Misionaris Melanjutkan Misi Yesus Kristus

Renungan Harian Misioner
Selasa, 05 Mei 2020
Hari Biasa, Pekan Paskah IV
P. S. Hilarius
Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7; Yoh. 10:22-30

Para sahabat misioner yang terkasih: Selamat Paskah dan Shalom!
Selamat datang ke dalam H-5 Bulan Mei, yang oleh Gereja dialokasikan untuk berdoa bersama Bunda Maria. Sebagai putera-puteri Bunda, kita menyambut kesempatan ini, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan didampingi oleh Bunda-Nya. Selain untaian Rosario kita daraskan kepada Bunda Sorgawi, kita juga berikan mawar sebagai lambang kasih kita kepadanya. Bulan Mei Bulan Maria, the month of the roses!

1. Tiga hal penting yang dilakukan Yesus yang bangkit
Sejak Hari Raya Paskah hingga Hari Raya Kenaikan Tuhan, kita melihat Tuhan kita Yesus Kristus berjuang untuk menguatkan para murid-Nya terkait tiga isu penting dari karya penyelamatan-Nya. Pertama, Yesus berjuang supaya para murid-Nya menghadapi dan mengelola segala sesuatu yang mereka alami dengan mengacu kepada hubungan mereka dengan diri-Nya. Dalam Gereja Partisipatif, inilah yang disebut sebagai aspek Keberpusatan kepada Kristus. Inilah yang dilakukan Yesus ketika Dia menjelaskan tentang Kitab Suci kepada Kleopas dan kawannya ketika mereka sedang menuju ke Emaus, untuk menjauh dari Persekutuan (Komunitas) Para Murid di Yerusalem.

Kedua, Yesus berjuang untuk mendampingi para murid-Nya bertekun dalam persekutuan, dan tetap bertahan di dalamnya, apapun yang terjadi. Yesus datang ke dalam persekutuan para murid di Yerusalem, ketika Tomas mengundurkan diri dari kelompok itu, dan seminggu kemudian ketika Tomas kembali lagi. Kleopas dan kawannya batal untuk menetap di Emaus, tetapi langsung kembali ke dalam Komunitas Para Murid di Yerusalem, setelah Dia meyakinkan para murid-Nya tentang wujud kehadiran-Nya yang baru di antara mereka, yaitu lewat Upacara Pemecahan Roti, yang sekarang ini kita rayakan dalam Ekaristi. Inilah aspek kedua dalam Gereja Partisipatif: Komunio atau Persekutuan. Yesus tidak ingin Komunitas Para Murid-Nya tercerai-berai, Ia mengokohkannya dengan penjelasan tentang Firman-Nya dan dengan Perjamuan Tubuh dan Darah-Nya.

Ketiga, Yesus juga berjuang mendampingi mereka, supaya berani memberi kesaksian tentang keselamatan dan hidup kekal yang Dia tawarkan lewat kebangkitan-Nya. Inilah aspek ketiga dalam Gereja Partisipatif: “aspek misio”, di mana Persekutuan Para Murid Yesus melanjutkan apa yang telah dimulai oleh Yesus sendiri demi keselamatan umat manusia.

2. Misionaris: melanjutkan karya-karya Yesus
Karya Yesus, yang kita renungkan dari bacaan-bacaan hari ini, antara lain memberi kesaksian tentang Allah, yang menawarkan kehidupan kekal lewat diri Yesus, (Yoh. 10:25-26), karena Allah menghendaki umat manusia menyambut-Nya dan mendasarkan hidup mereka pada-Nya (= aspek misi/pewartaan plus aspek keberpusatan kepada Allah di dalam Kristus). Dengan menegaskan bahwa tidak seorangpun yang dapat merebut orang-orang yang telah menjadi murid-Nya dari tangan Yesus, aspek persektuan para murid-Nya secara vertikal dengan Allah dan secara horizontal dengan sesama murid lainnya di dalam komunitas, juga ditegaskan (Yoh. 10:27-30).

Tiga aspek yang menjadi perhatian khusus dari Tuhan kita Yesus Kristus setelah kebangkitan-Nya ini, selanjutnya diteruskan ke tangan para murid-Nya dan Gereja-Nya hingga sekarang ini di tangan kita semua yang telah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Dalam Kisah Para Rasul, penghayatan ketiganya juga tidak lepas dari sikap hidup orang-orang dunia, yang tidak selalu kooperatif. Para murid Yesus bahkan harus mengalami penganiayaan. Namun, seperti Yesus menerima penderitaan dan wafat serta kebangkitan-Nya sebagai jalan yang harus dilalui demi mewujudkan rencana keselamatan Allah, demikian para murid-Nya menerima penganiayaan dan bahkan hukuman mati sebagai bagian dari tugas-perutusan mereka. Tersebarnya mereka keluar dari tanah terjanji ke wilayah bangsa-bangsa lain, juga diterima sebagai peluang pewartaan (= aspek misio), hingga akhirnya melahirkan jemaat yang baru di Antiokhia (= aspek persekutuan/komunio).

Mengikuti langkah Gurunya yang pergi ke Emaus (Luk. 24:13-35), untuk membawa pulang Kleopas dan kawannya yang keluar dan menjauh dari Komunitas Para Rasul di Yerusalem, Barnabas membawa pulang Saulus ke dalam Persekutuan Para Murid di Antiokhia (Kis. 11:22-26). Nasihat Barnabas kepada Jemaat di Antiokhia setelah ia bertemu dengan mereka, menegaskan pentingnya menjaga kesetiaan kepada Tuhan (Kis. 11:23). Nasihat ini menegaskan tentang aspek keberpusatan kepada Allah di dalam Kristus, dan aspek pewartaan/misio yang juga sudah melekat dalam diri Barnabas (Kis. 11:24).

Sebagai misionaris, kita tidak berbuat lain, selain melakukan hal-hal yang telah dilakukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus sendiri. Karena itu, marilah kita memperteguh persekutuan kita dengan Kristus lewat doa, mendalami Kitab Suci, merayakan Ekaristi, sebagai dasar untuk membangun Komunio di antara kita sesama umat Kristiani dan mengelola segala sesuatu yang kita alami dengan iman dan tuntunan Firman-Nya, supaya pada akhirnya seperti Barnabas, kitapun mampu membawa orang-orang kepada Tuhan (Kis. 11:23-24). Amin! (RMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s