Santo Yusuf – Teladan Para Pekerja

Renungan Harian Misioner
Jumat, 01 Mei 2020
Hari Biasa Pekan Paskah III
P. S. Yusuf Pekerja
Kis. 9:1-20; Mzm. 117:1,2; Yoh. 6:52-59

Pada peringatan St. Yusuf Pekerja ini, umat diajak mulai dengan merenungkan awal Kitab Kejadian. Dari perikop itu dapatlah kita menghayati ‘panggilan dasar para pekerja, yang diberikan kepada semua manusia di awal Penciptaan’. Dalam panggilan itu, manusia menyatu dengan seluruh alam ciptaan untuk mewujudkan Kehendak Allah, memadukan seluruh alam ciptaan. Secara khusus, manusia, dalam lingkup panggilan menyatu dengan seluruh alam semesta itu, diciptakan ‘sesuai dengan citra Allah’. Dalam pengutusan itu, langsung diungkapkan pula kalimat penting: ‘Ia menciptakannya pria dan wanita’. Dalam kesatuan itulah pria dan wanita melaksanakan mengambil bagian dalam pengembangan Penciptaan. Langsung dalam pengutusan itu pulalah disebutkan panggilan mulia ‘beranakcuculah dan berkembangbiaklah’. Kalimat ini menguduskan persekutuan pria dan wanita, dalam membangun keluarga, sejak awal mula: suatu tugas mulia, yang melampaui proses fisik, biologis, kultural maupun ritual. Kekudusan itulah yang menjadi alas dari Sakramen Perkawinan dan pembentukan Keluarga Beriman. Kalau terjadi pemenuhan bumi melalui keturunan Adam dan Hawa, hal itu erat berkaitan dengan ‘pembentukan Keluarga Beriman’.

Pelayanan pada bumi itu sudah sejak semula ditugaskan kepada manusia pertama, tidak hanya terjadi secara kuantitatif, tetapi juga secara kualitatif: disebutkan dengan sangat bagus ‘taklukkanlah’; suatu ungkapan yang menunjukkan perlakuan intersubyektif antara manusia dengan alam semesta: Alam dipandang sebagai subyek juga. Begitulah cara orang beriman memandang ‘segala binatang sampai dengan tetumbuhan dan binatang beraneka’. Hanya begitulah kalau ‘mau baik segalanya’. Seluruh proses itu disebut sebagai ‘diberkati dan dikuduskan oleh Allah’.

Mazmur memperlihatkan sikap berdoa yang tepat apabila umat merenungkan seluruh proses hidup dan karya seorang pekerja: membuka diri agar Allah meneguhkan pekerjaan semuanya. Begitulah St. Yusuf dikuduskan secara istimewa dalam perannya sebagai pelindung para pekerja.

Keseluruhan sikap dasar kodrat manusia adalah bekerja, dan bersama St. Yusuf itu dibawa ke dalam sikap mulia, dengan ‘memuji Allah hari demi hari’. Pekerjaan, yang sering membawa gambaran perbudakan, dikuduskan dengan mempersembahkannya kepada Allah.

Pangkal kehidupan Guru dari Nasaret memang sederhana: ‘Dia anak tukang kayu’. Namun keistimewaan nilai pekerjaan, terletak di dalam partisipasinya pada seluruh proses Penciptaan dan Penyelenggaraan Ilahi untuk mengolah alam semesta. Dengan demikian pula, segala sarana kerja dan bagian alam yang dikerjakan menemukan kemuliaan, melampaui kodratnya, sampai pada Dunia Adikodrati. Oleh sebab itu, puji-pujian maupun keuntungan sosial, ekonomis dan politis dirangkum dalam Ruah Allah, yang memang oleh Kitab Kejadian disebut ‘melingkupi segala sesuatu’ (Kej. 1:2).

Marilah kita mensyukuri makna pekerjaan sebagai ungkapan iman, bersama St. Yusuf, yang pekerjaannya untuk mendukung Penjelmaan, Penebusan dan Pengudusan manusia.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s