Berkanjang dalam Doa Bersama Sang Guru

Renungan Harian Misioner
Rabu, 27 Mei 2020
P. S. Agustinus dr Canterbury
Kis. 20:28-38; Mzm. 68:29-30,33-35a,35b-36c; Yoh. 17:11b-19

Misi: Mengasah Karya Pelayanan serta Misi – yang Efisien, Efektif dan Berempati – dengan ketekunan doa.

Doa Yesus dalam Injil Yohanes yang kita dengar hari ini, mencakup dua bagian yakni: Yesus meminta kepada Bapa-Nya yang Kudus agar menjadi Bapa bagi para murid-Nya yang rapuh dan lemah (Yoh. 11b-16); Yesus meminta kepada Bapa-Nya yang Kudus agar Menguduskan para Murid-Nya.

Sementara kandungan serta tujuan yang termaktub dalam Doa Yesus ini dapat diterawang melalui tiga kisi-kisi yakni: pertama, Yesus meminta agar Allah Bapa yang Kudus memelihara, mempersatukan dan menguduskan para murid-Nya. Kedua, Yesus menjelaskan identitas serta semua situasi – kenyataan para murid-Nya. Ketiga, Yesus menyampaikan tujuan para murid mengikuti DIA.

Yesus melalui doa-Nya, menyadarkan para Rasul dan kita semua bahwa mengikuti-Nya bukan berarti semuanya pasti nyaman penuh sukacita. Maka betapa pentingnya berada dalam pemeliharaan serta perlindungan Allah Bapa yang Kudus. Para Rasul dan kaum beriman dibawa Yesus kepada Bapa-Nya agar dalam nama Bapa yang telah diwartakan-Nya, para murid dan kita semua yang percaya pada-Nya dipelihara.

Dipelihara dalam nama Allah berarti mengalami identitas, hakekat, kodrat, dan pewahyuan Allah. Yesus mengetahui bahwa “destructive action” sebagai bentuk kejahatan dunia akan menceraiberaikan para rasul serta persekutuan anggota Gereja, sehingga Yesus memohon kepada Bapa-Nya agar para Rasul serta para beriman dipersatukan dalam nama Bapa-Nya.

Yesus juga memohon kepada Bapa-Nya yang kudus agar para murid-Nya dan kita yang percaya dikuduskan Allah menjadi pribadi yang dikhususkan, serta dikonsekrasikan demi karya perutusan Kristus, menjadi pelayan dan pelanjut Misi Kristus. Di sinilah Tujuan doa Yesus yang sempurna dan sungguh generatif ini berlaku sepanjang sejarah peziarahan Gereja. Maka kepedulian iman kita menegaskan bahwa kita yang percaya kepada Kristus dengan sendirinya dikhususkan dan dikonsekrasikan bagi Misi Kristus, untuk melanjutkan karya keselamatan yang telah dimulai Yesus di tengah dunia ini.

Kepada Bapa-Nya, Yesus pun menjelaskan bahwa para Rasul dan orang beriman telah menerima kebenaran dan Firman yang diwartakan-Nya; telah mengalami pewahyuan sempurna Diri Allah dalam Diri-Nya. Yesus hadir di hadapan Bapa sebagai pengantara kita yang telah percaya kepada Kebenaran dan Firman agar kita tidak binasa. Dan jika ada yang binasa berarti dia atas kebebasannya telah memutuskan sendiri untuk meninggalkan persekutuan kaum beriman

Yesus membeberkan situasi para Rasul dan umat beriman di tengah dunia yang mengancam. Karena percaya kepada Kebenaran dan Firman maka para Rasul serta kaum beriman dengan sendirinya berseberangan dengan dunia, dibenci, dicerai-beraikan bahkan digiring menuju penderitaan, penganiayaan dan kematian. Namun, pada realitas dunia semacam inilah Para Murid Kristus serta kaum beriman sepanjang sejarah diutus untuk mengubah ancaman dan kebencian menjadi Kasih dan damai, derita menjadi sukacita, penganiayaan menjadi kelembutan dan belarasa, kejahatan menjadi kebaikan, perpecahan menjadi persekutuan, kematian menjadi kehidupan. Inilah misi Sang Guru yang harus menjadi misi kita bersama.

Doa Yesus yang kita renungkan hari ini menunjukkan betapa Yesus mengasihi kita semua. Maka hendaknya kita pun – di tengah situasi yang sulit dan mencemaskan Ini – saling mendoakan, memohon perlindungan, pemeliharaan, kekudusan, persekutuan dan Keselamatan dari Allah agar tak seorang pun binasa.

Doa Yesus telah mengingatkan kita akan segala kerapuhan dan ketidaksetiaan kita, menyadarkan kita bahwa biduk iman kita sedang mengarungi lautan lepas dan di tengah samudera raya dengan berbagai tantangan bahkan ancaman yang menbahayakan. Doa Yesus menjadi suatu nasihat serta alarm iman bagi kita bahwa menjadi pengikut-Nya berarti menjadi pribadi Pendoa; yang berani menghadapi tantangan; yang dikonsekrasikan untuk melanjutkan misi Kristus namun juga sungguh menyadari keterbatasan dan kelemahan lalu berlari pada perlindungan serta pemeliharaan Tuhan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s