Wartakan Injil dengan Cinta Kasih

Renungan Harian Misioner
Kamis, 21 Mei 2020
HARI RAYA KENAIKAN TUHAN
Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Ef. 1:17-23; Mat. 28:16-20

MISIONARIS: Membangun Tubuh Kristus menjadi Persekutuan melalui Perintah Cinta Kasih & Pewartaan Injil.

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo

Para sahabat misioner yang terkasih: Shalom!!! Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus menyediakan waktu 40 hari untuk mendampingi para murid-Nya. Tiga hal yang menjadi fokus karya-Nya setelah Paskah itu, adalah (a) mendampingi para murid-Nya dengan Firman dan Perjamuan Pemecahan Roti, agar supaya mereka tetap bertahan dan bertekun dalam Komunitas Para Murid, yang menjadi Gereja mula-mula. (b) Mengajari para murid-Nya supaya mengelola semua pengalaman hidup mereka dalam terang Iman akan Dia dan dalam terang Firman-Nya, dan (c) secara perlahan mempersiapkan dan melengkapi para murid itu dengan aneka kelengkapan rohani agar dapat melaksanakan tugas-perutusan yaitu memberitakan Injil-Nya. Dan setelah menguatkan para murid-Nya dengan ketiga hal tersebut di atas, pada hari ini, Yesus pamitan dengan para murid-Nya tetapi memberi jaminan bahwa Dia akan tetap menyertai mereka sampai kepada akhir zaman. Firman Tuhan yang kita dengar dalam Bacaan-bacaan hari ini fokusnya ada pada kelengkapan rohani, yang Yesus sediakan bagi para murid supaya dapat mewartakan Injil Kerajaan-Nya. Kita ikuti kesaksian Firman Tuhan untuk Hari Raya ini!

1. Dari Penyertaan Corporal kepada Penyertaan Spiritual
Kesaksian Santo Lukas yang disampaikan kepada Timotius menunjukkan “peralihan” ini. Yesus memang pamit atau berpisah dengan para murid-Nya. Sesungghnya peralihan yang berwujud corporal (= corpus, tubuh jasmaniah, fisik) sudah terjadi pada Malam Perjamuan Terakhir, di mana Yesus sebelum memasuki saat sengsara dan wafat hingga kebangkitan-Nya memberlakukan Perintah Cinta Kasih (Great Commandment = Yoh. 13:14-16; 13:34).

2. Dari Perintah Cinta Kasih kepada Perintah Untuk Mewartakan Injil
Great Commandment itulah antara lain yang diajarkan Yesus, yang menjadi modal dasar untuk bersaksi dan melaksanakan Perintah Untuk Mewartakan Injil (Great Commission = Mat. 28:18-20). Dengan demikian menjadi jelas, bahwa seorang “misionaris” pewarta Injil, pertama-tama haruslah seseorang yang sudah hidup di dalam kasih kepada Tuhan, yang terwujud dalam tindakan kasih kepada sesamanya (Mat. 22:8; 37-40; 25:40). Pemberitaan Injil tentang Kerajaan Allah harus mengalir dari hati dan hidup seorang yang telah hidup dalam kasih kepada Allah dan kasih kepada sesamanya.

3. Perintah untuk “tinggal di Yerusalem”
Seorang misionaris pemberita Injil Kerajaan Allah, selain sebagai seseorang yang menghayati Perintah Cinta Kasih (Great Commandment) sebagai cara hidup, dan sebagai seorang pelaku Pewartaan Injil (Great Commission), dia juga haruslah seseorang yang tekun bersekutu di dalam Persekutuan Para Murid, tekun bersekutu dengan Yesus dan bersekutu dengan sesama murid Yesus yang lainnya. Dengan kata lain seorang pemberita Injil harus menjadi bagian dari Great Communion, yakni persekutuan para murid Yesus. Sebab tugas untuk memberitakan Injil bukanlah tugas personal atau perseorangan, melainkan tugas komunitas, atau tugas Gereja.

Di dalam dan melalui komunitas (Great Communion) inilah, Yesus menjaminkan kehadiran-Nya, yang selalu dan senantiasa, untuk melengkapi para murid dengan aneka karunia Roh Kudus-Nya. Perintah untuk “tinggal di Yerusalem,” dapat kita maknai sebagai perintah untuk tinggal tetap dan melekat kepada pribadi Yesus sendiri dan pada karya-karya yang dilakukan-Nya. Sebab pewartaan Injil Kerajaan Allah pertama-tama adalah tugas-perutusan Yesus. Para murid dan rasul dan misionaris di dalam Gereja (= Great Communion) mengambil-bagian di dalam tugas-perutusan tersebut, dengan cara (a) tinggal bersama Yesus dan komunitas yang didirikan-Nya, (b) menghayati Perintah Cinta Kasih (Great Commandment) sebagai cara hidup Kerajaan Allah, dan (c) melaksanakan Pemberitaan Injil (Great Commission) sebagai “missio” Kerajaan Allah.

4. Penyertaan “kekal” Yesus untuk “tubuh-Nya”
Kepada para murid-Nya yang harus melaksanakan Perintah Cinta Kasih + Perintah untuk mewartakan Injil + perintah untuk tinggal di Yerusalem, Yesus menjanjikan suatu penyertaan, bahwa Dia tidak akan membiarkan para murid itu bekerja sendirian, tetapi Dia akan menyertai mereka sampai kepada akhir zaman (Mat. 28:20b). Dan penyertaan Yesus ini, sejak saat kebangkitan-Nya berlangsung secara spiritual, tidak lagi corporal-personal, tetapi corporal-komunal di mana Gereja atau Jemaat terhubung dengan Yesus sebagaimana “tubuh” terhubung dengan “kepalanya” (Ef. 1:22-23).

Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau tidak pernah membiarkan kami, umat-Mu, sendirian di dunia ini, tetapi bahwa Engkau menyertai kami setiap saat hingga akhir zaman. Semoga kami tetap melekat-bersatu dengan-Mu, sebagaimana ranting pohon terhubung dengan pokoknya. Semoga Roh Kudus-Mu memampukan kami, untuk melakukan segala sesuatu yang telah Engkau perintahkan kepada kami. Amin. (RMG)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s