Akulah Roti Hidup!

Renungan Harian Misioner
Selasa, 28 April 2020
Hari Biasa Pekan Paskah III
P. S. Petrus Chanel, S. Ludovikus Maria Grignion de Montfrot
Kis. 7:51 – 8:1a; Mzm. 31:3cd-4,6ab,7b,8a,17,21ab; Yoh. 6:30-35

“Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh. 6:35). Demikianlah penegasan Yesus mengenai diri-Nya dan apa yang akan dialami oleh setiap orang yang datang kepada-Nya dan percaya kepada-Nya. Berhadapan dengan penegasan Yesus bahwa diri-Nya adalah roti hidup, apa tanggapan kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus? Tanggapan kita atas pernyataan Yesus ditentukan oleh jawaban kita atas pertanyaan refleksi ini: Apakah kita lapar akan roti hidup? Jawaban atas pertanyaan “apakah kita lapar akan roti hidup” amat menentukan kualitas relasi kita dengan Yesus, Sang Roti Hidup. Apabila kita lapar akan roti hidup, kita tentu akan datang kepada-Nya dan percaya kepada-Nya. Sebaliknya, jika kita tidak merasa lapar akan roti hidup, sudah pasti kita tidak datang kepada-Nya, tidak percaya kepada-Nya, menolak dan menentang-Nya sebagaimana dilakukan oleh orang-orang Israel, khususnya para pemimpin mereka.

Orang Israel selalu beranggapan bahwa manna di padang gurun sebagai roti dari Allah (Mzm. 78:24; Kel 16:15). Ada sebuah keyakinan bahwa ketika Mesias datang, dia akan memberikan manna dari surga. Ini adalah karya agung Musa. Sekarang, para pemimpin Israel menuntut Yesus untuk memberikan manna dari surga sebagai bukti atas klaimnya sebagai Mesias. Yesus menanggapi dengan memberitahukan mereka bahwa bukan Musa yang memberikan manna, tetapi Allah. Dan manna yang diberikan kepada Musa dan orang Israel bukanlah roti yang benar dari surga, melainkan hanya sebuah simbol dari roti yang akan datang. Yesus kemudian membuat klaim yang hanya Allah dapat lakukan: “Akulah Roti Hidup!” (Yoh. 6:35).

Roti yang Yesus berikan tidak lain adalah hidup Allah sendiri. Inilah Roti yang sesungguhnya yang dapat memuaskan rasa lapar dalam hati dan jiwa kita. Manna dari surga hanyalah gambaran awal dari roti Ekaristi atau Perjamuan Tuhan yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya pada saat pengorbanan-Nya. Manna di padang gurun memberi hidup kepada orang-orang Israel dalam perjalanan mereka menuju Tanah Terjanji. Namun manna itu tidak dapat memberikan hidup kekal bagi orang-orang Israel. Sebaliknya, Yesus memberikan kita roti surgawi yang menghasilkan hidup Ilahi dalam diri kita.

Yesus adalah Roti Hidup sejati yang memberikan hidup kepada kita sekarang dan selamanya. Roti yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya memberi hidup kepada kita bukan hanya dalam perjalanan kita menuju taman surgawi, tetapi memberikan kita hidup Ilahi Allah yang berlimpah. Ketika kita menerima dari meja Tuhan, kita mempersatukan diri kita sendiri dengan Yesus Kristus. Santo Ignasius dari Antiokia menyebut roti itu satu-satunya roti yang memberikan obat kekekalan, penangkal kematian, dan makanan yang membuat kita hidup selamanya dalam Yesus Kristus. Makanan Ilahi ini menyembuhkan baik tubuh maupun jiwa dan menguatkan kita dalam perjalanan menuju tanah air surgawi.

Santo Stefanus sebagaimana dikisahkah dalam Kisah Para Rasul 7:51-8:1a memperlihatkan kualitas iman yang luar biasa. Ia telah ambil bagian dalam hidup Ilahi Yesus Kristus, bersatu dengan Yesus sehingga ia mampu menghayati apa yang Yesus hayati, khususnya ketika menghadapi penolakan, fitnah, penganiayaan, dan pembunuhan. Santo Stefanus berdoa untuk musuh-musuhnya dan mengampuni mereka sama seperti yang dilakukan Yesus. Bagaimana kita? Kita hanya bisa seperti Santo Stefanus apabila kita berada dalam hidup Ilahi bersama Yesus dengan menerima dan bersatu dengan Yesus, Sang Roti Hidup. Apakah kita lapar akan Allah dan lapar akan makanan yang memberi hidup yang kekal? Marilah kita datang kepada Yesus agar jiwa kita tidak lapar lagi dan percaya kepada-Nya agar jiwa kita tidak haus lagi.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s