Misionaris: Pembawa Damai-Sejahtera Allah kepada Dunia & Umat Manusia

Renungan Harian Misioner
Selasa, 12 Mei 2020
Pekan Paskah V
P. S. Nereus, S. Akhilleus, S. Pankrasius
Kis. 14:19-28; Mzm. 145:10-11,12-13ab,21; Yoh. 14:27-31a

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo,

Para sahabat misioner yang terkasih, Shalom!
Kita masih berada dalam Lingkaran Masa Paskah dengan tiga hal utama yang dilakukan Yesus setelah Dia bangkit sebagai pemenang atas maut. Keutuhan para murid-Nya untuk tetap bertekun di dalam persekutuan (= Komunitas Para Murid Yesus) menjadi perhatian utama Yesus. Dia tidak menghendaki mereka cerai-berai. Sebaliknya Dia berjuang untuk membawa kembali mereka yang “mengundurkan diri” untuk kembali masuk ke dalam Komunitas Para Murid-Nya. Caranya Yesus membawa para murid seperti Kleopas dan temannya adalah melalui penjelasan tentang Firman-Nya, dan kemudian dipertegas melalui Pemecahan Roti. Sementara kepada Thomas, yang sudah satu minggu lamanya keluar dari Persekutuan Para Murid Yerusalem itu lalu kembali lagi, Yesus menunjukkan kehadiran-Nya yang baru, yang tidak lagi dapat dihalangi secari fisik. Langsung setelah bangkit, Yesus mendatangi para murid-Nya di Ruang Atas, tempat mereka biasa berkumpul. Sekalipun pintu-pintu rapat terkunci, Yesus yang bangkit itu dapat dengan leluasa masuk untuk menemui para murid-Nya dan berbagi hadiah Paskah bagi mereka.

Ada empat hadiah kebangkitan yang Yesus bagikan ketika Dia datang mengunjungi para murid-Nya, yakni: damai sejahtera, tugas-perutusan, karunia Roh Kudus, dan kuasa untuk mengampuni dosa (Yoh. 20:20-23). Selanjutnya setelah dikuatkan oleh keempat “hadiah kebangkitan” tersebut, para murid menjadi semakin mantap bertekun dalam Persekutuan Para Murid-Nya, tidak lagi cerai-berai; semakin berakar dalam Firman-Nya dan dalam berbagai perjumpaan sakramental dengan Yesus yang bangkit melalui doa bergilir, pengajaran para rasul, dan pemecahan roti (Bdk. Kis. 2:41-47 dan 4:32-37); dan semakin berani untuk memberi kesaksian tentang Yesus Kristus sebagai pokok keselamatan bagi dunia dan umat manusia.

Bahkan sekalipun kesaksian iman itu berhadapan dengan sikap penolakan dan penganiayaan, sebagaimana yang dialami oleh Paulus dan Barnabas di kota Listra dan Derbe, mereka tidak pernah menyerah. Lebih jauh lagi, pewartaan tentang Yesus sebagai pokok keselamatan itu, diperteguh dengan didirikannya Komunitas-komunitas Para Murid Yesus di kota-kota tersebut di atas. Paulus dan Barnabas bahkan melengkapi Komunitas-komunitas Para Murid Yesus di luar Palestina itu dengan “para penatua jemaat,” yang dapat kita katakan menjadi cikal-bakal untuk para pengurus Gereja kita sekarang ini, semacam Dewan Pastoral Jemaat (Kis. 14:23). Pewartaan tentang Yesus Kristus yang bangkit sebagai pokok keselamatan dan hidup bagi dunia dan umat manusia oleh Paulus dan Barnabas itu bahkan mencapai wilayah Pisidia, Pamfilia, Perga, dan Atalia (Kis. 14:24).

Merenungkan apa yang dilakukan oleh Paulus dan Barnabas dalam Bacaan Pertama hari ini dari sisi-tilik Pemazmur, kita mendapati ungkapan mulia tentang panggilan hidup sebagai para murid Yesus dan siapapun yang telah menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Pada Refrein Mazmur Tanggapan setelah Bacaan Pertama, kita ikut menegaskan tentang panggilan kita, para murid/pengikut Yesus dengan kata-kata ini, “Orang-orang yang Kaukasihi, ya Tuhan, mengumumkan kemuliaan Kerajaan-Mu” (Mzm. 145:10b-11).

Dari Refrein Mazmur Tanggapan ini, kita dapat memaklumi mengapa sekalipun disiksa dan dianiaya, tetapi Paulus dan Barnabas dan bahkan semua murid Yesus mengalaminya, tetapi tetap dengan berani dan bahkan dengan menyerahkan nyawa seperti yang dilakukan oleh Santo Stefanus, kiranya tidak lain adalah karena mereka telah termasuk dalam kelompok “orang-orang yang dikasihi Tuhan” (Mzm. 145:10b-11). Di dalam Refrein ini Paulus dan Barnabas dan begitu juga kita semua sebagai misionaris menemukan identitas diri kita di dalam hubungan dengan Yesus, bahwa kita adalah orang-orang yang dikasihi Tuhan. Karena itu, pewartaan yang kita lakukan lalu menjadi tanggapan atau jawaban kita terhadap kasih Tuhan Yesus tersebut.

Selanjutnya, dalam terang Injil hari ini, Yoh. 14:27-31a, kita menemukan juga isi pewartaan para murid Yesus. Sebagai orang-orang yang dikasihi Tuhan, dan sebagai orang-orang yang bertekun di dalam persekutuan dan dengan demikian mewarisi keempat karunia Paskah dari Yesus yang bangkit, (Yoh. 20:20-23), yang juga merupakan isi pewartaan Yesus sendiri. Tuhan kita Yesus Kristus telah mewariskan kepada para murid-Nya “Damai sejahtera,” yang bersifat rohaniah, yang tentu saja berbeda dengan apa yang diberikan oleh dunia (Yoh. 14:27). Damai sejahtera yang diberikan Yesus kepada para murid-Nya itulah juga menjadi damai-sejahtera yang diwartakan pata murid itu kepada dunia (Mzm. 145:11-14). Dengan kata lain, seorang rasul atau murid atau misionaris adalah orang yang sudah diperdamaikan dengan Allah, dan diutus untuk memperdamaikan orang-orang lain dengan Allah. Sekalipun dalam tugas untuk memperdamaikan manusia dengan Allah itu, mereka harus menanggung penderitaan, mereka tidak menyerah seperti halnya Stefanus, kemudian Paulus dan Barnabas yang kita jumpai hari ini, karena mereka tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang dikasihi oleh Tuhan. Misionaris adalah orang-orang yang memberikan dirinya untuk menjadi pembawa damai-sejahtera Allah kepada dunia dan umat manusia, sebagai tanggapan atas kasih Allah yang mereka alami.

Ya Tuhan Yesus, ketika tugas-perutusan kami mengalami tantangan dan bahkan gangguan, kuatkanlah kami dengan kasih dan damai-sejahtera yang dari pada-Mu. Amin. (RMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s