Jalan Menuju Hidup yang Kekal

Renungan Harian Misioner
Selasa, 26 Mei 2020
P. S. Filipus Neri
Kis. 20:17-27; Mzm. 68:10-11,20-21; Yoh. 17:1-11a

Di dalam doa Yesus pada perjamuan malam terakhir “… Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus…” (Yoh. 17:3)

Dalam perpisahan Paulus di Miletus, ia berkata: “… aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu…” (Kis. 20:20)

Selama pewartaan-Nya di dunia, Yesus memperkenalkan Bapa-Nya sebagai satu-satunya Allah yang benar, dan Yesus adalah Utusan Bapa agar manusia bertobat. Yesus diutus menjadi duta cinta, Dia mencintai Bapa dan mencintai manusia sehabis-habisnya hingga rela berkorban sampai mati di kayu salib.

Rasul Paulus yang hidup dalam tawanan Roh, artinya hidupnya senantiasa mengikuti pimpinan Roh Kudus, dia pun tak pernah gentar. Dia melayani dengan berani dalam kerendahan hati, meski penuh air mata dan penderitaan, tetap bertanggung jawab memberi kesaksian tentang Yesus Kristus kepada orang Yahudi dan Yunani, supaya mereka bertobat dan percaya kepada Allah Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebagai bukti cintanya kepada Yesus, Paulus begitu gigih dan berani “aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah” (Kis. 20:24).

Konsekuensi pewartaannya, Paulus lama dipenjara serta mengalami siksaan sangat kejam dan akhirnya kepalanya dipenggal oleh Kaisar Nero di Roma. Baik pewartaan Yesus juga Paulus yang berakhir dengan kematian yang memilukan, keduanya menunjukkan jalan menuju ke kehidupan yang kekal.

Hari ini Gereja merayakan St. Filipus Neri yang lahir 22 Juli 1515 di Florence, Italia. Pada tahun 1534 ia tiba di Roma. Ia bermaksud melanjutkan perjalanannya ke India tetapi Allah memilihnya menjadi Rasul di kota itu. Selama hidupnya Pastor Neri melakukan banyak hal baik, senantiasa riang-gembira, jujur, ramah kepada setiap orang. Ia memberi semangat dan harapan kepada orang-orang di sekelilingnya dengan kepercayaan, cinta kasih dan kegembiraannya, sehingga banyak orang terhibur karenanya. Apa yang diperbuatnya, membawa semakin banyak orang kepada Yesus.

Kongregasi yang dibentuknya, Oratorian direstui oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1575. Dan menerima hadiah Gereja Santa Maria dari Vallicella yang dikenal sebagai Chiesa Nuova (artinya Gereja baru) pada bulan April 1577 digunakan bagi Kongregasi Oratori. Sedangkan Filipus Neri tetap tinggal di San Girolamo. Baru kemudian pada tahun 1584 Filipus pindah ke Chiesa Nuova, demi ketaatan kepada Sri Paus yang menginginkan agar Filipus tinggal di tempat yang baru itu. Beliau juga salah satu reformis besar Gereja, bersama St. Ignatius Loyola, Carolus Borromeus, dll, memimpin gerakan untuk membendung pengaruh Reformasi Protestan.

Pada 26 Mei 1595, Pastor Neri meninggal dunia dalam usia delapan puluh tahun. Dibeatifikasi pada tahun 1615 oleh Paus Paulus V dan dikanonisasi pada tahun 1622 oleh Paus Gregorius XV. Jenazahnya disemayamkan di Chiesa Nuova yang sampai hari masih merupakan tempat para imam Oratorian. Pesta St. Filipus Neri dirayakan setiap tanggal 26 Mei.

Pesan yang ditinggalkan bagi para pengikutnya, “Bersukacitalah senantiasa, karena sukacita adalah jalan untuk berkembang dalam kebajikan”; Bagaimana cara berdoa yang baik? “Rendah hati serta taat, maka Roh Kudus akan membimbingmu”. Apa yang diajarkan St. Filipus Neri juga mengantar orang untuk mencapai hidup yang kekal.

Sejak zaman Yesus, zaman para rasul dan di zaman Reformasi Gereja, ajakan untuk menunjukkan jalan menuju hidup yang kekal begitu bersemangat. Bagaimana di zaman now? Menjadi tugas kita semua para Imam dan rasul awam, katekis, pewarta, semua umat beriman agar dapat mengajak semakin banyak orang untuk bertobat. Lewat kata dan perilaku, dengan kerendahan hati dalam bimbingan Roh Kudus, kita diajak dan dimampukan untuk menjadi penunjuk jalan bagi setiap insan menuju kepada hidup yang kekal.

Di masa pandemi Covid 19 ini, apakah kita tetap melakukan pewartaan meski harus #dirumahsaja?

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s