AKU Telah Mengalahkan Dunia

Renungan Harian Misioner
Senin, 25 Mei 2020
Hari Biasa Pekan Paskah VII
Kis. 19:1-8; Mzm. 68:2-3,4-5ac,6-7ab; Yoh. 16:29-33

Perkataan Yesus “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33) merupakan perkataan yang memberi kekuatan kepada para pengikut-Nya ketika berhadapan dengan situasi sulit atau penderitaan karena iman akan Yesus. Kebenaran perkataan Yesus ini, bukan hanya sebagai sebuah pengharapan, melainkan perkataan Yesus itu sudah terbukti kebenarannya dan kepastiannya melalui pengalaman dan peristiwa kehidupan para pengikut Yesus sejak Gereja Perdana, sebagaimana dikisahkan dalam Kisah Para Rasul serta yang diwartakan oleh Rasul Paulus dan Rasul Petrus. Yesus telah memberitahu para murid-Nya sebelumnya mengenai segala kesulitan yang akan mereka hadapi sebagai pengikut-Nya: “Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku” (Mat. 24:9); “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku” (Mrk. 13:13); “Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu , dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat” (Luk. 6:22); “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah” (Yoh. 16:12).

Apa maksud pemberitahuan seperti ini? Pertama, Yesus serius mempersiapkan para murid dengan sangat baik, agar mereka siap menghadapi segala kesulitan dengan tegar. Yesus tidak hanya memberitahu para murid-Nya bahwa mereka akan dibenci, ditolak, dicela, dikucilkan, disiksa dan dibunuh, tetapi Yesus memberikan jaminan kepada para murid-Nya: “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33). Berbagai bentuk kesulitan yang diberitahukan oleh Yesus memang sungguh dialami oleh para murid-Nya. Kedua, supaya para murid tidak kecewa dan menolak Yesus. Yesus tahu bahwa penganiayaan yang akan dialami dengan mudah membuat para murid kecewa, patah semangat dan akhirnya menolak Yesus: “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku” (Yoh. 16:1).

Harapan Yesus supaya para murid tidak kecewa dan menolak diri-Nya bukan demi Yesus sendiri, melainkan agar para pengikut-Nya tetap mengalami damai sejahtera dan keselamatan. Orang yang tidak bertahan dalam penderitaan karena imannya akan Yesus goyah, kemudian menjadi kecewa, menyangkal dan menolak Yesus, tidak akan mengalami damai sejahtera, tidak akan mengalami sukacita dan tidak selamat. Yesus dengan tegas mengatakan: “Barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga” (Mat. 10:33). Jika itu yang terjadi, maka sangat bertolak belakang dengan tujuan kedatangan Yesus di di dunia ini: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10:10).

Perkataan Yesus “Aku telah mengalahkan dunia” terbukti kebenarannya. Para murid memang mengalami berbagai bentuk kesulitan dan penganiayaan yang luar biasa. Namun, dalam situasi yang teramat sulit itu, para pengikut Yesus mengalami sukacita, damai sejahtera, dan keselamatan. Rasul Paulus memberi kesaksian: “… sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati” (2Kor. 6:9). Rasul Petrus juga mengalami sukacita luar biasa dalam penderitaan karena Kristus dan ia mengajar para pengikut Yesus untuk bersukacita: “… bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu” (1Ptr. 4:13-14).

Mengapa para murid dan para pengikut Yesus sepanjang sejarah ke-Kristenan begitu tegar dan berani menghadapi penganiayaan? Jawabannya adalah karena mereka percaya: “… kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah” (Yoh. 16:30). Perkataan Yesus “Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33) dan “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20) sungguh diingat dan dipercaya oleh para murid. Ingatan itu bukan karena kehebatan memori para murid, tetapi Yesus sendiri yang berkarya melalui Roh Kudus-Nya: “..tetapi Roh Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 14:26).

Marilah kita senantiasa memohon, semoga Roh Kudus mengingatkan kita juga akan semua yang telah dikatakan Yesus kepada kita, terutama bahwa Ia telah mengalahkan dunia dan Ia senantiasa menyertai kita. Dengan demikian kita tidak akan menjadi kecewa, menyangkal dan menolak Yesus ketika kita mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan karena iman akan Yesus Kristus .

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s