keserakahan – Temui Tuhan dalam Kesederhanaan

Renungan Harian Misioner
Senin, 27 April 2020
Hari Biasa Pekan Paskah III
Kis. 6:8-15; Mzm. 119:23-24,26-27,29-30; Yoh. 6:22-29

Orang tua saya dulu pernah mengatakan sebuah kalimat kepada saya ketika melihat orang lain mengambil makanan dalam suatu kesempatan resepsi pernikahan, “memang mata lebih besar daripada lambung”. Komentar ini muncul ketika melihat orang lain mengambil makanan hingga “menggunung” dan kemudian tidak menghabiskannya. Saya juga pernah melihat hal yang sama di resepsi pernikahan, ada orang mengambil makanan sangat banyak dan tidak dapat menghabiskannya. Sementara saya dan beberapa orang lainnya hanya mendapatkan nasi dan kuah sup saja tanpa isi. Saya sempat bergumam dalam hati dengan kalimat yang sama seperti di atas, “memang mata lebih besar daripada lambung kita”. Kalimat ini sering mengingatkan saya untuk mengambil seperlunya dan tetap mengingat orang lain. Inilah situasi dunia kita dan kecenderungan kita sebagai manusia yang memiliki sifat serakah hingga sering kalap mata dan kehilangan rasa belas kasih.

Sejak dimulainya revolusi industri, manusia mengeksploitasi sumber daya alam begitu berlebihan. Barangkali atau saja ada perasaan takut, “segera ambil sebanyak-banyaknya sebelum orang lain mengambilnya”. Atau semua harus dimakan untuk mengenyangkan perut dan memuaskan dahaga sampai-sampai tindakan kita telah merusak habitat alamiah dari mahkluk lainnya, menghilangkan keanekaragaman hayati dan pengrusakan ekosistem. Apalagi banyak ahli yang berpendapat bahwa salah satu faktor dari munculnya wabah Covid-19 ini adalah akibat ulah manusia yang tidak dapat menjaga keseimbangan alam.

Pesan Yesus hari ini jelas bagi kita, “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan materai-Nya”. Sebelumnya para murid mengalami peristiwa penggandaan roti dan semua orang menjadi kenyang. Namun, karena tidak sampai pada penghayatan akan kehadiran dan kuasa Tuhan di setiap mukjizat-Nya, para murid lalu merasa lapar lagi secara jasmani dan “hanya” mau terus mencari Yesus agar mendapatkan lagi mukjizat-mukjizat-Nya. Yesus menawarkan suatu makanan yang tidak dapat binasa, yang bertahan sampai pada kehidupan kekal yaitu mengambil bagian dalam kehidupan-Nya lewat kebersatuan Tubuh dan Darah-Nya dalam Ekaristi dan senantiasa mendengarkan serta menjadi pelaku Sabda-Nya.

Memang saat ini, di tengah wabah Covid-19, perayaan Ekaristi sementara ditiadakan untuk publik yang sifatnya berkumpul dalam jumlah yang besar, namun kebersatuan umat bersama dengan Kristus dalam Ekaristi secara online tetap dapat dilakukan melalui Doa Komuni Batin atau Komuni Spiritual. Saya sering mendengar keluh kesah umat bahwa mereka sungguh mendambakan Ekaristi dan pergi ke Gereja setiap hari Minggu. Namun saat ini kembali kita juga disadarkan apa motivasi kita untuk pergi dan berjumpa Tuhan dalam Ekaristi yang sesungguhnya. Sebelum wabah ini, ada yang hanya fokus ke Gereja dengan mempersiapkan diri melalui dandanan yang luar biasa kinclong. Alih-alih mau berjumpa dengan Yesus dalam Ekaristi, mereka hanya memikirkan bagaimana supaya kelihatan “wah” di hadapan teman-teman sejawatnya.

Saat malam Paskah kemarin, ada seorang umat yang merasa tersentuh dan menangis ketika mengikuti perayaan Ekaristi bersama keluarganya walau hanya lewat televisi. Saya sempat berkelakar dan bertanya, “Waktu itu ibu pakai baju baru ya? Waktu itu apakah ibu berdandan dan menggunakan make-up dan perhiasan lainnya?” Jawab ibu tersebut, “Wah sama sekali tidak Romo”. Saya bertanya lagi, “Lalu apakah ibu merasa tanpa itu semua bisa berjumpa Tuhan?” Jawabnya spontan, “Tentuuu Romo”.

Saudara-saudariku inilah titik permenungannya. Selama ini kita terlalu sibuk memuaskan dahaga kita dengan hal-hal yang duniawi saja yang dapat binasa dan mengejarnya dengan sangat berlebihan hingga kita lupa untuk terus mencari DIA dan menemukan sumber makanan yang bertahan sampai pada kehidupan kekal. Saat ini kita semua sudah lebih banyak di rumah tentu kesempatan ini juga membuat kita semakin dapat memperdalam rohani kita dengan membaca Sabda-Nya dan merenungkannya hingga akhirnya kita bisa dimampukan pula untuk menjadi pelaku Sabda-Nya. Mari memberi makan jiwa kita agar kita terus bertahan dan percaya pada rencana-Nya di tengah situasi yang serba sulit ini. Teruslah berpengharapan. Halleluya.

(RD. Hendrik Palimbo – Dosen STIKPAR Toraja, Keuskupan Agung Makassar)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s